Tambak dalam perikanan adalah kolam buatan, biasanya di daerah pantai, yang diisi air dan dimanfaatkan sebagai sarana budidaya perairan (akuakultur). Hewan yang dibudidayakan adalah hewan air, terutama ikan, udang, serta kerang. Penyebutan "tambak" ini biasanya dihubungkan dengan air payau atau air laut. Kolam yang berisi air tawar biasanya disebut kolam saja atau empang.
Kondisi dasar tambak merupakan suatu keadaan fisik dasar tambak beserta proses yang terjadi di dalamnya baik yang menyangkut biologi, kimia, fisika maupun ekologi yang secara langsung maupun tidak langsung ikut berpengaruh pada kehidupan udang maupun organisme lainnya dalam suatu keterkaitan ekosistem perairan tambak.
Irigasi
Sistem irigasi tambak dapat dibagi menjadi tiga, yaitu irigasi sederhana, irigasi semi-teknis, dan irigasi teknis.
Irigasi sederhana
Pada irigasi tambak sederhana, saluran yang mengalirkan air payau
dan saluran pembuang tidak dipisahkan, sehingga menyebabkan pencampuran
Antara air tawar dan laut secara alami.
Irigasi semiteknis
Pada jaringan irigasi semiteknis, terdapat saluran khusus yang
dirancang untuk mencampur air asin dan air tawar secara lebih terencana. Hal ini
Memungkinkan pengelolaan kualitas dan kuantitas air yang lebih optimal, sehingga
petani tambak dapat mengontrol salinitas air.
Irigasi teknis
Pada sistem ini, saluran dan petak irigasi dibagi menjadi beberapa fungsi dan dibedakan letaknya. Antara lain 1) saluran drainase air, 2) saluran irigasi air, 3) saluran pengambilan air laut 4) saluran pengambilan air tawar 5) bak pencampur air laut-air tawar dan 6) bak khusus untuk menampung air payau