ENSIKLOPEDIA
Requiem for a Dream
| Requiem for a Dream | |
|---|---|
![]() Poster rilis teater | |
| Sutradara | Darren Aronofsky |
| Produser |
|
| Skenario |
|
Berdasarkan | Requiem for a Dream oleh Hubert Selby Jr. |
| Pemeran | |
| Penata musik | Clint Mansell |
| Sinematografer | Matthew Libatique |
| Editor | Jay Rabinowitz |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 102 menit[2] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $4,5 juta[3] |
Pendapatan kotor | $7,4 juta[4] |
Requiem for a Dream adalah film drama psikologis Amerika tahun 2000 yang disutradarai oleh Darren Aronofsky dan dibintangi Ellen Burstyn, Jared Leto, Jennifer Connelly, Christopher McDonald, dan Marlon Wayans. Film ini didasarkan pada novel dengan judul yang sama tahun 1978 karya Hubert Selby Jr., yang mana Aronofsky menulis skenario tersebut. Film ini menggambarkan empat karakter yang terpengaruh oleh kecanduan narkoba dan bagaimana hal itu mengubah kondisi fisik dan emosional mereka. Kecanduan mereka menyebabkan mereka terperangkap dalam dunia khayalan dan keputusasaan. Seiring berjalannya film, setiap karakter mengalami kemerosotan, dan khayalan mereka hancur oleh kenyataan pahit dari situasi mereka, yang berujung pada bencana.
Novel karya Selby diakuisisi hak ciptanya oleh Aronofsky dan produser Eric Watson. Selby memang selalu berniat mengadaptasi novel tersebut menjadi film, dan dia telah menulis naskahnya bertahun-tahun sebelum Aronofsky menghubunginya. Aronofsky sangat antusias dengan cerita tersebut dan mengembangkan naskahnya bersama Selby, meskipun awalnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan dana bagi produksi film tersebut. Dia dan para pemeran berbicara bahwa film ini berkisah tentang kecanduan secara umum, dan bukan hanya narkoba, dan bagaimana upaya seseorang untuk mewujudkan mimpinya dapat memicu kecanduan dengan tema kesepian dan penghindaran realitas dalam berbagai cara. Pengambilan gambar utama berlangsung di Brooklyn, New York, dari April hingga Juni 1999. Selama proses pasca-produksi, musiknya digubah oleh Clint Mansell sementara Jay Rabinowitz bekerja sebagai penyunting.
Film ini diputar perdana di Festival Film Cannes 2000, terpilih sebagai film non-kompetisi, diikuti oleh perilisan teatrikal di Amerika Serikat pada tanggal 6 Oktober 2000. Artisan Entertainment. Film tersebut menghasilkan pendapatan sebesar 7 juta dolar AS dengan anggaran 4 juta dolar AS dan menerima respons positif dari para kritikus. Gaya visual film, penyutradaraan, skenario, penyuntingan, musik, para pemain, kedalaman emosional, dan tema-temanya semuanya dipuji, dengan Burstyn menerima nominasi Academy Award dan Golden Globe Award untuk Aktris Terbaik.
Plot
Pada musim panas di Brighton Beach, Brooklyn, seorang ibu tunggal bernama Sara Goldfarb (Ellen Burstyn) menghabiskan waktunya untuk menonton televisi. Sementara itu, putranya, Harry (Jared Leto), kadang-kadang menggadaikan televisi Sara untuk kebutuhannya sendiri, kekasihnya, Marion (Jennifer Connelly), dan sahabatnya yang pecandu narkotika, Tyrone (Marlon Wayans).
Setelah Sara mendapatkan panggilan telepon bahwa ia telah menang di acara game show televisi, ia sangat senang dan menghadiri acara tersebut. Untuk memakai kembali gaun merahnya, gaun favorit suaminya yang telah meninggal, Seymour, ia berusaha menurunkan berat badannya melalui diet meskipun dietnya tidak berhasil. Atas rekomendasi seorang teman, Sara mengunjungi seorang dokter payah yang memberikan resep obat amfetamin untuk menurunkan berat badan kepadanya. Sara mulai kehilangan berat badan dan sangat senang atas seberapa banyak energi yang dimilikinya.
