Halaman ini memuat daftar penguasa Belanda (bahasa Belanda: Koningen der Nederlanden) sejak 1581 sampai sekarang, mulai dari pemerintahan Republik Belanda hingga ke pemerintahan Kerajaan Belanda. Dengan tambahan secara praktis, daftar ini juga mencakup stadhouder Wangsa Oranye Nassau sejak 1556. Namun, mereka menjabat melalui pemilihan oleh pegawai negeri, dan mereka sendiri merupakan pegawai negeri dan jenderal dari provinsi semi-independen Republik Belanda dan tidak dapat dilihat sebagai raja. Dari Willem IV adalah leluhur langsung dari para penguasa sekarang ketika monarki didirikan pada tahun 1813 (awalnya sebagai Kepangeranan Berdaulat, tetapi pada tahun 1815 sebagai Kerajaan).
Berdirinya Monarki Belanda dapat ditelusuri kembali pada saat penunjukkan Willem I, Pangeran Oranye sebagai penguasa di Holland, Zeeland, dan Utrecht pada tahun 1559 oleh Raja Felipe II dari Spanyol. Namun, ia dikeluarkan dari jabatannya dan menjadi pemimpin Pemberontakan Belanda. Akibatnya, Dewan Negara (Staten-Generaal) menunjuknya sebagai pemimpin di daerah provinsi yang memberontak, Holland dan Zeeland pada tahun 1572. Pada masa Pemberontakan Belanda, sebagian besar provinsi di Belanda mendeklarasikan kemerdekaannya dalam sebuah akta yang ditandatangani di Den Haag pada tanggal 26 Juli 1581 yang disetujui oleh Dewan Negara yang kemudian menjadi Republik Belanda atau Republik Tujuh Provinsi.
Pada tahun 1795, Republik Belanda digulingkan oleh Napoleon Bonaparte dan menggantikannya dengan Republik Batavia. Pada tahun 1806, Napoleon menghapus pemerintahan Republik Batavia dan mendirikan sebuah monarki, Kerajaan Hollandia, dan menjadikan saudaranya sebagai Raja Hollandia. Namun, pada tahun 1810, Napoleon Bonaparte menginvasi Belanda dan menganeksasikan Belanda ke dalam wilayah Prancis. Kemudian pada tahun 1813, pasukan sekutu berhasil mengusir Prancis. Pemerintah Belanda kemudian memanggil Willem Frederik, anak dari Willem V (Kepala Negara terakhir pada masa Republik Belanda), sebagai kepala pemerintahan yang baru.
Willem Frederik kemudian memproklamirkan dirinya sebagai "penguasa kepangeranan". Pada tahun 1815, Willem Frederik menaikkan status Belanda menjadi kerajaan dan menyatakan dirinya sebagai Raja Willem I. Kerajaan Belanda kemudian memperluas wilayahnya ke wilayah Belanda Selatan, yang kemudian menjadi Belgia dan Luksemburg.