Glikoprotein prosaposin dengan berat 70 kilodalton, merupakan prekursor dari 4 glikoprotein lain yang lebih kecil dan tahan panas, yang diperlukan pada proses hidrolisisglikosfingolipid dengan hidrolase lisosomal. Prosaposin diolah di dalam lisosom, kemudian teriris menjadi 4 macam saposin. Prosaposin, saposin C dan berbagai fragmen irisan saposin C, memiliki kapasitas untuk menstimulasi perkembangan selneuritain vitro dan meningkatkan proses mielinasiex vivo.[1] Prosaposin yang tidak terolah, juga ditemukan pada membran integral sel dan sekresi protein dalam air susu ibu, zalir serebrospinal dan plasma seminal.
Prosaposin mengikat lipid pada membran sel yang disebut glikosfingolipid, yaitu sfingolipid yang terdiri dari satu gugus karbohidrat dan dua rantai hidrokarbon, satu rantai berupa asam lemak dan rantai yang lain berupa senyawa organik turunan dari sfingosina. Beberapa jenis glikosfingolipid seperti gangliosida, serebrosida dan sulfatida mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap prosaposin. Gangliosida mengandung asam sialat dan memiliki rasio ekspresi paling tinggi pada membran neuron. Walaupun fungsinya belum banyak dipahami, gangliosida ditengarai merupakan stimulan diferensiasi neural, neuritogenesis dan perbaikan sistem saraf.