SMA Negeri 68 Jakarta adalah sekolah menengah atas negeri percontohan yang berkedudukan di Jakarta Pusat.[1] Sejak awal pendirian SMA Negeri 68 Jakarta, pemerintah telah mencanangkan sekolah ini sebagai sekolah percontohan yang dapat menjadi barometer sekolah di DKI Jakarta. Sekolah ini merupakan SMA terbaik Indonesia urutan ke-10 menurut nilai UTBK 2022.[2]
Sejarah
SMA Negeri 68 diresmikan oleh Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, pada 31 Agustus 1981. Dalam komplek tersebut juga termasuk SMP Negeri 216 Jakarta, SD Negeri Kenari 7-12 Jakarta dan gedung multifungsi Menza. Sampai saat ini masyarakat mengenal kompleks ini sebagai Kompleks Pendidikan Salemba 18. Telah 41 tahun sekolah ini berdiri. Perubahan kurikulum dan paradigma belajar terus dilakukan sejalan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan masyarakat. Kurikulum 2004 (KBK) telah dilaksanakan secara penuh sejak tahun ajaran 2005/2006 pada semua jenjang kelas. Pada tahun yang sama juga terbentuk layanan kelas internasional dengan mengacu pada Kurikulum Cambridge. Pada tahun ajaran 2006/2007 sekolah ini telah ditunjuk sebagai Rintisan Sekolah nasional Berstandar Internasional. Pelaksanaan RSBI baru akan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2008 – 2009 di kelas X. SMA Negeri 68 menjadi sekolah pertama yang menggunakan Kurikulum 2013 dan melakukan program penjurusan semenjak awal masuk kelas 10.
Lagu SMA 68
Mars SMAN 68
Pencipta: Supardi
SMA 68 wibawa serta mulia Dengan pedoman Pancasila UUD 45 SMA 68 wadah penuntut ilmu SMA 68 pemandu kreasi pelajar
Bangunlah Pelajar! untuk meneruskan citra guru nan mulia Bangunlah Pelajar! demi keagungan nusa bangsa Indonesia.
Hymne SMAN 68
Pencipta: Lilik Haryadi
Rahmat tuhan yang pengasih selalu kami rindukan Agar selalu terlimpahkan, di SMA 68 Tempat kami, menuntut ilmu, tuk bekal di masa depan Tempat kami, menempa diri, kobarkan semangat membangun bangsa Enam delapan tercinta, satukan rasa dan satukan cita kita Enam delapan tercinta, tempat yang tak mudah kulupa
Rintisan Sekolah Berstandar Internasional
Penunjukkan sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) memacu sekolah untuk meningkatkan mutu dan kinerja sekolah. Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mencapai sasaran tersebut antara lain adalah pelaksanaan ISO 9001 – 2000 dan pengembangan KTSP dengan memperkaya muatan internasional kedalamnya.
Sebagai sekolah yang berlokasi di Ibu kota negara, SMA Negeri 68 memiliki komitmen untuk menjadikan sekolah ini sebagai sekolah yang memiliki keunggulan di bidang IPTEK. Hal ini didasari oleh kondisi obyektif lingkungan, SDM serta potensi siswa.
Di SMAN 68 Jakarta, OSIS memiliki kewenangan untuk memimpin dan menjalankan kegiatan-kegiatan kesiswaan baik yang bersifat umum maupun dari ekstra kurikuler. OSIS bekerja dibawah pengawasan Tim Kesiswaan. Penyeleksian calon pengurus OSIS/PK lebih diperketat dengan serangkaian proses seleksi. Program Kerja OSIS ada berbagai macamnya. Setiap Bidang memiliki program kerja yang berbeda-beda pula. Ekstrakurikuler berada di bawah naungan OSIS.
Alumni
Alumni terkenal
Anggun C. Sasmi (penyanyi, aktivis, drop out dari SMAN 68 kemudian pindah ke SMAN 31, tapi akhirnya tidak lanjut)
Setiap tahunnya, SMA Negeri 68 Jakarta mengadakan acara bazar dan kompetisi yang biasa disebut dengan BAZKOM yang dilaksanakan hampir satu bulan lebih diakhiri dengan acara puncak di SMAN 68 Jakarta yang berupa pentas seni dengan nama CARASEL (Cipta Karya Seni Enam Lapan) dengan mengundang bintang tamu papan atas, seperti Maliq & D'Essentials, Yura Yunita, Tulus, dan Dewa 19. BAZKOM dan CARASEL selalu menggunakan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya.