Psikosis induksi senyawa (umumnya dikenal sebagai psikosis toksik) adalah bentuk gangguan penggunaan senyawa yang mana psikosis ini dapat dikaitkan dengan penggunaan senyawa. Psikosis ini dihasilkan oleh efek beracun bahan kimia atau obat-obatan, termasuk yang diproduksi oleh tubuh sendiri. Berbagai zat psikoaktif memiliki implikasi dalam menyebabkan atau memperburuk psikosis pengguna.
Tanda dan gejala
Psikosis bermanifestasi sebagai disorientasi, halusinasi visual, dan / atau halusinasi haptik .[1] Ini adalah keadaan yang mana kapasitas mental seseorang dalam mengenali kenyataan, berkomunikasi, dan terhubung dengan orang lain terganggu. Kapasitas dalam menangani tuntutan hidup terganggu. Meskipun ada banyak jenis psikosis, psikosis induksi senyawa dapat diacu kepada bahan kimia tertentu.[2]
Senyawa
Keadaan psikotik dapat terjadi setelah menggunakan berbagai zat legal dan ilegal. Biasanya keadaan tersebut bersifat sementara dan reversibel; psikosis induksi mfluorokuinolon adalah pengecualian. Obat-obatan yang penggunaan, penyalahgunaan, atau pemberhentiannya terlibat dalam psikosis termasuk berikut ini:
F10.5 alkohol:[3][4][5] Alkohol adalah penyebab umum gangguan atau episode psikotik, yang dapat terjadi dalam keracunan akut, alkoholismekronis, pemberhentian obat, eksaserbasi gangguan yang ada, atau reaksi idiosinkrasi akut.[3] Penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan alkohol menyebabkan peningkatan risiko gangguan psikotik 8 kali lipat pada pria dan 3 kali lipat pada wanita.[6][7] Walaupun sebagian besar kasus bersifat akut dan selesai cukup cepat dengan pengobatan dan / atau pemantangan, kasus ini kadang dapat menjadi kronis dan persisten.[3] Psikosis alkoholik terkadang salah didiagnosis sebagai penyakit mental lain seperti skizofrenia .[8]
F12.5 kanabinoid: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanabis dapat memicu psikosis total.[9] Studi terbaru menemukan peningkatan risiko psikosis pada pengguna ganja.[10]
Kode F11.5 dicadangkan untuk psikosis induksi opioid, dan F17.5 untuk psikosis induksi tembakau. Namun, kedua zat tidak secara tradisional dikaitkan dengan induksi psikosis.
Kode F15.5 juga mencakup psikosis induksi kafein meskipun tidak secara khusus tercantum dalam DSM-IV . Ada bukti bahwa kafein, dalam dosis akut yang ekstrem atau ketika disalahgunakan dalam waktu lama, dapat menyebabkan psikosis.[23][24]
JWH-018 dan beberapa kanabinoid sintetis lain, atau campuran yang mengandung mereka ( misalnya "Spice", "Kronic", "MNG" atau "Mr. Nice Guy", "Relaxinol", dll. ).[52] Berbagai senyawa "JWH-..." dalam "Spice" atau "Incense" juga ditemukan dan didapati menyebabkan psikosis pada beberapa orang.[53][54][55]
Mefedron dan obat sejenis amfetamin terkait yang dijual sebagai "garam mandi" atau "makanan tumbuhan".[56]
↑Pitts, Ferris N; Allen, Robert E; Aniline, Orm; Burgoyne, Rodney W (August 1982). "The Dilemma of the Toxic Psychosis: Differential Diagnosis and the PCP Psychosis". Psychiatric Annals. 12 (8): 762–8. doi:10.3928/0048-5713-19820801-07. OCLC5584879101.
↑"Epidemiological analysis of alcohol and drug use as risk factors for psychotic experiences". J. Nerv. Ment. Dis. 178 (8): 473–80. August 1990. doi:10.1097/00005053-199017880-00001. PMID2380692.
↑Cargiulo T (March 2007). "Understanding the health impact of alcohol dependence". Am J Health Syst Pharm. 64 (5 Suppl 3): S5–11. doi:10.2146/ajhp060647. PMID17322182.
↑Schuckit MA (November 1983). "Alcoholism and other psychiatric disorders". Hosp Community Psychiatry. 34 (11): 1022–7. doi:10.1176/ps.34.11.1022. PMID6642446.
↑Degenhardt L (January 2003). "The link between cannabis use and psychosis: furthering the debate". Psychological Medicine. 33 (1): 3–6. doi:10.1017/S0033291702007080. PMID12537030.
↑"Cannabis use and risk of psychotic or affective mental health outcomes: a systematic review". Lancet. 370 (9584): 319–28. July 2007. doi:10.1016/S0140-6736(07)61162-3. PMID17662880.
↑"Bizarre behavior during intracarotid sodium amytal testing (Wada test): are they predictable?". Arquivos de Neuro-Psiquiatria. 62 (2B): 444–8. June 2004. doi:10.1590/S0004-282X2004000300012. PMID15273841.
↑"[Barbiturate withdrawal syndrome: a case associated with the abuse of a headache medication]". Annali Italiani di Medicina Interna (dalam bahasa Italian). 13 (4): 237–9. 1998. PMID10349206. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"Psychosis associated with clonazepam therapy for blepharospasm". The Journal of Nervous and Mental Disease. 170 (2): 117–9. February 1982. doi:10.1097/00005053-198202000-00010. PMID7057171.
↑Brady, K. T.; R. B. Lydiard; R. Malcolm; J. C. Ballenger (December 1991). "Cocaine-induced psychosis". Journal of Clinical Psychiatry. 52 (12): 509–512. PMID1752853.
