Melaksanakan Kaifiyah:
1. Datang kepada calon guru mursyid untuk meminta izin memasuki tarekatnya dan menjadi muridnya, sebelum datang diwajibkan puasa nazar terlebih dahulu. Hal ini dilakukan sampai memperoleh izin untuk mengamalkannya.
2. Mandi taubat setelah salat Isya sekaligus berwudhu yang sempurna.
3. Salat Hajat dua rakaat dengan niat masuk tarekat. Setelah Al-Fatihah, membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
4. Setelah salam membaca:
اللهم انى اسئلك التوبة الا نابة والاستقامة على الشريعة الغراء و الطريقة البيضاء
Dan dilanjutkan membaca istighfar 25 kali dengan lafadz (Astaghfirullah).
5. Membaca Al-Fatihah sekali dan Surat AI-Ikhlas 3 kali, dengan niat menghadiahkan pahalanya kepada Bahauddin al-Bukhari an-Naqsyabandi, serta memohon pertolongannya mudah-mudahan keinginannya masuk tarekat diterima.
6. Tidur miring kekanan dengan menghadap kiblat. (mengingatkan mati seakan akan lagi di dalam kubur).
Kemudian melaksanakan Baiat Tarekat:
Setelah prosesi tersebut dilaksanakan, maka selanjutnya menghadap calon guru mursyidnya lagi untuk mendapatkan petunjuk dan pengarahan lebih lanjut, yang kemudian setelah itu akan dilakukan talqin zikir atau baiat dari sang guru mursyid itu kepadanya.
Setelah menerima talqin dzikir atau baiat, maka dia sudah tercatat sebagai anggota Tarekat Naqsyabandiyah, yang mempunyai kewajiban untuk mengamalkan Aurad sebagai berikut:
1. Membaca istighfar sebanyak 25 kali.
2. Membaca salawat kepada Nabi Muhammad dengan lafaldz:
صَلُّوْا عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ
3. Membaca Al-Fatihah sekali dan surat Al-Ikhlas 3 kali, yang dihadiahkan kepada para guru mursyid tarekat sejak zaman ini sampai kepada Rasulullah, khususnya Syekh Bahauddin al-Bukhari an-Naqsyabandi.
4. Setelah itu, kedua bibir dirapatkan sambil lidah ditekan dan gigi direkatkan seperti orang mati, dan merasa bahwa inilah nafas terakhirnya sambil mengingat alam kubur dan kiamat dengan berbagai kerepotannya.
5. Rabithah kepada guru Mursyid.
6. Menenangkan dan mengkonsentrasikan hati untuk senantiasa mengingat Allah, munajat dengan hatinya membaca:
الهى انت مقصودى ورضاك مطلوبي
7. Kemudian dengan hatinya mewiridkan Ismudz-Dzat: Allah-Allah-Allah sebanyak 5000 kali, dengan tanpa menggerakkan lidah, bibir, dan seluruh anggota tubuhnya kecuali jari penunjuk untuk menarik hitungan tasbih.
Dan setiap hitungan 100 diselingi membaca:
الهى انت مقصودى ورضاك مطلوبي
8. Setelah selesai wirid, diam sejenak dan rabithah guru mursyid disertai permohonan anugerah barakahnya, kemudian berdoa sebagai berikut:
اللهم يا حي يا قيوم يا بديع السموات والارض ياملك الملك يا ذاالجلال والاكرام صل على سيد نا محمد افضل صلواتك وعدد معلوماتك وعلى اله وصحبه وبارك وسلم كذالك وارزقنا الاءستقامة على الشريعة الغراء والتمسك التام بهذه الطريقة النقشبندية المجددية الخالذية وارزقنا كمال اتباع خير البرية صلىالله عليه وسلم والصدق فى محبة ورثة اولى الخصوصية