Sastrawan Dayak mengacu pada sastrawan berketurunan Dayak yang menulis sastra dengan bahasa, kata-kata, dan gaya bahasa yang dipakai dalam kitab-kitab bukan bahasa sehari-hari oleh penulis Dayak tentang Dayak yang diterbitkan untuk publik. Sastrawan Dayak didefinisikan berpatok ketika Ding Ngo, yang secara tekun dan berkanjang menulis eposLawe, kisahan Mahabrata-nya orang Kayan[1] terdiri atas 5 volume yang kemudian diterbitkan Gadjahmada University Press pada 1984-1985.[2][3]
Korrie dan Masri (2016) menyenaraikan sastrawan Dayak masa ke masa, terhitung sejak awal masa kemerdekaan Indonesia berikut ini.[4]