Saiful Bahri A. Djalil, lebih dikenal dengan nama Pon Yahya (lahir 17 Juli 1977) adalah seorang politikus Indonesia dan mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menjabat sebagai Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh 2 periode yakni 2019—2022 dan 2024—2029.[1] Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh periode 2022—2023.[2][3][4]
Karier
Saat konflik Aceh masih bergejolak, Pon Yahya menjabat sebagai Komandan Operasi (Danops) Gerakan Aceh Merdeka Daerah II Teungku Chiek di Cot Plieng, Wilayah Samudra Pasee, Selain itu juga menjabat sebagai Panglima GAM Sagoe Teungku Chiek di Buloh. Pascaperjanjian damai Aceh, ia menjabat Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Teungku Chik Dibuloh, Daerah II Teungku Chiek Dicot Plieng, Samudera Pase.[5]
Dalam kurun waktu beberapa tahun setelah penandatangan perjanjian damai Aceh, Pon Yahya yang berasal dari Gampong Pulo Barat, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, membangun usaha di bidang perkebunan Sawit dan Karet.[butuh rujukan]
Ia menjadi salah satu Caleg DPRA dari Partai Aceh yang meraup suara terbanyak. Menurut ayah lima anak itu, dukungan luarbiasa dari masyarakat itu menjadi modal dan semangat dirinya membangun Lhokseumawe dan Aceh Utara ke arah lebih baik. Ia juga akan serius menangani sejumlah persoalan pokok masyarakat yang hingga kini belum selesai, seperti kemiskinan, pendidikan dan sektor pertanian perkebunan.[6]
Pada 2022, Pon Yahya ditunjuk oleh Muzakir manaf akrab di sapa Muallem, untuk menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang baru, Muallem juga memerintahkan agar setelah dilantik nantinya untuk mempertahankan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).[7][8]