Ruth Pelupessy (27 April 1938–21 Oktober 1996)[2] adalah pemeran, model, desainer, dan pengusaha Indonesia. Bersama dengan Suzzanna dan Mieke Widjaja, ia dikenal sebagai salah satu sosok" Ratu Antagonis" dalam dunia perfilman horor Indonesia.[3]
Ruth memulai kariernya di dunia perfilman Indonesia dengan membintangi Salah Asuhan (1972) yang merupakan adaptasi dari novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis pada tahun 1928. Setelah itu ia memerankan karakter wanita lesbian bersama dengan Mieke Widjaja dalam film Tokoh (1973), dan kemudian berperan sebagai pemain pendukung dalam film Rahasia Perawan (1975) yang disutradarai oleh Ali Shahab. Ruth kemudian berhasil memenangkan penghargaan Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 1976. Dirinya paling dikenal sebagai Darminah dalam film Pengabdi Setan (1982).
Kehidupan awal
Ruth Pelupessy saat masih anak - anak
Ruth Pelupessy dilahirkan pada tanggal 27 April 1938 di Pulau Bangka, Hindia Belanda, sebagai putri sulung dari empat bersaudara pasangan Jacob Pelupessy dan Christina Moniyung.[2]
Ia memiliki tiga orang adik perempuan yaitu Wangi Joda (1940–2013), Joyce Pelupessy (lahir 1941), dan Hanny Pelupessy (lahir 1942).[2]
Ruth memiliki darah keturunan Belanda dari ayahnya dan darah keturunan Manado dari ibunya.[2] Ayahnya berprofesi sebagai seorang Tentara Belanda, sedangkan ibunya berprofesi sebagai seorang PNS di Pulau Bangka.[2]
Setelah ayahnya tewas pada tahun 1942 dalam perang melawan pendudukan Jepang di Pulau Bangka, Ruth dan Ibunya beserta ketiga orang adiknya kemudian pindah ke Kota Bandung.[2] Ruth kemudian menempuh pendidikannya di Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP), dan duduk sebangku dengan Rima Melati.[2]
Pada tahun 1960, Ruth Pelupessy mendirikan usaha perabotan dari bambu dan rotan di kediamannya yang berada di Jln. Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur.[4]
Bisnis tersebut kemudian sukses dikarenakan Ruth berhasil memasarkan produknya mulai dari Jakarta hingga ke Bali, Ruth mendapatkan penghasilan sebesar Rp. 55.000 untuk tiap set perabotan hasil desainnya yang berhasil terjual.[4]
Kehidupan pribadi
Ruth Pelupessy menggambarkan dirinya sebagai seorang feminisme dan penganut Kristen yang taat, ia termasuk salah satu golongan pendukung RUU Perkawinan tahun 1973.[4] Ruth juga menolak adanya praktik poligami dalam rumah tangga.[4]
Pernikahan, hubungan, dan anak
Ruth Pelupessy menikah untuk yang pertama kalinya dengan seorang pria asal Manado bernama Richard Turangan pada bulan Agustus 1960 di Kota Bandung.[5] Setelah menikah, mereka kemudian memutuskan untuk pindah dan tinggal di Jakarta.[5] Dari pernikahan pertamanya, Ruth dikaruniai dua orang putra, yakni Ricky Ricardo Turangan (1961–2022) dan Rory Yacob Turangan (1963–2023).[butuh rujukan]
Pada tahun 1968, karena sering terjadi perselisihan di dalam rumah tangga mereka, Ruth dan Richard kemudian memutuskan untuk bercerai.[5] Hal ini kemudian menyebabkan terjadinya perebutan hak asuh atas kedua anak mereka, dan menyebabkan Rima Melati kemudian menyewa jasa advokat Lukman Wiriadinata untuk membantu Ruth dalam mendapatkan hak asuh atas kedua anaknya.[6] Hal ini kemudian berhasil, dikarenakan Pengadilan Agama Jakarta Pusat memberikan hak asuh atas kedua anak mereka kepada Ruth.[6]
Ruth Pelupessy menikah untuk yang kedua kalinya dengan Hendra Cipta, pada tanggal 25 Mei 1977, di Jakarta.[7] Namun pada bulan Januari 1979, Ruth mengajukan gugatan cerai terhadap Hendra di Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang disebabkan oleh pertengkaran yang sering terjadi di antara mereka, serta perbedaan agama yang mereka anut. Dari pernikahannya ini, mereka tidak dikaruniai keturunan sama sekali.[8]
Pada tahun 1973, Ruth Pelupessy dikabarkan melakukan hubungan perselingkuhan dengan Dicky Zulkarnaen, lawan mainnya dalam film Salah Asuhan.[4] Kabar tersebut muncul dikarenakan adegan ciuman pipi yang dilakukan oleh mereka berdua di dalam film tersebut.