Harry dan Tyrone berencana menjual heroin untuk mencukupi kebutuhan mereka dan pada musim panas itu, bisnis perdagangan kecil-kecilan mereka tumbuh subur. Harry dan Marion berencana membuka toko pakaian untuk mode Marion, dan Tyrone bermimpi melarikan diri dari ghetto untuk membuat ibunya bangga. Sara dan teman-temannya menunggu, dan berharap setiap hari, undangan game show tiba. Dengan uang tambahan, Harry mampir untuk memberi tahu ibunya bahwa ia memesankan satu televisi baru, tetapi ketika Harry meminta Sara untuk tidak mengonsumsi amfetamin, Sara mengaku bahwa satu-satunya hal yang harus dijalaninya lagi adalah impian agar terlihat cantik dan menarik di panggung televisi serta perhatian lebih yang diterimanya sekarang dari teman-temannya.
Karena toleransi Sara terhadap amfetamin meningkat, ia mendambakan masa lalu sambil panik tentang undangan tersebut. Ketika ia meningkatkan dosisnya, Sara mengalami gangguan kejiwaan karena amphetamine. Ketika melakukan perdagangan narkotika, Tyrone terperangkap dalam baku tembak antara dua geng yang bersaing. Tyrone melarikan diri dari tempat kejadian perkara dan ditangkap. Harry harus menggunakan sebagian besar uang mereka untuk membayar uang jaminan. Pasokan heroin lokal menjadi terbatas dan mereka tidak dapat menemukan apapun untuk digunakan atau dijual. Akhirnya, Tyrone mendengar pengiriman besar datang, tetapi harganya berlipat ganda dan sudah menjadi batas minimum. Harry yang putus asa menyarankan Marion meminta psikiaternya, Arnold (Sean Gullette), untuk uang dengan imbalan seks, yang menyebabkan hubungan mereka merenggang. Ketika pembelian narkotika mengalami masalah, Harry kembali ke Marion dengan tangan hampa. Harry pergi setelah memberikan Marion nomor seorang gigolo bernama Big Tim (Keith David), yang memperdagangkan heroin untuk seks. Harry dan Tyrone memutuskan bahwa untuk mengembalikan bisnis mereka ke tempat semula, mereka pergi ke Florida untuk membeli langsung dari pedagang grosir di sana.
Setelah serangkaian halusinasi yang mengerikan, Sara keluar dari apartemennya ke kantor agen casting di Manhattan untuk memastikan kapan ia akan diundang ke acara televisi. Sara dibawa oleh ambulans dan dimasukkan ke ruangan psikiatri di mana ia menjadi pasien perawatan kelas rendah. Ketika tidak ada yang berhasil, dokter menyetrum Sara yang nyaris menyetujui terapi elektrokonvulsif.
Dalam perjalanan ke Miami, Harry dan Tyrone mengunjungi rumah sakit karena tempat jarum suntik Harry yang semakin terinfeksi. Dokter memperhatikan gejala penyalahgunaan narkotika, lalu Harry dan Tyrone ditangkap. Kembali ke New York, Marion yang putus asa berhubungan seks dengan seorang gigolo untuk mendapatkan heroin. Menyadari kecanduannya, gigolo tersebut membujuk Sara dengan jumlah heroin yang lebih besar jika Sara kembali pada akhir pekan itu untuk pesta. Tyrone dihina oleh penjaga penjara yang rasis saat menjalani masa percobaan. Lengan Harry yang terinfeksi diamputasi. Sara mengalami terapi kejut listrik. Marion dipermalukan sebagai subjek pertunjukan seks grafis.
