Jenis
Psikiatri anak dan remaja
Psikiatri anak dan remaja memiliki fokus untuk menangani masalah anak terhadap emosi dan perilakunya. Karena masalah pada anak tersebut memiliki dampak terhadap fungsi belajar dan sosialisasinya. Masalah tersebut sering tidak dirasakan oleh orang tua secara langsung, sehingga anak dengan masalah ini datang berobat kepada psikiater dalam kondisi yang cukup berat.[2] Gangguan psikiatri pada anak dan remaja dapat menyebabkan seseorang tersebut bunuh diri, depresi, bipolar, skizofrenia, penyalahgunaan zat, gangguan tingkah laku, dan gangguan makan.[3] Metode yang digunakan dalam penanganan perilaku anak dan remaja salah satunya metode Strengths and Difficulties Questionnaire atau disingkat SDQ. Metode SDQ adalah instrumen yang digunakan untuk skrining perilaku yang digunakan untuk anak dan remaja, dengan rentang usia 3-17 tahun. Data skrining tersebut digunakan untuk mengetahui gambaran perilaku anak dan remaja tentang kekuatan dan kesulitan yang dihadapi oleh mereka.[4] Metode SDQ memiliki skala atau dimensi, yang terbagi menjadi lima dimensi, yaitu perilaku prososial, hiperaktivitas, masalah perilaku, gejala emosi, dan hubungan dengan teman sebaya.[5]
Psikiatri geriatri
Geriatri merupakan salah satu cabang dari ilmu kedokteran yang mempelajari tentang kesehatan dan kedokteran bagi masyarakat yang sudah memasuki tahapan lanjut usia, di dalamnya membahas tentang pelayanan kesehatan untuk masyarakat lanjut usia dengan mengkaji semua aspek kesehatan berupa promosi, pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan rehabilitasi.[6] Ciri-ciri pasien geriatri di antaranya sudah memasuki usia 60 tahun, meiliki tampilan klinis yang tidak khas, fungsi organ menurun, gangguan status fungsional (fisik-mental), gangguan nutrisi, dan polifarmasi.[7] Selain itu, tanda dari pasien geriatri yaitu berkurangnya energi dan konsentrasi, serta tidur merasa terganggu,hilangnya nafsu makan, berat badan yang turun, dan keluhan somatik. Orang geriatri sangat mungkin mengalami episode depresi mayor dengan tanda penampilan yang melankolia dengan gejala depresi, hipokondriasis, harga diri yang rendah, perasaan tidak berguna, ide curiga dan adanya ide bunuh diri.[8]
Consultation Liaison Psychiatry
Consultation Liaison Psychiatry atau disingkat CLP adalah cabang ilmu psikiatri yang memiliki peran sebagai penghubung agar menghasilkan kerja sama antara psikiater dengan spesialis yang lainnya. Selain itu, consultation liaison psychiatry memiliki peran untuk mempertahankan psikiatri sebagai disiplin ilmu untuk membantu komorbiditas diagnostik, psikopatologik, dan prognostik di dalam lingkungan medis.[9] CLP juga memiliki tujuan untuk memperdalam aspek psikiatri, baik dalam peninjauan, terapi, diagnosis, pencegahan, riset, maupun pendidikan. Selain itu, bertugas untuk menemukan kasus masalah gangguan kejiwaan.[10]
Psikiatri forensik
Psikiatri forensik merupakan cabang ilmu psikiatri yang membahas tentang penilaian dan perawatan bagi seseorang yang sedang menjalani hukuman di dalam penjara atau rumah sakit khusus. Ahli psikiatri forensik harus memahami tentang hukum dan kesehatan.[11] Di dalam bidang hukum, psikiatri forensik juga berperan dalam hal pembuktian untuk mempertanggungjawabkan pidana, serta berperan dalam penentuan ada atau tidaknya kesalahan terdakwa.[12]
Psikiatri komunitas
Psikatri komunitas merupakan pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat dengan memiliki prinsip dan kebutuhan praktis. Psikiatri komunitas memiliki tujuan untuk menyediakan terapi dan perawatan berbasis kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, psikiatri komunitas juga memberikan pelayanan yang berbasis fakta bagi semua pasien dengan gangguan jiwa.[13] Dalam pelaksanaannya, psikiatri komunitas memiliki prinsip keadilan, terjangkau, memiliki perlindungan terhadap hak asasi manusia, terkoordinasi, programnya berkelanjutan, efektif, membina hubungan lintas sektor, melakukan pembagian wilayah pelayanan, dan bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatan jiwa seluruh populasi di wilayah kerjanya.[14]