Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah museum yang diilhami oleh Dr. H Rahmatsyah yang memiliki kecintaan pada alam dan niatnya mencegah kepunahanhewan langka. Museum ini terletak di Kelurahan Petisah Hulu, Medan Baru, Kota Medan. Konsep pendiriannya sama dengan Safari Club International yaitu konservasi dengan pemanfaatan. Museum ini diresmikan pada tanggal 14 Mei 1999 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Juwono Sudarsono.[2] Museum ini dilakukan perluasan bangunan seluas ±3000 m² dan ±2500 spesies yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 13 November 2007.[3]
Rahmat International Wildlife Museum & Gallery tidak hanya menampilkan koleksi binatang, tetapi juga menekankan pada pentingnya konservasi alam. Sebagian besar hewan yang dipamerkan di museum ini dikumpulkan oleh pemiliknya dari berburu yang diizinkan, dengan mengikuti konsep konservasi berstandar dunia. Dengan biaya masuk yang terjangkau, museum ini menawarkan pengalaman yang edukatif dan menghibur bagi pengunjung yang tertarik dengan keindahan dan keanekaragaman alam.[4]
Ruangan Serangga
Koleksi
Museum ini menampilkan koleksi yang menakjubkan dari berbagai binatang liar yang dilestarikan, yang berasal dari berbagai tempat di seluruh dunia. Museum ini terkenal sebagai galeri satwa liar pertama di Asia Tenggara. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan lebih dari 2000 hewan, baik besar maupun kecil, yang diatur sesuai dengan habitat asli mereka.[5] Salah satu koleksi yang menonjol di museum ini adalah The African Big Five, yang terdiri dari Bull, Elephant, Cheetah, White Rhino, dan Lion. Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi Cats of the World yang menampilkan berbagai jenis kucing dari seluruh dunia.[4]
Koleksi museum diperoleh dari perburuan legal atau binatang yang mati di kebun binatang, pemberian teman maupun pembelian secara legal dari berbagai negara. Jumlah koleksi di museum ini sekitar 500 satwa. Sajian tema-tema khusus sesuai dengan jenis binatang dan habitatnya, di antaranya:[2]
African Big Five, menampilkan lima mamalia terbesar di Afrika yaitu gajah, badak putih, singa, banteng dan macan tutul.[6]
Birds Kingdom, menampilkan berbagai jenis burung.[6]
Bear Room, menampilkan berbagai jenis beruang di daerah tropis maupun Antarktika.[6]
Mountain of Goats Night Safari, menampilkan kehidupan berbagai jenis kambing di malam hari.[6]
Ruangan Insects and Skeletons di Rahmat International Wildlife Museum & Gallery merupakan salah satu bagian edukatif dari museum ini. Ruangan ini menampilkan berbagai koleksi serangga dari berbagai belahan dunia, memberikan pengunjung pandangan yang mendalam tentang kehidupan serangga.[7]
Koleksi yang dipamerkan mencakup berbagai jenis serangga, mulai dari kelelawar malam yang bersinar hingga kupu-kupu yang indah dan kumbang-kumbang yang eksotis. Pengunjung dapat mengamati serangga-serangga ini dari dekat, mempelajari karakteristik mereka dan belajar tentang peran penting mereka dalam ekosistem.[butuh rujukan]
Selain menampilkan serangga, ruangan ini juga memberikan informasi penting tentang pentingnya konservasi serangga dan upaya untuk melindungi habitat alami mereka. Pengunjung dapat memahami peran serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan bagaimana manusia dapat berperan dalam melindungi serangga.[7]
Sementara itu, Ruangan Night Safari dirancang khusus untuk menirukan atmosfer hutan malam yang misterius.Saat memasuki Night Safari, pengunjung akan merasakan seperti berjalan di hutan malam yang gelap.Di dalam Night Safari, pengunjung akan memiliki kesempatan melihat hewan-hewan malam yang berbeda dari yang biasanya terlihat di siang hari. Dengan bantuan pencahayaan yang disesuaikan, mereka dapat melihat aktivitas hewan-hewan seperti burung hantu, kucing malam, dan hewan-hewan lain yang bergerak di kegelapan.[8]
Ruangan ini menyampaikan pesan penting tentang pentingnya pelestarian lingkungan malam hari dan perlindungan terhadap satwa-satwa yang aktif pada waktu tersebut. Pengunjung dapat belajar tentang adaptasi unik hewan-hewan malam dan bagaimana manusia dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Sarana
Museum ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk perpustakaan spesies dan habitat dari berbagai negara, toko suvenir, kafe pemburu, studio foto, dan ruang multi-fungsi yang menampilkan karya-karya legendaris dari seluruh dunia. Sarana yang tersedia di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery di antaranya:[2]
123Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan (2012). Album Budaya: Direktori Museum Indonesia(PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm.628. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)