Ketika teman-teman Sara datang ke rumah sakit untuk berkunjung, mereka putus asa karena keadaannya yang semakin buruk. Harry terbangun secara emosional setelah amputasi, mengetahui bahwa Marion tidak akan mengunjunginya. Tyrone memikirkan ibunya di penjara dan menderita putus obat. Marion pulang dari pertunjukan dan berbaring di sofa, memegang heroinnya. Sara bermimpi bahwa ia ada di acara televisi dan telah memenangkan hadiah utama, dengan Harry sebagai tamu kehormatan.
Pemeran
- Ellen Burstyn sebagai Sara Goldfarb
- Jared Leto sebagai Harry Goldfarb
- Jennifer Connelly sebagai Marion Silver
- Marlon Wayans sebagai Tyrone C. Love
- Christopher McDonald sebagai Tappy Tibbons
- Mark Margolis sebagai Mr. Rabinowitz
- Louise Lasser sebagai Ada
- Marcia Jean Kurtz sebagai Rae
- Suzanne Shepherd sebagai Mrs. Scarlini
- Sean Gullette sebagai Arnold, psikiater Marion
- Keith David sebagai Big Tim, germo Marion
- Dylan Baker sebagai Dokter dari daerah Selatan
- Ajay Naidu sebagai Tukang Pos
- Denise Dowse sebagai ibu Tyrone
- Ben Shenkman sebagai Dr. Spencer
- Hubert Selby Jr. sebagai Penjaga yang tertawa
- Stanley B. Herman sebagai Uncle Hank[5]
- Darren Aronofsky (tidak dikreditkan) sebagai pengunjung[6]
Produksi
Pengembangan
Requiem for a Dream bukan tentang heroin atau narkoba... Kisah Harry-Tyrone-Marion adalah kisah heroin yang sangat tradisional. Tetapi jika dibandingkan dengan kisah Sara, tiba-tiba kita berkata, 'Ya Tuhan, apa itu narkoba?' Gagasan bahwa monolog batin yang sama terlintas di kepala seseorang ketika mereka mencoba berhenti menggunakan narkoba, seperti halnya dengan rokok, seperti ketika mereka mencoba untuk tidak makan agar bisa menurunkan berat badan sebanyak 20 pon, itu benar-benar menarik bagi saya. Menurut saya itu adalah ide yang belum pernah kita lihat di film dan saya ingin menampilkannya di layar.[7]
—Aronofsky tentang Requiem for a Dream
Novel Requiem for a Dream karya Hubert Selby Jr. diterbitkan pada tahun 1978.[8] Aronofsky adalah penggemar karya Selby sejak masa sekolahnya.[9] Dalam sebuah wawancara dengan BBC pada tahun 2001, Aronofsky menggambarkan karya Selby, dengan mengatakan, "Siapa pun yang membaca karya Selby dapat melihat betapa intensnya dunia yang ia ciptakan. Ia menulis kata-kata yang paling sumbang dan penuh amarah, namun diiringi alunan musik yang manis. Membaca buku-bukunya adalah pengalaman yang luar biasa. Aku tahu bahwa begitu aku membuat film yang lebih besar, akan sangat sulit untuk mengerjakan proyek seperti ini. Aku menjalani hidupku tanpa ingin menyesal, dan aku tahu bahwa Selby itu keren, bahwa dia seorang yang tangguh".[10]
Eric Watson, produser dan penulis bersama dari Pi (1998), berhasil meyakinkan Aronofsky untuk mengadaptasi novel tersebut menjadi film. Selbfy terbuka terhadap ide tersebut dan memberikan izin. Aronofsky dan Watson membeli hak film tersebut seharga $1.000, yang dianggap sebagai jumlah besar bagi mereka pada saat itu.[11] Aronofsky masih mengalami kesulitan keuangan setelah Pi, dan para pemodal juga tidak yakin dengan idenya tentang Requiem for a Dream.[9][12] Selby telah menulis sebuah skenario beberapa tahun sebelumnya, yang 80% mirip dengan skenario Aronofsky. Keduanya membandingkan karya mereka, tetapi Aronofsky ingin memilih pemeran yang lebih muda untuk meningkatkan dampak penggunaan narkoba. Namun, para produser menentang perekrutan pemeran yang lebih muda karena mereka merasa film tersebut akan terlalu mengganggu bagi penonton; sang sutradara dengan berat hati menyetujuinya.[9]
