Anonim yang menempatkan tag ini pada artikel tidak dapat menyelesaikan nominasi penghapusan dan harus meninggalkan alasan yang terperinci berkaitan penghapusan tersebut pada Pembicaraan:Rinra Sujiwa Syahrul Putra dan buat kiriman baru pada Pembicaraan Wikipedia:Usulan penghapusan yang meminta agar ada orang yang bersedia menyelesaikan proses tersebut. Jika nominasi tersebut tak sempurna dan tak ada pesan yang ada di halaman pembicaraan, tag ini boleh dihilangkan.
Rinra Sujiwa Syahrul Putra (23 Oktober 1988–31 Januari 2011) adalah mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 2008.
Kehidupan Awal
Rinra Sujiwa Syahrul Putra lahir di Ujungpandang (sekarang Makassar) pada 23 Oktober 1988. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008-2018, Menteri Pertanian periode 2019-2023) dan drg. Ayunsri Harahap. Sebagai anak seorang gubernur kala itu, ia tidak pernah menonjolkan diri sebagai putra pejabat. Hal ini dituturkan oleh Diah yang saat itu melayat bersama Vita Gamawan Fauzi, istri Gamawan Fauzi, Menteri Dalam Negeri kala itu.[1]
Kematian
Rinra meninggal dunia pada 31 Januari 2011 di Rumah Sakit Annisa Medical Center (AMC) Cileunyi, Kabupaten Bandung.[2] Sebelum meninggal, ia sempat merasakan mual dan sempat dipijat. Sakitnya terus berlanjut pada Minggu malam (30/1/2011) hingga akhirnya dilarikan di rumah sakit.[3] Usai kematiannya, juru bicara Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sudaryana, membantah kabar adanya kekerasan dalam peristiwa kematian mahasiswa bernama Rinra Sujiwa Syahrul Putra. Sudaryana menegaskan bahwa di IPDN sudah tidak ada kekerasan setelah kejadian almarhum Cliff Muntu pada tahun 2007.[4] Rinra wafat pada usia 22 tahun akibat penyakit lambung. Jenazahnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Panaikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.