Porong adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Porong merupakan pusat ekonomi Sidoarjo bagian selatan dan merupakan pintu masuk utama kabupaten dari arah Pasuruan dan Malang. Porong dilintasi jalur-jalur penting menuju ibu kota Sidoarjo dan Kota Surabaya di utara seperti jalan nasional, jalan arteri, hingga Jalan Tol Surabaya-Gempol yang terdapat Exit Tol Porong.[1][2] Pusat kecamatan ini merupakan kota kecil yang ramai dan terdapat fasilitas penunjang seperti Pasar Porong, Terminal Porong, Stasiun Porong serta berbagai taman kota seperti Taman APKASI dan Taman Dwarakerta.[3] Porong juga merupakan lokasi Pusdik SabharaPolri yang juga dilengkapi dengan rumah sakit.
Porong dikenal luas sebagai pusat dari tragedi banjir lumpur panas Sidoarjo atau lebih dikenal sebagai "Lumpur Lapindo" pada tahun 2006 dan dampaknya masih terasa sampai sekarang. Peristiwa ini awalnya terjadi akibat pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan migas PT Lapindo Brantas. Pengeboran tersebut menyebabkan semburan lumpur yang muncul terus menerus dari dalam tanah dan menenggelamkan pemukiman dan persawahan. Akibatnya, ribuan penduduk dari berbagai desa mengungsi ke tempat lain.[4] Beberapa desa dan kelurahan di Porong dan sekitarnya kemudian dihapus dari peta akibat kekosongan penduduk. Sekarang di sekitar area lumpur dibangun tanggul dan dapat dikunjungi oleh masyarakat.[5]
Porong merupakan lokasi bersejarah dengan banyaknya peninggalan dari masa lalu, terutama dari zaman Hindu-Buddha seperti Candi Pari, Candi Sumur, dan Candi Pamotan. Di antara beberapa candi tersebut, yang paling terkenal adalah Candi Pari karena struktur bangunannya masih berdiri tegak sehingga sekarang menjadi salah satu ikon pariwisata dari Kabupaten Sidoarjo. Candi Pari sendiri merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit dari abad ke-14 yang terletak di Desa Candipari.[6] Pada masa kolonial Belanda, Porong merupakan pusat dari Kawedanan Porong yaitu daerah pembantu bupati Sidoarjo yang membawahi beberapa kecamatan di Sidoarjo selatan yaitu Kecamatan Porong, Jabon, Tanggulangin, Krembung, dan Tulangan.[7]
Geografi
Peta administrasi Sidoarjo
Porong adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Sidoarjo bagian selatan dan memiliki geografi berupa dataran rendah. Nama Porong juga dipakai sebagai nama sungai utama yang melintasi kecamatan ini yaitu Kali Porong. Kali Porong adalah sungai besar yang menjadi pembatas Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Pasuruan. Sungai ini merupakan lanjutan dari Sungai Brantas dan berakhir di Selat Madura. Wilayah Porong memanjang hingga Desa Plumbon di sebelah timur yang dikelilingi oleh kawasan tambak. Beberapa desa dan areal persawahan di Porong tenggelam akibat bencana lumpur Lapindo yang terjadi di 2006 dan saat ini masih belum pulih. Sekarang semburan lumpur tersebut sekelilingnya telah ditanggul sehingga tidak meluber ke wilayah sekitarnya.
Batas wilayah Kecamatan Porong adalah sebagai berikut:[8]
Sebelum terjadi peristiwa lumpur Lapindo, Kecamatan Porong memiliki jumlah desa dan kelurahan yang lebih banyak dari sekarang. Namun, karena terjadi perpindahan penduduk secara besar-besaran dan pemerintahan desa / kelurahan tidak berjalan semestinya, maka desa dan kelurahan berikut ini dihapus dan wilayahnya digabung ke desa tetangga:[9]
Pada 29 Mei 2006, terjadi bencana besar berupa munculnya semburan lumpur panas dari dalam tanah yang disebabkan oleh eksplorasi migas oleh PT Lapindo Brantas. Semburan lumpur panas muncul pertama kali di area persawahan Kelurahan Siring yang jaraknya kurang lebih 150 meter barat daya dari sumur Banjar Panji-1. Dengan cepat semburan meluas hingga menenggelamkan beberapa desa dan areal persawahan di Kecamatan Porong dan sekitarnya.[4] Beberapa lumpur dialirkan ke Kali Porong sehingga sekarang terbentuk sedimentasi di muara sungai seperti Pulau Lusi.[10] Warga yang terdampak kemudian direlokasi ke berbagai desa, salah satunya di Perumahan Renojoyo di Desa Kedungsolo yang mengambil nama dari salah satu desa yang tenggelam yaitu Renokenongo.[11] Banyak desa yang tidak lagi dihuni sehingga dihapus dari peta. Desa dan kelurahan yang dihapus mencakup Renokenongo, Siring, Jatirejo, dan Mindi serta ditambah desa-desa dari kecamatan lainnya.[12]
Tempat terkenal
Gerbang ke Pasar dan Terminal PorongJembatan Kali Porong