Casting
Sejumlah aktris dipertimbangkan untuk peran Sara Goldfarb, tetapi banyak di antara mereka, seperti Faye Dunaway,[13] yang menolak peran tersebut. Ellen Burstyn awalnya juga menolak peran tersebut karena kontennya yang menyedihkan, tetapi manajernya meyakinkannya untuk menonton karya Aronofsky sebelumnya; dia terkesan dan setuju untuk berperan sebagai pemeran utama.[9][14][15] Giovanni Ribisi, Neve Campbell dan Dave Chappelle dipertimbangkan untuk peran Harry Goldfarb, Marion Silver, dan Tyrone C. Love. Namun, ketiganya menolak.[9] Para produser akhirnya memilih Jared Leto, yang tertarik dengan tantangan tersebut, kemudian disusul oleh Jennifer Connelly. "Saat membaca naskahnya, saya langsung merasa ingin sekali melakukannya. Saya pikir naskahnya brilian. Sangat kreatif. Saya pikir itu sangat berani. Naskah itu membahas isu-isu yang sangat penting", katanya.[16] Marlon Wayans membaca novel itu tiga kali dan mengikuti audisi lima kali untuk peran Tyrone sebelum akhirnya ditawari peran tersebut, karena sangat ingin bekerja dengan sutradara.[17]
Sebagai persiapan untuk syuting, Leto menghabiskan waktu tinggal di jalanan New York, dikelilingi oleh orang-orang yang berada dalam situasi yang sama dengan karakternya.[18][19] Dia juga melakukan puasa selama berbulan-bulan, hingga kehilangan berat badan sebanyak 28 pon (13 kg) untuk memerankan karakternya yang kecanduan heroin secara realistis.[20] Aronofsky meminta Leto dan Wayans untuk tidak berhubungan seks dan mengonsumsi gula agar keinginan mereka tampak nyata di layar.[9] Burstyn juga menghabiskan waktu di Brooklyn, mempelajari kehidupan perempuan-perempuan tertentu, dan betapa sempitnya pandangan mereka. "Hidup mereka hanyalah tentang mendapatkan cukup uang untuk menyediakan makanan bagi anak-anak mereka, dan hanya itu," katanya.[21] Connelly mempersiapkan peran tersebut dengan menyewa sebuah apartemen di gedung tempat karakter itu tinggal. Connelly mengasingkan diri, melukis, mendengarkan musik yang menurutnya akan disukai Marion, mendesain pakaian, dan menggunakan waktu tersebut untuk merenungkan tentang kecanduan dan asal-usulnya. Dia juga berbicara dengan para pecandu dan menghadiri pertemuan Narcotics Anonymous bersama seorang teman yang sedang dalam proses pemulihan.[22]
Pengambilan Gambar
