Rooh Afza (Urdu: روح افزا; Hindi: रूह अफ़ज़ा; Bengali: রূহ আফজা; terj. har.'Penyegar Jiwa') adalah suatu minuman yang termasuk skuas terkonsentrasi (sirop pekat).[1] Minuman ini diformulasikan pertama kali tahun 1906 oleh Hakim Abdul Hamid,[2] diperkenalkan oleh Hakim Hafiz Abdul Majid,[3][4][5] dan diluncurkan dari Old Delhi, India Britania. Saat ini Rooh Afza diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh Hamid dan Majid, termasuk Hamdard India (perusahaan induk) beserta anak perusahaan, Hamdard Laboratories (Waqf) Pakistan dan Hamdard Laboratories (Waqf) Bangladesh. Minuman ini diproduksi sejak tahun 1948 di India, Pakistan, dan Bangladesh.[3]
Beberapa perusahaan lain di wilayah tersebut juga memproduksi minuman dengan resep yang sama karena resep Rooh Afza tidak dipatenkan. Resep tradisional Unani pada Rooh Afza menggabungkan berbagai bahan yang diyakini sebagai pendingin tubuh, seperti mawar yang sering dianggap sebagai obat alami untuk loo (angin musim panas di India Utara, Pakistan, dan Bangladesh). Minuman ini sering dikaitkan dengan bulan Ramadan karena Rooh Afza menjadi pilihan populer untuk saat berbuka puasa.[6][7][8] Produk ini dijual juga sebagai sirop untuk menambah rasa pada serbat, minuman susu dingin, es, dan hidangan penutup dingin, seperti falooda yang populer. Nama Rooh Afza terkadang diterjemahkan sebagai "penyegar jiwa".[9][10] Nama itu disebut-sebut dibuat oleh penemu minuman ini dan mungkin dipengaruhi budaya.[11][3]
Sejarah
A bottle of Rooh Afza. Serbat yang terbuat dari sirup Rooh Afza.
Rooh Afza didirikan oleh pendiri Hamdard, Hakim Hafiz Abdul Majeed, di Old Delhi, India Britania. Pada tahun 1906, ia ingin menciptakan ramuan herbal yang dapat membantu masyarakat Delhi tetap merasa sejuk di musim panas. Ia memilih berbagai ramuan dan sirop dari pengobatan tradisional Unani dan menciptakan minuman untuk membantu mengatasi serangan panas dan mencegah tubuh kehilangan cairan. Tahun 1910, seorang seniman bernama Mirza Noor Ahmad merancang label Rooh Afza dengan berbagai warna. Pengembangan dan penyempurnaan resep awal terus dilakukan hingga akhirnya tercipta formulasi minuman ini.[3]
Setelah Majid meninggal 15 tahun kemudian, istrinya, Rabea Begum, mendirikan wakaf amal atas nama Begum dan kedua putranya.[12]
Pasca pemisahan India tahun 1947, putra sulungnya, Hakim Abdul Hamid, tetap tinggal di India yang saat itu telah merdeka. Sementara, putra bungsunya, Hakim Mohammad Said, pindah ke negara yang baru terbentuk 9 Januari 1948, Pakistan. Said merintis Perusahaan Hamdard dari dua ruangan di kawasan Arambag (dahulu Ram Bag) Karachi.[3][9] Hamdard Pakistan mulai memperoleh laba tahun 1953. Kemudian, Said membuka cabang Hamdard di bekas Pakistan Timur. Menurut Sadia Rashid, putri Said sekalius pemimpin Hamdard Pakistan tahun 2019, ayahnya mewakafkan usaha itu pada masyarakat Bangladesh setelah Bangladesh merdeka dari Pakistan tahun 1971.[3]
Tahun 2010, jurutama masak Nita Mehta dan aktris film India Juhi Chawla dikontrak oleh Hamdard Laboratories untuk iklan Rooh Afza.[13]
Sirop Rooh Afza biasanya disajikan dengan cara dicampur susu dingin atau air dan es. Minuman ini sering menjadi bagian dari iftar (sajian untuk membatalkan saum) selama Ramadan.[14] Konsentrat sirop ini juga dapat dicampur dengan air, yang menjadi metode penyajian umum di musim panas kawasan Asia Selatan. Ketika dicampur dengan air, hasilnya adalah minuman jenis serbat. Sirop Rooh Afza juga kerap dipadukan dengan es krim kulfi dan vermiseli untuk membuat varian yang serupa dengan hidangan penutup khas Iran Faloodeh.
↑"Rooh Afza History English". www.roohafzabd.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari versi asli pada 14 May 2018. Diakses tanggal 2017-12-15.