Yang Berbahagia Dato' Haji Rahim Razali DPMP (Perak); AMN
Lahir
Abdul Rahim bin Mohd Razali 3 Juli 1939 (umur86) Batu Gajah, Perak, Malaysia
Pekerjaan
Pemeran
sutradara
komentator olahraga
pembawa acara olahraga
produser TV
produser film
Tahunaktif
1959–kini
Dato' Haji Abdul Rahim bin Haji Mohd Razali (lahir 3 Juli 1939)[1] adalah seorang aktor film Malaysia, dramawan dan presenter olahraga, sutradara, produser film, produser TV, konsultan naskah, dan penulis. Berbagai penghargaan telah diraihnya di Festival Film Malaysia dan dikenal lewat film-film antara lain Dayang Suhana (1978), Matinya Seorang Patriot (1984), Abang 92 (1993), Puteri Gunung Ledang (2004) dan Munafik (2016).[2] Pada Mei 2019, Harian Metro memasukkannya sebagai salah satu dari 10 aktor senior Malaysia terlaris sepanjang masa.[3]
Kehidupan awal
Dato' Rahim Razali lahir pada 3 Juli 1939 di Batu Gajah, Perak. Ia menerima pendidikan awal di sekolah bahasa Inggris di Anderson School, Ipoh. Kemudian melanjutkan studinya di University of Melbourne selama lima tahun jurusan Chartered Accountancy di bawah Colombo Plan.
Karier
Dia bekerja sebagai asisten penyiaran di Radio Malaya (sekarang Radio Television Malaysia), Tobacco Co. Bhd, di Kementerian Kebudayaan, dan SSC & B Lintas Sdn. Bhd dan perusahaan periklanan rokok SH Benson Advertising Company. Selanjutnya bekerja di Fleet Communication. Rahim mendirikan perusahaannya sendiri Angkatan Seniman Abad XX Sdn Bhd bersama Rohani Zain, mantan pembawa berita RTM pada tahun 1981.
Pada 1950-an ia menjadi penulis naskah dan sutradara drama di sekolahnya. Di Australia, Rahim bergabung dengan Melbourne University Theatre Dub, Brighton Theatre Group, dan Australian Broadcasting Commission. Pada tahun 1963, berperan sebagai Hamlet dalam Hamlet yang merupakan pertunjukan untuk Brighton Thearte Group. Pada tahun 2010 ia menyutradarai musikal Uda & Dara karya Usman Awang. Ia bertanggung jawab untuk menggali dan menonjolkan bakat akting banyak bintang sejak tahun 70-an, dan yang terbaru ia berhasil menampilkan penyanyi populer Misha Omar sebagai bintang teater musikal yang memiliki keseimbangan dalam akting dan menyanyi.
Dia memproduksi 50 drama televisi di RTM dan berakting dalam 15 film. Sejak tahun 1960-an berkelana ke dunia akting di RTM. Sejak 1981 ia telah menyutradarai 8 film dan film-filmnya dipilih untuk mewakili negara di Festival Film Internasional Tokyo, Festival Film Internasional London dan lainnya.
Pada tahun 2010, Rahim diwawancarai dalam acara dokumenter The Untold Truth About Supermokh yang mengungkapkan kisah hidup dan karier pemain sepak bola, Mokhtar Dahari yang disiarkan di National Geographic pada 30 Agustus 2010.[4]
Ia juga pernah menjadi duta besar dan juru bicara Lembaga Penjamin Simpanan Malaysia (PIDM). Rahim juga terkenal dengan perannya sebagai Cikgu Osman dalam sitkom Osman Baku yang menceritakan tentang kegigihan Cikgu Osman dalam memperjuangkan bahasa nasional Malaysia.[5]
Dato' Rahim paling dikenal melalui kolaborasinya dengan Syamsul Yusof dalam film Munafik di mana ia berperan sebagai ayah Ustaz Adam.[6] Ia kembali mensukseskan karakternya dalam kelanjutannya yang ditayangkan pada 30 Agustus 2018.[7] Rahim saat ini sedang mempersiapkan film terbarunya berjudul Melayu yang berkisah tentang politikus Melayu dan penyatuan kembali orang Melayu di negeri ini.[8]
Kehidupan pribadi
Dia tertarik pada olahraga, terutama sepak bola, rugby, hoki, tenis, dan baru-baru ini golf. Kariernya sebagai presenter olahraga dipupuk sejak awal keterlibatannya pada tahun 1965.[9][10]
Rahim menjalani operasi untuk menghilangkan pendarahan di otak pada 31 Oktober 2013 di Sunway Medical Center.[11]