Proses syuting berlangsung selama 40 hari[14] dari tanggal 19 April hingga 16 Juni 1999, di lokasi di dalam dan sekitar Coney Island, termasuk boardwalk, taman hiburan, dan Pantai Brighton.[23][24] Untuk menggambarkan penurunan berat badan Sara Goldfarb sepanjang film, Burstyn mengenakan dua kostum gemuk; satu kostum mensimulasikan tambahan berat sebanyak 40 pon (18 kg) dan satu 20 pon (9,1 kg). Burstyn juga menjalani diet selama jeda dua minggu dalam jadwal syuting, yang memungkinkannya untuk menurunkan berat badan sebanyak 10 pon (4,5 kg).[9][21] Para penata rias mendesain sembilan wig dan empat leher palsu untuknya, dengan beberapa bagian prostetik membutuhkan waktu hingga empat jam untuk dipasang.[11] Pakaian Connelly terdiri dari potongan-potongan yang ia buat sendiri selama masa persiapannya untuk peran tersebut.[9]
Selama adegan di toko bahan makanan, pecandu narkoba sungguhan didatangkan sebagai figuran. Aronofsky mengingat bahwa beberapa orang menyuntikkan narkoba ke diri mereka sendiri selama pembuatan film.[11] Salah satu adegan bak mandi terinspirasi oleh film anime karya Satoshi Kon tahun 1997 Perfect Blue.[25] Pasca-produksi juga mencakup sekitar 150 efek khusus, yang dibuat oleh Amoeba Proteus, sebuah perusahaan efek digital yang dibentuk oleh Aronofsky dan teman-temannya.[11][12] Setelah proses syuting selesai, Burstyn berkata, "Saya rasa saya belum pernah menghadapi tantangan sebesar ini dalam sebuah peran—ini lebih sulit dari The Exorcist".[26] Connelly juga berbicara tentang bagaimana "itu sulit, sangat sulit untuk dilalui, secara emosional. Itu melelahkan, menyedihkan, dan tidak nyaman".[16]
Musik
Musik latar film ini digubah oleh Clint Mansell. Aransemen kuartet gesek tersebut ditulis oleh komposer pemenang Penghargaan Pulitzer David Lang, dan dibawakan oleh Kronos Quartet.[27] Soundtrack tersebut dirilis ulang bersamaan dengan albumnya Requiem for a Dream: Remixed, yang berisi remix musik dari berbagai artis termasuk Paul Oakenfold, Josh Wink, Jagz Kooner, dan Delerium.[28] Lagu "Lux Aeterna" adalah komposisi orkestra karya Mansell, leitmotifnya adalah Requiem for a Dream, dan bagian penultimate dalam soundtrack film tersebut. Popularitas karya ini menyebabkan penggunaannya dalam budaya populer di luar film, dalam trailer film dan cuplikan film, dan dengan berbagai remix dan pembuatan ulang oleh produser lain.[29][30]
Penerimaan
Box office
Requiem for a Dream ditayangkan perdana di Festival Film Cannes 2000 pada tanggal 14 Mei 2000,[31] dan Festival Film Internasional Toronto 2000 pada tanggal 13 September[32] sebelum rilis secara luas sebulan kemudian. Di Amerika Serikat, film ini tayang perdana pada tanggal 6 Oktober 2000, dan menghasilkan total pendapatan sebesar $3.635.482, dengan rata-rata $64.770 per bioskop. Di wilayah lain, film ini menghasilkan $3.754.626, sehingga total pendapatan di seluruh dunia mencapai $7.390.108.[4]
Peringkat
Di Amerika Serikat, film ini awalnya diberi peringkat NC-17 oleh Motion Picture Association of America, namun Aronofsky mengajukan banding atas peringkat tersebut, dengan alasan bahwa memotong bagian mana pun dari film tersebut akan mengurangi pesan yang ingin disampaikan. Permohonan banding ditolak, dan Artisan Entertainment memutuskan untuk merilis film tersebut tanpa rating.[33] Versi berperingkat R dirilis dalam bentuk video, dengan adegan seks yang diedit, tetapi bagian film lainnya identik dengan versi tanpa peringkat.
