Sarnadi Adam[1] (lahir 27 Agustus 1956) adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karyanya dalam bentuk senirupa.[2][3][4] Dia merupakan salah satu pelukis yang dimiliki oleh masyarakat Betawi yang berkiprah di kancah nasional maupun internasional. Atas prestasinya, Sarnadi telah menerima beberapa penghargaan antara lain dari presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, (2000 dan 2003).[5][6][7]
Latar belakang
Sarnadi adam lahir dan besar di Jakarta. Sejak usia muda dia sudah mengakrabi dunia seni, utamanya senirupa. Ia mengawali debutnya sebagai perupa semenja masuk Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) dan Sekolah Tinggi Seni Rupa Republik Indonesia Yogyakarta. Begitu dia menyelesaikan pendidikan, 1986, dia langsung mengajar di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Seni RupaUniversitas Negeri Jakarta. Pada tahun 1992, atas undangan Mr. A.Q. Jansen SH, Verheijen B.V dan De Berger Verwarming Industrie B.V. Nerderland, dia mengadakan pameran di beberapa negara Eropa di antaranya Belanda. Tahun 1994, di undang kembali untuk berpameran oleh Mr. A.Q. Jansen SH, Mr. Th. W. Dekker Managing Direktor DeMaco Holland BV dan Mrs. Judith L. Densky dari perusahaan asuransi di Amerika Serikat. Pada bulan Februari1996, Prof. DR. Hector Julio Perez, kurator museum seni rupa Argentina mengundang pula untuk berpameran tunggal di Museum Mendoza, San Rafael, Republik Argentina. Ia punya beragam cara dalam memotret masyarakat Betawi, baik lingkungannya, individu maupun secara komunal. Tak segan-segan memperlihatkan masyarakat yang berjualan di pasar tradisional pada lukisan, juga potret realitas masyarakat sehari-hari yang ia tuangkan melalui media lukisan.[8][9]