Jantan dari katak-katak ini membawa anakannya di mulutnya. Katak betina menelurkan telurnya sementara jantan mengawasinya. Ketika berudunya sudah cukup besar untuk dapat bergerak di dalam telurnya masing-masing, katak jantan akan menaruh telur-telur tersebut di mulutnya. Jantan tidak menelan telur-telur tersebut, melainkan disimpan di kantung suara mereka, yaitu organ yang digunakan katak untuk menghasilkan suara. Telur-telurnya menetas di dalam kantung suara jantan hingga anakannya sudah menjadi katak kecil dalam kasus R. darwinii, atau hingga sudah memiliki rahang dan sistem pencernaan yang memadai dalam kasus R. rufum. Kemudian, jantannya akan menempatkan anakannya di air.[3]
↑Peera Chantasirivisal; Michelle S. Koo (February 16, 2006). Kellie Whittaker (ed.). "Rhinoderma rufum (Philippi, 1902)". AmphibiaWeb. University of California, Berkeley. Diakses tanggal June 16, 2025.
12Franziska Sandmeier; Michelle S. Koo (March 3, 2001). Kellie Whittaker (ed.). "Rhinoderma darwinii Duméril & Bibron, 1841". AmphibiaWeb. University of California, Berkeley. Diakses tanggal June 16, 2025.