Di Britania Raya, film ini diberi peringkat 18 oleh British Board of Film Classification.[34]
Tanggapan kritikus
Di Rotten Tomatoes, Requiem for a Dream diberi peringkat 79% berdasarkan 180 ulasan, dengan skor rata-rata 7,40/10. Konsensusnya: "Meskipun film ini mungkin terlalu intens bagi sebagian orang, penampilan para aktor yang luar biasa dan visual yang suram sulit untuk dilupakan."[37] Di Metacritic film ini memiliki skor rata-rata tertimbang 71 dari 100 berdasarkan 32 kritikus, yang menunjukkan "ulasan yang umumnya positif".[38]
Kritikus film James Berardinelli menempatkannya sebagai film terbaik kedua dekade ini, setelah The Lord of the Rings.[39] Roger Ebert memberikannya 3½ dari 4, memuji "betapa baiknya [Aronofsky] menggambarkan kondisi mental para pecandunya... sebuah jendela terbuka sejenak ke dunia di mana semuanya baik-baik saja. Kemudian jendela itu tertutup kembali."[40] Elvis Mitchell dari The New York Times menyukai ilustrasi tentang bagaimana "kehidupan para karakter terasa begitu hampa ketika mereka tidak mengonsumsi sesuatu."[41]
Peter Bradshaw dari The Guardian menanggap filmnya "memuaskan secara formal" sekaligus "menggambarkan penyalahgunaan narkoba dengan sangat suram."[42] Peter Travers dari Rolling Stone menulis bahwa penyuntingan dan gambar yang terdistorsi di dalamnya "menyerang indra."[43] Owen Gleiberman dari Entertainment Weekly, memberi nilai "A": "menghipnotis, mencekam, dan intens, sebuah penyelaman visual dan spiritual ke dalam rayuan dan teror." Dia berpikir bahwa film itu "mungkin film pertama yang sepenuhnya menggambarkan bagaimana narkoba mengacaukan hidup kita."[44] Scott Brake dari IGN menulis bahwa film itu "membuat ketagihan" dan "tanpa henti", memuji "teknik sinematik yang brilian (layar terpisah, skema pemotongan silang yang kompleks, visual halusinasi) untuk musik pengiring yang menggetarkan dan menghipnotis karya Clint Mansell (dibawakan oleh Kronos Quartet).[45]
Beberapa kritikus memberikan tanggapan yang kurang positif. Dessen Howe dari The Washington Post tidak berpikir gaya film tersebut dapat "menambah simfoni malapetaka yang monoton ini."[35] David Sterritt dari Christian Science Monitor berpendapat, "Pembuatan film ini menjadi kecanduan pada sinisme yang mencolok... tampak sama linglung dan bingungnya dengan situasi yang ingin dikritiknya."[46] William Arnold dari Seattle Post-Intelligencer menulis "Aronofsky melemparkan seluruh tata bahasa sinema kepada kita seperti seorang mahasiswa film yang sedang diguyur adrenalin: gerakan lambat, gerakan cepat, potongan adegan yang tiba-tiba, dan rangkaian fantasi surealis, close-up tanpa henti yang menyilaukan dari pupil yang membesar, pengambilan gambar aneh dengan kamera genggam." Dia mengagumi gaya penyajiannya, namun menganggap penyuntingannya "brutal dan kontraproduktif".[47]
Beberapa kritikus mengkarakterisasi Requiem for a Dream dalam genre "film narkoba", dengan film-film seperti The Basketball Diaries, Trainspotting, Spun, dan Fear and Loathing in Las Vegas.[48][49]
Referensi
- ↑ McNary, Dave (21 October 2007). "Summit pins 'Wrestler'". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 5, 2021. Diakses tanggal 5 November 2021.
- ↑ "REQUIEM FOR A DREAM (18)". British Board of Film Classification. November 23, 2000. Diarsipkan dari asli tanggal April 16, 2014. Diakses tanggal January 1, 2013.
- ↑ Cox, Dan (19 March 1999). "Artisan, Aronofsky in tune on 'Requiem'". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 7, 2025. Diakses tanggal November 23, 2020.
Budget on "Requiem" is roughly $4.5 million.
- 1 2 "Requiem for a Dream (2000)". Box Office Mojo. January 1, 2002. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 13, 2013. Diakses tanggal February 28, 2022.
