Garuda 1 memiliki daya 14 kilowat pada awal peluncurannya dan berdaya 9 kilowat pada masa akhir operasinya .[2] Hal ini menjadikan satelit Garuda 1 menjadi satelit telekomunikasi terkuat yang pernah diluncurkan.[2]
Garuda 2 adalah satelit kedua ACeS, dirancang pada tahun 1999.[2] Satelit Garuda 2 direncanakan sebagai cadangan dari satelit Garuda 1 yang memungkinkan sistem ACeS memperluas cakupannya ke Asia Barat, Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika Utara.[2] Namun kemudian pembuatan satelit Garuda 2 ini dibatalkan .[2]