Dipromosikan menjadi komandan pada tanggal 25 Agustus 1828, Mundy bergabung dengan tingkat ketiga HMS Donegal dan bertugas sebagai perwira penghubung yang bertugas membujuk Belanda untuk menyerahkan Antwerpen selama Revolusi Belgia. Dia kemudian bertindak sebagai mediator selama negosiasi antara Belanda dan Belgia untuk mengakhiri permusuhan pada Mei 1833.[2] Dia menjadi komandan sekoci HMS Favourite di Armada Mediterania pada Agustus 1833.[2]
Dipromosikan menjadi kapten pada 10 Januari 1837, ia menjadi komandan tingkat enam HMS Iris di Skuadron Afrika Barat pada bulan Oktober 1842.[2] Dia kemudian dikerahkan kembali dengan HMS Iris ke Stasiun Hindia Timur dan terlibat dalam operasi di bawah Laksamana Sir Thomas Cochrane.[2] Mundy diminta untuk mempertahankan Sultan Brunei sejalan sampai Pemerintah Inggris membuat keputusan akhir apakah akan merebut pulau Labuan: dia membawa menantu Sultan, Pengiran Mumin, untuk menyaksikan aksesi pulau itu ke Mahkota Inggris pada tanggal 24 Desember 1846.[3] Beberapa sumber menyatakan bahwa selama penandatanganan perjanjian, Sultan telah diancam oleh kapal perang Angkatan Laut Inggris yang siap menembaki istana Sultan jika dia menolak untuk menandatangani perjanjian itu sementara sumber lain mengatakan pulau itu diserahkan ke Inggris sebagai hadiah atas bantuannya dalam memerangi perompak.[4][5]
Mundy menjadi komandan kelas dua HMS Nile pada Juli 1854 dan dikerahkan, pada Musim Semi 1855, ke Laut Baltik dan kemudian, pada September 1855, ke laut Finlandia tempat dia mengamankan Björkö Sound dalam operasi melawan Rusia selama Perang Krimea.[1]
Dipromosikan menjadi laksamana muda pada tanggal 30 Juli 1857,[6] Mundy menjadi Second-in-Command dari Mediterranean Fleet, dengan benderanya di kelas dua HMS Hannibal pada April 1859.[2] Dia diangkat sebagai Rekan dari Ordo Bath pada tanggal 23 Juni 1859.[7] Pada Mei 1860, dalam Ekspedisi Seribu, ia terlibat dalam evakuasi warga setempat dari konflik.[2] Garibaldi kemudian menggulingkan Francis II, penguasa tirani Kerajaan Dua Sisilia pada Maret 1861, dan untuk mencapai penyatuan Italia.[2] Garibaldi memuji Mundy karena membawa gencatan senjata antara pihak yang bertikai dan mengucapkan terima kasih yang tulus kepadanya "atas nama Palermo, Sisilia, seluruh Italia."[8]
Mundy diajukan ke Salib Agung Ksatria dari Ordo Bath pada tanggal 2 Juni 1877[13] dan, dipromosikan menjadi Laksamana Armada pada 27 Desember 1877,[14] dia meninggal di rumahnya di Chesterfield Street, London pada tanggal 23 Desember 1884.[1]
Keluarga
Mundy tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak.[1]