- ↑ Jones, Helen (2018-09-17). "10 Actors Who Played The Same Character In Completely Different Movies". WhatCulture.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-07.
- ↑ Dellamaria, Miranda (2014-04-04). "The dA-Zed guide to Darren Aronofsky". Dazed Digital. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Feb 26, 2016. Diakses tanggal 2020-04-29.
- ↑ Stark, Jeff (October 13, 2000). "It's a punk movie". Salon. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 5, 2019. Diakses tanggal July 3, 2019.
- ↑ Lucas, John (2010-09-16). "Treasuring Hubert Selby Jr". The Guardian. ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2020-04-29.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Denson, Thom (2017-09-14). "Stories From The Set: Requiem for a Dream". One Room With A View. Diarsipkan dari versi asli pada August 6, 2020. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑ "BBC – Films – interview – Darren Aronofsky". www.bbc.co.uk. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 26, 2019. Diakses tanggal 2020-03-13.
- 1 2 3 4 Erbland, Kate (2012-02-24). "32 Things We Learned From the 'Requiem For a Dream' Commentary". Film School Rejects. Diarsipkan dari asli tanggal August 6, 2020. Diakses tanggal 2020-03-14.
- 1 2 Kaufman, Anthony (2009-12-01). "Decade: Darren Aronofsky on "Requiem For a Dream"". IndieWire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 17, 2020. Diakses tanggal 2020-03-15.
- ↑ Rebello, Stephen (June 1, 2002). "Through The Eyes Of Faye Dunaway". Movieline. Retrieved October 2, 2016.
- 1 2 "DREAMS FULFILLED: A DARREN ARONOFSKY INTERVIEW". Film Threat. 2000-11-10. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 24, 2019. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑ Florida Film Festival 2018 – An Evening with Ellen Burstyn. Orlando LIVE. 2018-04-18. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 29, 2020. Diakses tanggal 2020-03-13 – via YouTube.
- 1 2 "BBC – Films – interview – Jennifer Connelly". www.bbc.co.uk. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 24, 2019. Diakses tanggal 2020-03-13.
- ↑ Earnshaw, Helen (October 25, 2011). "Marlon Wayans Looks Back On Requiem For A Dream". www.femalefirst.co.uk. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 25, 2018. Diakses tanggal 2020-03-13.
- ↑ "BBC – Films – interview – Jared Leto". www.bbc.co.uk. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 29, 2019. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑ "Jared Leto's Pains on 'Requiem'". Al Bawaba. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 8, 2015. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑ Kirkland, Bruce (2014-02-14). "The starving artist". Jam! Showbiz. Diarsipkan dari asli tanggal 28 September 2015. Diakses tanggal 2020-03-14.
- 1 2 "BBC – Films – interview – Ellen Burstyn". www.bbc.co.uk. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 24, 2019. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑ Current biography yearbook, 2002. Thompson, Clifford (Edisi 63rd annual cumulation). New York: H.W. Wilson. 2002. hlm. 115–118. ISBN 0-8242-1026-3. OCLC 51958585. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
- ↑ "10 Famous Movies Filmed in Coney Island, Brooklyn". A Slice of Brooklyn. 2017-06-09. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 17, 2025. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑ "Famous Brooklyn landmarks that are featured in movies we love". Nooklyn. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 6, 2020. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑ "The cult Japanese filmmaker that inspired Darren Aronofsky". Dazed. August 27, 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 12, 2018. Diakses tanggal November 12, 2018.
- ↑ "Ellen Burstyn: my biggest challenge". Evening Standard. 2001-01-17. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 7, 2024. Diakses tanggal 2022-02-28.
- ↑ "Requiem for a Dream". Kronos Quartet. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 7, 2025. Diakses tanggal 2020-04-29.
- ↑ "Clint Mansell Featuring Kronos Quartet – Requiem For A Dream (Remixed)". Discogs. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 7, 2024. Diakses tanggal 2020-04-29.
