PofercisSajian pofercis dengan taburan gula halus.
Pofercis[1] adalah makanan penutup khas Belanda yang teksturnya mirip dengan pancake dengan nama Belanda poffertjes . Pancake dibuat dengan pan datar, sedangkan pofercis menggunakan cetakan dengan bentuk bulat cembung.[2] Di Belanda, pofercis biasa disajikan sebagai hidangan selamat datang dan sering dinikmati pada hari-hari spesial seperti festival musim panas, hari libur nasional, hingga Hari Raya Natal. [2]
Bahan dan cara memasak
Memasak pofercis.
Pofercis terdiri atas bahan tepung, tepung buckwheat, susu, sirup, telur, ragi, garam, mentega, gula. Bahan yang sederhana membuat pofercis dianggap sebagai makanan orang miskin dan disajikan hanya dengan taburan gula halus.[2]
Pofercis dimasak dengan bantuan cetakan khusus yang terbuat dari besi tempa atau tembaga yang memiliki lubang-lubang kecil tempat adonan dimasak. Adonan ini dibalikkan dengan garpu khusus yang kecil dan panjang.
Asal Usul dan Perkembangannya
Ilustrasi pohon buckwheat.
Pofercis pertama kali dimasak oleh para biarawan Perancis pada tahun 1720 di dekat kota Woerden, Belanda. Karena bahan utama pofercis kala itu adalah buckwheat dengan nama latin Fagopyrum esculentum Moench yang dapat tumbuh di tanah yang gersang. Para petani dan masyarakat yang kurang mampu mengkonsumsinya dan dianggap sudah cukup untuk mengisi perut.[3]
Pofercis dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia pada masa Hindia Belanda sekitar abad ke-16. Secara historis, para misionaris memperkenalkan kuliner Belanda di Nusantara melalui pengabdian mereka yakni membantu masayarakat yang kurang mampu melalui penyediaan makanan, rumah, hingga pekerjaan. Selain itu, masyarakat Eropa dan para priyayi memiliki peranan dalam menyebarluaskan budaya Belanda di Nusantara, termasuk di bidang kuliner.[3]
Bentuk kue cubit yang mirip pofercis.
Di Nusantara, salah satu kue yang berbahan dasar seperti pofercis adalah kue cubit. Kue cubit dianggap sebagai modifikasi pofercis, yang juga dimasak menggunakan cetakan besi berbentuk bulat. Selama proses pemasakan, kue cubit dibalik menggunakan garpu atau penjepit.[4]