Pondok Pesantren Al-Irsyad Islamic Boarding School adalah pondok pesantren dengan kurikulum terpaduk yang terletak di Bulaan Kamba, Nagari Kubang Putih, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pesantren ini didirikan pada tahun 1924 oleh Labai Khatib. Saat ini, Pondok Pesantren Al-Irsyad Islamic menyelenggarakan pendidikan setingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) serta Raudhatul Athfal.
Pondok Pesantren Al-Irsyad Bulaan Kamba berada di bawah yayasan bernama sama yang diketuai oleh Ismail Novel. Sejak tahun 2025, pesantren ini dipimpin oleh H. Ahmad Ikbal, Lc.[1][2]
Sejarah
CIkal bakal
Al Irsyad Islamic Boarding School Bulaan Kamba berawal dari Madrasah Thawalib Bulaan Kamba yang didirikan pada tahun 1924 oleh Labai Khatib. Sesuai namanya, madrasah ini berafiliasi dengan Sumatera Thawalib. Dalam perjalannnya, ketika banyak tokoh Thawalib tertarik ke pusaran politik praktis, Thawalib Bulaan Kamba berubah nama menjadi Islamic School.
Nama Islamic School tidak bertahan lama dan kembali lagi menggunakan nama Thawalib pada 1949. Sistem pendidikan disusun dalam dua jenjang, yaitu: tingkat pertama dengan masa pendidikan empat tahun dan tingkat Kulliyatudin dengan masa pendidikan tiga tahun.
Pendidikan Guru Agama (1957–1981)
Pada 1957, Thawalib Bulaan Kamba bertransofrmasi menjadi Pendidikan Guru Agama (PGA) yang diselenggarakan dalam dua jenjang, yaitu PGA tingkat pertama dengan masa pendidikan empat tahun dan PGA tingkat atas dengan masa pendidikan dua tahun. Periode awal PGA dipimpin oleh Djusna Narullah dan Samin St. Mangkuto.
Penyengaraan PGA Bulaan Kamba terhenti selama terjadinya pergolakan daerah akibat Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dari tahun 1958 hingga 1961. Pimpinan PGA pada masa ini dijabat oleh Kasihan Shaleh. Pimpinan dilanjutkan oleh Muhammad Musyal, BA (1967–1977) dan Mawardi Muhamamd (1978–1988)
Menjadi pesantren (sejak 1981)
Gedung pembelajaran Pondok Pesantren Al-Irsyad Bulaan Kamba
Sejalan dengan kebijakan penataan ulang jenjang pendidikan agama di Indonesia oleh Departemen Agama Republik Indonesia, PGA Bulaan Kamba dipecah menjadi dua satuan pendidikan, yaitu: Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan masa pendidikan tiga tahun, dipimpin oleh Asnidar Dawam; dan Madrasah Aliyah (MA) dengan masa pendidikan tiga tahun, dipimpin oleh Roslina.
Sejak tahun 2012, Madrasah Bulaan Kamba memperbarui kurikulum dan kelembagaan. Pada 2014, madrasah ini resmi menjadi Pondok Pesantren Al-Irysad di bawah yayasan bernama sama yang diketuai oleh Ismail Novel.[3][4]
Pimpinan pesantren
Sejak berdiri hingga sekarang, pesantren ini telah dipimpin oleh sejumlah tokoh, antara lain:
Pada tahun pelajaran 2025/2026, jumlah santri tercatat sebanyak 319 orang, terdiri atas 166 santri laki-laki dan 153 santri perempuan, yang terbagi untuk jenjang tsanawiyah dan aliyah.
Pesantren ini memiliki 54 tenaga pengajar (ustaz dan ustazah) dengan latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Al-Azhar Kairo, IAIN/UIN Bukittinggi, Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, dan institusi pendidikan lainnya.
Fasilitas
Masjid Pondok Pesantren Al-Irsyad Bulaan Kamba
Pesantren ini memiliki 12 ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan perpustakaan. Terdapat 3 unit asrama santri dan 1 masjid. Fasilitas pendukung: meliputi pos kesehatan pesantren, aula, kantin, dan lapangan olahraga.[5][6]