- ↑ Smith, C. Molly. "The ubiquitous 'Requiem for a Dream' score is 15 years old". EW.com. Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 10, 2018. Diakses tanggal 6 March 2018.
- ↑ Ebert, Roger (2002-11-17). "The Movie Answer Man". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 4, 2019. Diakses tanggal 2014-01-08.
- ↑ "Official Selection 2000: All the selection". Festival De Canne. 2000. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-12. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑ "25th Toronto International Film Festival Coverage: List of Films (TIFF 2000)". DigitalHit.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 25, 2019. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑ Hernandez, Eugene; Kaufman, Anthony (August 25, 2000). "MPAA Upholds NC-17 Rating for Aronofsky's "Requiem for a Dream"; Artisan Stands Behind Film and Will Release Film Unrated". IndieWire. SnagFilms. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 22, 2012. Diakses tanggal February 28, 2022.
- ↑ "Requiem For A Dream". BBFC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 17, 2025. Diakses tanggal 2022-08-06.
- 1 2 Howe, Dessen (2000-11-03). "A Hopeless 'Dream'". Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 2, 2018. Diakses tanggal 2022-02-28.
- ↑ Glass, Joshua (April 11, 2020). "Jared Leto Reveals His Worst-Kept Secrets". L'Officiel. Diakses tanggal October 14, 2023.
- ↑ "Requiem for a Dream (2000)". Rotten Tomatoes. Fandango Media. Diarsipkan dari asli tanggal December 21, 2014. Diakses tanggal 2025-08-21.
- ↑ "Requiem for a Dream Reviews". Metacritic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 22, 2017. Diakses tanggal 2020-12-10.
- ↑ "Closing out the Decade". ReelViews.net. December 31, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal September 6, 2015. Diakses tanggal July 30, 2025.
- ↑ Ebert, Roger (November 3, 2000). "Requiem for a Dream". RogerEbert.com. Ebert Digital LLC. Diarsipkan dari asli tanggal July 17, 2018. Diakses tanggal May 31, 2018.
- ↑ Mitchell, Elvis (October 6, 2000). "Movie Review: Requiem for a Dream". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal December 16, 2014. Diakses tanggal December 10, 2020.
- ↑ Bradshaw, Peter (January 18, 2001). "Living in Oblivion". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 14, 2014. Diakses tanggal December 13, 2014.
- ↑ Travers, Peter (December 11, 2000). "Requiem for a Dream". Rolling Stone. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 10, 2014. Diakses tanggal February 28, 2022.
- ↑ Gleiberman, Owen (October 13, 2000). "Movie Review: 'Requiem for a Dream' Review". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 14, 2014. Diakses tanggal December 13, 2014.
- ↑ "Review of Requiem for a Dream". IGN. October 20, 2000. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 14, 2014. Diakses tanggal December 14, 2014.
- ↑ Sterritt, David (October 6, 2000). "Two versions of American dream: one warm, one grim". Christian Science Monitor. ISSN 0882-7729. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 5, 2015. Diakses tanggal 2020-12-10.
- ↑ Arnold, William (2000-11-03). "'Requiem' is overdose of junkie slice of life". Seattle-Post Intelligencer. Diarsipkan dari asli tanggal 2001-06-22. Diakses tanggal 2020-03-14.
- ↑
- ↑ Boyd, Susan (2008). Hooked. New York: Routledge. hlm. 97–98. ISBN 978-0-415-95706-9.
Pranala luar
- Requiem for a Dream di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- (Inggris) Requiem for a Dream di Box Office Mojo
- (Inggris) Requiem for a Dream di Metacritic
- Requiem for a Dream di Rotten Tomatoes (dalam bahasa Inggris)
| Sutradara dan penulis naskah |
|
|---|---|
| Hanya sutradara |
|
| Hanya penulis naskah |
|
| Artikel lain |
|
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
