Setelah AS mengumumkan perang terhadap Jerman, Ritchie Boys menjadi senjata yang menentukan bagi para Sekutu. Mereka masuk ke Eropa pada D-Day, 6 Juni1944 bersama dengan tentara Sekutu lainnya. Setelah mencapai daratan mereka meninggalkan satuannya dan menjalankan tugas khusus. Mereka mampu memberikan informasi berharga kepada Sekutu. Selain itu, Ritchie Boys membantu merusak pertahanan Jerman dengan merendahkannya di operasi terbuka dan tertutup. Mereka menginterogasi tahanan perang dan penyusup untuk memberikan informasi mengenai kekuatan pasukan, gerakan tentara, dan kondisi fisik dan psikis Jerman. Karena disinformasi melalui pengumuman suratkabar, selebaran, siaran radio, dan truk suara, penduduk dan militer Jerman terpaksa menghentikan perlawanan terhadap serbuan Sekutu.
Setelah perang, banyak di antara Ritchie Boys berperan sebagai penerjemah dalam Pengadilan Nuremberg. Setelah itu tidak ada reuni veteran atau acara semacamnya, karena di Perang Dunia II hanya ada periode pendek bagi hidup pada tentara. Banyak di antara mereka memiliki karier politik, ilmu pengetahuan, atau bisnis yang sukses.
Tahun 2004, kelompok ini dan tugas-tugasnya menjadi inspirasi film dokumenter The Ritchie Boys oleh sutradara Christian Bauer. Menampilkan sepuluh Ritchie Boys asli, film ini telah menerima banyak penghargaan.