Siti Khadijah Azhari, dikenal sebagai Ayu Azhari (lahir 19 November 1968) adalah pemeran, penyanyi, politikus dan model Indonesia.
Kehidupan awal
Ayu merupakan anak sulung dari delapan bersaudara. Ketujuh adiknya bernama Muhammad Abduh, Ibra Azhari, Rachel Azhari, Tia Azhari, Sarah Azhari, Rahma Azhari, dan Lukman Azhari.
Karier
Ayu mulai dikenal di dunia hiburan Indonesia sebagai pemeran sejak tahun 1984.
Pada 2000, Ayu memerankan tokoh Ibu Peri Ratu pada musim pertama dari serial televisi Bidadari. Namun, pada 2001, Ayu menyatakan bahwa ia tidak ingin kembali memerankannya pada musim kedua, karena merasa bosan dengan peran tersebut, terlebih Ayu tidak begitu tertarik lagi.[1]
Pada bulan Mei 2006, Ayu meluncurkan sebuah album dangdut dengan lagu utama berjudul "Ada Cinta",[2] "Ibu", "I Love You So Much" dan "Kang Haji" yang merupakan ciptaan Ayu sendiri.[3]
Pada 9 Mei 2009, Ayu kembali merilis singel yang berjudul “Jawaban Rinduku Padamu, SBY”. Dalam lagu ini Ayu mencoba memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.[4]
Pada 31 Agustus 2024, Ayu Azhari kembali merilis karya lagu terbaru yang sudah dibuat sejak tahun 2021 berjudul Telo. Lagu ini diunggah melalui kanal Youtube pribadinya dan mencuri perhatian publik dikarenakan Ayu tampil dengan nuansa ceria dan jenaka serta tampil dengan busana bertema kleopatra.[5]
Trio Azhari
Pada 2010, Ayu, Sarah, dan Rahma Azhari membentuk grup Trio Azhari yang berkolaborasi dengan Charlie ST12.[6]
Kehidupan pribadi
Ayu menikah tiga kali. Dari semua pernikahannya, Ayu melahirkan enam anak, yakni Axel Gondokusumo (dari pernikahan dengan Djody Gondokusumo); Sean Azad, Mariam Nur Al Iman, dan Sulaiman Atiq (dari pernikahan dengan Teemu Yusuf Ibrahim); serta Isabelle Tramp dan Lennon Tramp (dari pernikahan dengan Mike Tramp pada tanggal 25 September 2004).[7]
Kasus
Pada 4 Desember 2010, putra pertamanya, Axel, melaporkan Ayu dengan tuduhan pengambilan hak waris tanpa persetujuan mantan suaminya, Djody Gondokusumo.[8] Kala itu, Axel mengungkapkan bahwa uang warisan dari ayahnya, Wisnu Djody Gondokusumo senilai Rp 150 juta yang diserahkan kepada ibunya, Ayu Azhari, telah habis untuk biaya hidup dan pengobatannya. Meskipun Ayu pernah berjanji membuka rekening tabungan untuk Axel, janji tersebut belum dipenuhi. Sementara pengacara Axel menilai biaya pengobatan harus menjadi tanggung jawab ibu, bukan beban tambahan.[9]
Perseteruan keduanya kemudian berujung damai. Uang sebesar 150 juta tersebut akhirnya dikembalikan oleh Ayu secara tunai.[10]
Belum usai kasusnya tersebut, Ayu kembali dilaporkan dan disomasi putra pertama dan keduanya, Sean. Mereka melaporkan ibunya ke pihak berwajib lantaran mereka tidak tahan dengan perlakuan yang mereka alami selama beberapa tahun, yaitu tindakan kekerasan fisik dan mental.[11][12]