Ruth sendiri telah membantah kabar tersebut dengan mengatakan bahwa dirinya hanya mengikuti skenario yang diarahkan oleh sutradara Asrul Sani. Akibat pemberitaan ini, status Ruth yang pada saat itu sedang menjanda kemudian dijadikan bulan-bulanan gosip oleh para pers dan media. Bahkan potret dirinya yang sedang berciuman dengan Dicky dipajang dalam beberapa majalah dan koran mingguan pada tahun yang sama.
Pada tahun 1974, Ruth kembali dikabarkan memiliki hubungan perselingkuhan dengan salah seorang manajer diskotek yang berada di Jakarta Pusat, bahkan dirinya dikabarkan tengah mengandung anak dari hasil hubungan perselingkuhannya dengan manajer tersebut. Ruth kemudian kembali membantah kabar hubungan perselingkuhannya itu, ia mengatakan bahwa dirinya tengah berpacaran dengan Hendra Cipta pada waktu itu, dan menyebut wartawan yang menulis berita tersebut sudah gila.
Perkelahian dengan Yoseano Waas
Pada tanggal 22 Agustus 1974, Ruth Pelupessy terlibat perkelahian dengan Yoseano Waas, di kantor Aries Film, Jakarta Pusat.[9] Hal ini dikarenakan pernyataan berbau pelecehan yang dilontarkan oleh Yoseano terhadap Ruth.[9]
Dalam wawancara Yoseano dengan Majalah Bintang Film pada tanggal 21 Agustus 1974, dirinya mengeluarkan pernyataan berbau objektifikasi terhadap Ruth, dengan mencoba memberi penilaian pada setiap bagian tubuhnya, serta mengatakan bahwa Ruth merupakan sosok yang hangat dengan naluri kewanitaan yang dimiliki oleh dirinya.[9] Dirinya juga menambahkan bahwa Ruth tidak lebih dari sosok wanita yang egois, dan selalu ingin menang sendiri terhadap pasangannya.[9]
Wajah cukup menarik, bahkan lebih jauh lagi dapat dikatakan mempunyai tipe wajah perayu, tetapi karena Ruth yang sudah manis itu masih ditambah obralan senyumnya sehingga membikin orang jadi cepat bosan. Kalau bodynya, mau dikatakan rendah, masih terdapat lemak - lemak di beberapa bagian tubuhnya, mau dibilang seksi tidak terlihat adanya penonjolan yang dapat merangsang. Sebagai teman, cukup menyenangkan, karena Ruth mempunyai keahlian bersandiwara dengan senyumnya yang bisa disetel sehingga dapat membangkitkan suasana ramah tamah yang menyenangkan, dimana setiap obrolannya diselingi lengkingan tawanya yang manja, dan membuat orang betah berandai - andai dengannya. Sebagai ibu, cukup mempunyai perhatian didalam mengatur rumah dan juga pada anak - anaknya, tetapi ada sedikit bawel. Cukup menyenangkan terhadap lawan jenisnya, karena secara diam - diam ia mampu memberikan kehangatan, karena kehangatan itu justru datang tuntutan naluri kewanitaannya yang cukup berkobar - kobar. Dan Ruth menginginkan laki - laki yang betul - betul jantan. Sebagai istri? Tunggu dulu, kenapa tunggu? ya karena Ruth adalah tipe wanita yang sangat egois mau menang sendiri dan terlampau banyak komando dimana kalau anda seorang suami yang lemah, maka anda tidak lebih sebagai seorang pelayan luar dalam.[9]
Kematian
Ruth Pelupessy meninggal dunia di kediaman menantunya, Noni, di Taman Kedaung yang berada di Kedaung, Pamulang, pada 21 Oktober 1996 akibat menderita sakit jantung di dalam usia 58 tahun.[10] Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.[11]
Karier
Ruth memulai kariernya sebagai model dengan bergabung dalam Indonesian Modelling Agency (IMA), pimpinan Non Kawilarang.[2]
Kemudian pada bulan November 1972, ia memulai debut film pertamanya dengan membintangi Salah Asuhan bersama dengan Dicky Zulkarnaen.[2] Film tersebut kemudian berhasil mempopulerkan namanya sebagai bintang baru di layar putih.[1]
Lalu pada tahun 1973, ia membintangi beberapa film di antaranya Badai Remaja, Takdir, dan Tokoh.[4]
Pada tahun 1978, Ruth Pelupessy bersama dengan temannya yaitu Menuk Hirawan memamerkan beberapa koleksi gaun hasil desain dari Ruth dalam majalah Kartini yang diberi nama Koleksi Ruth & Menuk.[13]
123456S, Soen (1973). "Pengakuan Seorang Janda Cantik Bernama Ruth Pelloupessy". Contessa.
123"BADAI CINTA MENANTANG JANDA RUPAWAN RUTH PELUPESSY. Sas sus yang pernah beredar: 'Ada Main' dengan Dicky Zulkarnaen hingga berlebihan dengan Mieke Wijaya". Flambojan. 1973.
12"Ruth Pelupessy benci akan pangkat jandanya". Kartini. 1975.