Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Berbeda dengan bahasa Sepik tetangga dan banyak rumpun bahasa Papua lainnya di Papua bagian utara, rumpun bahasa Perbatasan tidak memiliki jenis kelamin atau nomor tata bahasa (bentuk ganda dan jamak).[2]
Masyarakat Pagei, Bewani, Bo, dan Ningera meluas hingga ke Sungai Pual untuk menggantikan penutur bahasa Skou Dalam dan Bukit Serra. Penutur bahasa Skou Dalam kemudian terpaksa bermigrasi, menggusur penutur Barupu (Warapu; cabang Sungai Piore). Namun penutur bahasa Bewani tidak dapat memperluas wilayah ke arah timur hingga ke daerah rawa-rawa dataran rendah yang dihuni oleh penutur Busa dan Yale, mereka sendiri terdorong keluar dari perbukitan yang lebih subur ke rawa-rawa dataran rendah. Ekspansi penutur Bewani ke arah barat dihentikan dengan adanya pertempuran di wilayah Kaure.[3]
Riwayat klasifikasi
Cowan (1957) untuk sementara mengusulkan sebuah keluarga "Tami", dinamai menurut Sungai Tami, yang mencakup rumpun bahasa Perbatasan dan Sko modern. Beberapa bahasa yang sebelumnya tidak diklasifikasikan ternyata adalah bahasa Sko, dan ditambahkan ke rumpun bahasa tersebut; sisanya (termasuk bahasa Tami Atas) merupakan rumpun bahasa Perbatasan.
Bahasa
Laycock mengklasifikasikan Morwap sebagai isolat, tetapi mencatat kesamaan pronominal dengan bahasa Perbatasan lainnya. Ross memasukkan Morwap ke dalam Border tetapi mencatat bahwa mereka tampaknya tidak memiliki kesamaan leksikal. Namun, data tentang Morwap tersebut sangat buruk. Usher memasukkannya sebagai cabang Perbatasan.
Usher tidak menyebut Ningera, namun memasukkannya ke dalam rumpun bahasa lain.
Referensi
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Perbatasan". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
12Foley, William A. (2018). "The Languages of the Sepik-Ramu Basin and Environs". Dalam Palmer, Bill (ed.). The Languages and Linguistics of the New Guinea Area: A Comprehensive Guide. The World of Linguistics. Vol.4. Berlin: De Gruyter Mouton. hlm.197–432. ISBN978-3-11-028642-7.
12Donohue, Mark; Crowther, Melissa (2005). "Meeting in the middle: interaction in North-Central New Guinea". Dalam Andrew Pawley; Robert Attenborough; Robin Hide; Jack Golson (ed.). Papuan pasts: cultural, linguistic and biological histories of Papuan-speaking peoples. Canberra: Pacific Linguistics. hlm.167–184. ISBN0-85883-562-2. OCLC67292782.