Roda-Roda Nada adalah sebuah dokumenter observasional yang mengikuti kisah hidup Obay (50 Thn) seorang musisi dangdut dan pemilik Gerobak Dangdut keliling di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Bersama Istri dan personil gerobak dangdut-nya, ia berkeinginan untuk bisa merekam lagu-lagu ciptaan mereka. Keinginan yang sudah lama terpendam dan harus bisa diwujudkan, sebelum usia mereka semakin renta.
Keinginan untuk bisa rekaman mempertemukan mereka kembali dengan sahabat lama yang juga seorang musisi, pencipta lagu, penata musik sekaligus operator rekaman, Didit (53 Thn). Atas nama persahabatan dan kecintaan yang sama terhadap musik dangdut, dan walau hanya bermodal perangkat rekaman sederhana dan sebuah komputer tua, Didit bersedia membantu mereka untuk mewujudkan mimpi.[2]
Proses rekaman itu tak seluruhnya berjalan mulus seperti yang mereka harapkan, banyak rintangan yang mereka hadapi. Namun Demi Dangdut mereka tak patah arang. Cinta dan Passion mereka yang besar terhadap musik dangdut adalah modal utama untuk menghadapi itu semua.[3]