Republik Arab Bersatu (RAB; bahasa Arab:الجمهورية العربية المتحدةcode: ar is deprecated , translit.al-Jumhūriyya al-ʿArabiyya al-Muttaḥida) adalah sebuah negara berdaulat di Timur Tengah dari tahun 1958 hingga 1971. Awalnya, negara ini merupakan persatuan politik jangka pendek antara Mesir (termasuk Gaza yang diperintah Mesir) dan Suriah dari tahun 1958 hingga Suriah memisahkan diri dari persatuan tersebut setelah kudeta Suriah tahun 1961. Mesir secara resmi tetap dikenal sebagai Republik Arab Bersatu hingga secara resmi dibubarkan oleh Anwar Sadat pada bulan September 1971.[1]
Republik Arab Bersatu merupakan langkah pertama mewujudkan sebuah negara Pan-Arab, yaitu gagasan Jamal Abdun Nashir. Ia menjadi seorang pahlawan Arab setelah kemenangan politiknya dalam Krisis Suez1956. Presiden Nashir dan Presiden SuriahSyukri al-Quwatli menandatangani Perjanjian Kesatuan pada tanggal 22 Februari1958. Nashir dilantik sebagai Presiden Republik Arab Bersatu dan Kairo dijadikan ibu kotanya.
Pemerintahan
Pusat pemerintahan Republik Arab Bersatu terletak di Istana Heliopolis yang terletak di Heliopolis, Kairo. Istana Heliopolis sebelumnya digunakan sebagai hotel dan selanjutnya digunakan untuk melaksanakan fungsi pemerintahan Republik Arab Bersatu hingga pembubaran republik tersebut.[2]
Pembubaran
Pada tahun 1961, perebutan kekuasaan di Suriah oleh pihak militer membuat Suriah dikeluarkan dari Republik Arab Bersatu dan menandai berakhirnya republik ini. Nama Republik Arab Bersatu masih ada hingga tahun 1971, pada saat namanya dikembalikan menjadi Mesir.
Referensi
↑Newton, Michael Dawn (2014). Famous assassinations in world history: an encyclopedia. Santa Barbara, California: ABC-CLIO. ISBN978-1-61069-285-4.