Pinang kera paya (Pinanga patula) adalah tumbuhan sejenis pinang yang tergolong dalam genus Pinanga. Di Indonesia, ia dikenal dengan nama-nama seperti bĕbiong, urai pulau, pinang bancang (Palemb.), pinang kĕlandau (Kalimantan), bĕrtam (Kubu).[2] Walaupun namanya serupa, pinang kera paya tidak berkerabat dengan pinang kera (Iguanura macrostachyaBecc.).
Deskripsi
Pinang kera paya berbatang kecil dan tingginya hanya 4 meter.[2][3] Diameter batang 1–3cm, panjang ruas 10cm, jarak antar ruas 10cm, batang berwarna abu-abu kecoklatan.[4] Pangkal batang pinang kera paya berselantar, tetapi menjalar di permukaan tanah. Tunas-tunas selantar ini dapat berkembang menjadi tumbuhan yang baru. Oleh sebab itu, tumbuhan ini berkelompok. Seperti kebanyakan palem, daunnya seperti sirip. Pelepah daun seperti seludang. Panjang tajuk pelepah mencapai 30cm, menggembung di bagian bawah, warnanya hijau-kekuningan, jumlah daun terletak di pangkal buah. Helaian daun tersusun teratur, dan pangkal sampai mendekati ujung terdiri atas 1-2 tulang daun, di bagian ujung berpasangan. Perbungaannya berbentuk malai, warna bunganya merah-jambu, pangkal tandan berwarna merah. Sewaktu muda, buah berwarna hijau dan sesudah tua berwarna merah.[3][4]
Pada zaman Heyne dahulu -terutama zaman Hindia Belanda, batang-batang pinang bancang yang ramping ini—setelah diasapi—dijadikan gagang tombak. Juga, dengan pangkal akar digali, batang ini kemudian diolah menjadi tongkat. Namun, tumbuhan ini masih kalah kualitas batangnya apabila dibandingkan dengan pinang kerah (Pinanga malaiana Scheff.).[2] Sebagai tanaman hias, jenis ini belum begitu dikenal. Akan tetapi bentuk tajuknya dan badannya yang indah memungkinkan tumbuhan ini dikembangkan sebagai tanaman hias dan kalau dikehendaki, tumbuhan ini bisa saja ditanam dalam pot.[3]
↑Loftus, C. 2013. Pinanga patula. In: IUCN 2013. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.1. <www.iucnredlist.org>. Diakses tgl 20 August 2013.