↑"Caffeine-induced psychosis". CNS Spectrums. 14 (3): 127–9. March 2009. PMID19407709.
↑"Psychosis following excessive ingestion of energy drinks in a patient with schizophrenia". The American Journal of Psychiatry. 167 (3): 353. March 2010. doi:10.1176/appi.ajp.2009.09101456. PMID20194494.
12"[Levofloxacin-induced neurological adverse effects such as convulsion, involuntary movement (tremor, myoclonus and chorea like), visual hallucination in two elderly patients]". Nippon Ronen Igakkai Zasshi (dalam bahasa Japanese). 36 (3): 213–7. March 1999. doi:10.3143/geriatrics.36.213. PMID10388331. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"[Encephalopathy and memory disorders during treatments with mefloquine]". Rev Med Interne (dalam bahasa French). 14 (8): 788–91. 1993. doi:10.1016/S0248-8663(05)81426-2. PMID8191092. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Sexton, J. D.; Pronchik, D. J. (1997). "Diphenhydramine-induced psychosis with therapeutic doses". The American Journal of Emergency Medicine. 15 (5): 548–549. doi:10.1016/S0735-6757(97)90212-6. PMID9270406.
↑Lang, K.; Sigusch, H.; Müller, S. (1995). "Anticholinergisches Syndrom mit halluzinatorischer Psychose nach Diphenhydramin-Intoxikation" [An anticholinergic syndrome with hallucinatory psychosis after diphenhydramine poisoning]. Deutsche Medizinische Wochenschrift (dalam bahasa German). 120 (49): 1695–1698. doi:10.1055/s-2008-1055530. PMID7497894. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Schreiber, W.; Pauls, A. M.; Krieg, J. C. (1988). "Toxische Psychose als Akutmanifestation der Diphenhydraminvergiftung" [Toxic psychosis as an acute manifestation of diphenhydramine poisoning]. Deutsche Medizinische Wochenschrift (dalam bahasa German). 113 (5): 180–183. doi:10.1055/s-2008-1067616. PMID3338401. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Timnak, C.; Gleason, O. (2004). "Promethazine-Induced Psychosis in a 16-Year-Old Girl". Psychosomatics. 45 (1): 89–90. doi:10.1176/appi.psy.45.1.89. PMID14709767.
↑Hall, R. C.; Popkin, M. K.; Stickney, S. K.; Gardner, E. R. (1979). "Presentation of the steroid psychoses". The Journal of Nervous and Mental Disease. 167 (4): 229–236. doi:10.1097/00005053-197904000-00006. PMID438794.
↑Hull P. R.; D'Arcy C. (2003). "Isotretinoin Use and Subsequent Depression and Suicide: Presenting the Evidence". American Journal of Clinical Dermatology. 4 (7): 493–505. doi:10.2165/00128071-200304070-00005. PMID12814338.
↑Bergman, K. R.; Pearson, C.; Waltz, G. W.; Evans R. III (1980). "Atropine-induced psychosis. An unusual complication of therapy with inhaled atropine sulfate". Chest. 78 (6): 891–893. doi:10.1378/chest.78.6.891. PMID7449475.
↑Varghese, S.; Vettath, N.; Iyer, K.; Puliyel, J. M.; Puliyel, M. M. (1990). "Ocular atropine induced psychosis--is there a direct access route to the brain?". Journal of the Association of Physicians of India. 38 (6): 444–445. PMID2384469.
↑Barak, Segev; Weiner, I. (2006). "Scopolamine Induces Disruption of Latent Inhibition Which is Prevented by Antipsychotic Drugs and an Acetylcholinesterase Inhibitor". Neuropsychopharmacology. 32 (5): 989–999. doi:10.1038/sj.npp.1301208. PMID16971898.
↑Ellison Gaylord (1995). "The N-methyl-d-aspartate antagonists phencyclidine, ketamine and dizocilpine as both behavioral and anatomical models of the dementias". Brain Research Reviews. 20 (2): 250–267. doi:10.1016/0165-0173(94)00014-G. PMID7795658.
↑Carey, R. J.; Pinheiro-Carrera, M.; Dai, H.; Tomaz, C.; Huston, J. P. (1995). "l-DOPA and psychosis: Evidence for l-DOPA-induced increases in prefrontal cortex dopamine and in serum corticosterone". Biological Psychiatry. 38 (10): 669–676. doi:10.1016/0006-3223(94)00378-5. PMID8555378.
↑Every-Palmer S (2010). "Warning: legal synthetic cannabinoid-receptor agonists such as JWH-018 may precipitate psychosis in vulnerable individuals". Addiction. 105 (10): 1859–60. doi:10.1111/j.1360-0443.2010.03119.x. PMID20840203.
↑"The synthetic cannabinoid Spice as a trigger for an acute exacerbation of cannabis induced recurrent psychotic episodes". Schizophr. Res. 118 (1–3): 309–10. 2010. doi:10.1016/j.schres.2009.12.001. PMID20056392.
↑Kurzbaum, Alberto; Claudia Simsolo; Ludmilla Kvasha; Arnon Blum (July 2001). "Toxic Delirium due to Datura Stramonium"(PDF). Israel Medical Association Journal. 3 (7): 538–539. PMID11791426. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2007-06-14. Diakses tanggal 2006-10-17.
↑"Persistent psychotic disorder in an adolescent with a past history of butane gas dependence". European Psychiatry. 19 (8): 519–20. December 2004. doi:10.1016/j.eurpsy.2004.09.010. PMID15589716.