Puteri Indonesia Papua adalah sebuah kontes kecantikan yang ada di provinsi Papua, yang diadakan sejak tahun 1995 dengan nama provinsi Irian Jaya, dan pada tahun 2002 berubah menjadi Papua. Pemenang Puteri Indonesia Papua akan mewakili Papua pada kontes Puteri Indonesia, pemegang saat ini adalah Glorya Stevany dari Kota Jayapura.
Persyaratan
Persyaratan bagi peserta pemilihan Puteri Indonesia:
Peserta daerah harus berdomisili atau berasal dari daerah yang diwakilinya.
Memiliki pengetahuan umum dan berwawasan luas tentang pariwisata dan kebudayaan Indonesia.
Berpenampilan menarik/cantik, cerdas, dan berkepribadian.
Mampu berkomunikasi dalam bahasa asing (terutama Bahasa Inggris) akan memberikan nilai tambah.
Diutamakan yang memiliki keahlian khusus/prestasi pada suatu bidang (misalnya: musik, tari, tarik suara, kepemimpinan, bahasa, dan lain-lain).
Penilaian
Parameter penilaian yang digunakan dalam pemilihan Puteri Indonesia adalah 5B, yaitu:
Brain: Kecerdasan
Beauty: Penampilan yang menarik
Behavior: Perilaku yang baik
Brave: Keberanian
Be Right: Kebenaran
Selain itu, terampil dalam berkomunikasi, dapat berpikir secara rasional, memiliki pengetahuan umum yang luas dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta berwawasan pariwisata.
Daftar Pemenang
Pemegang Gelar
Puteri Indonesia Papua tercatat menorehkan 6 kali kualifikasi semifinal dalam ajang Puteri Indonesia sejak tahun 1992. Prestasi tertinggi Puteri Indonesia Papua di ajang Puteri Indonesia diraih oleh Glorya Stevany Yame Nayoan di tahun 2026 yang meraih gelar Puteri Indonesia Digital & Inovasi. Berikut adalah pemenang Puteri Indonesia Papua sejak tahun 1992:
d Provinsi terkait mengirimkan 2 delegasi, melalui jalur suara tertinggi publik Puteri Indonesia Favorit
Trivia
Christy Anggeline Jawiraka (2007), mewakili Indonesia pada kontes Miss Southeast Asian 2013 di Bangkok, Thailand, dan berhasil menduduki posisi Runner - Up 2, serta penghargaan khusus Miss Friendship.[7]
Pada tahun 2009, Puteri Indonesia Papua dimahkotai kepada Marcelina D Rahawarin [8] asal Kabupaten Mimika pada 1 Juni 2009. Namun digantikan oleh Runner - Up 1 Puteri Indonesia Papua 2009 Dela Ria Silvia Werinussa asal Kabupaten Jayapura.
Maria Fransisca Tambingon (2014), berpartisipasi dalam Putri Parwisata Indonesia 2014, namun belum berhasil meraih posisi, serta penghargaan khusus Putri Photogenic.
Yuliana Pitornella Fotanaba (2018), merupakan Duta Muda ASEAN - Indonesia Provinsi Papua 2017.
Yunita Alanda Monim (2023), merupakan pemenang kontes Duta Wisata Propinsi Papua 2016. Yunita berpartisipasi dalam Duta Wisata Indonesia 2016, dan berhasil meraih posisi 5 Besar.[10]
RIni Anjarwati Kusuma Putri (2024), sebelumnya berkompetisi pada Miss Grand Tourism Indonesia 2022 (mewakili DKI Jakarta), namun belum berhasil meraih posisi, serta penghargaan khusus Miss Enterpreneurship.
↑Winners, Miss Southeast Asian 2013 Official List of (2013-07-25). "Miss Southeast Asian 2013 Official List of Winners". Philippine News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-05-06. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
↑Senin, 01 Juni 2009 09:07 Penulis: Rita Sugihardiyah. "Puteri Lingkungan Hadiri PPI Papua 2009". KapanLagi.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-06. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)