Sri Savarindira (bahasa Thai:ศรีสวรินทิราcode: th is deprecated ; RTGS: Si Sawarinthira, 10 September 1862–17 Desember 1955), lebih dikenal dengan nama Savang Vadhana (bahasa Thai:สว่างวัฒนาcode: th is deprecated ; RTGS: Sawang Watthana), adalah permaisuri dari Raja Chulalongkorn (Rama V) yang juga saudara tirinya. Namun ia bukan Rajini atau permaisuri tertinggi. Ia adalah ibu dari Mahidol, Pangeran Songkhla yang mendirikan Wangsa Mahidol. Semua anaknya meninggal saat ia masih hidup. Karena ia masih hidup maka dapat menyaksikan kedua cucunya Ananda Mahidol dan Bhumibol Adulyadej naik takhta. Setelah cucu pertamanya naik takhta pada 1935, ia dikenal sebagai Somdetch Phra Phan Vassa Ayika Chao (สมเด็จพระพันวัสสาอัยยิกาเจ้า; RTGS: Somdet Phra Phan Watsa Ai-yika Chao; "Permaisuri Nenek").[1]
Kehidupan
Ia adalah putri ke-27 Raja Mongkut (Rama IV) dari Ibu Piam. Ia juga saudara tiri suaminya Raja Chulalongkorn (Rama V).
Semua anak biologisnya meninggal saat ia masih hidup. Ia memiliki dua putra yang berhak pada takhta yaitu Vajirunhis dan Mahidol.
Saat Raja Prajadhipok (Rama VII) turun takhta pada tahun 1935, anak dari anak bungsunya, Pangeran Ananda Mahidol, berhak atas takhta sebagai Raja Ananda Mahidol (Rama VIII). Ia lalu menerima gelar Nenek Suri Sri Savarindira (nama yang diberikan Raja Prajadhipok yang juga menjadikannya Bibi Suri.
Ratu Sri Savarindira juga merupakan nenek dari Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX). Meskipun anaknya, Pangeran Mahkota Maha Vajirunhis meninggal sebelum ia dapat berkuasa menjadi raja, ia masih hidup ketika dua cucunya menjadi raja.
Keturunan
Monogram kerajaan Ratu Savang Vadhana
Bersama Raja Chulalongkorn (Rama V) ia memiliki putra: