Phaeoceros adalah genuslumut tanduk dalam familiNotothyladaceae. Genus ini tersebar di seluruh dunia. Namanya berarti 'tanduk kuning', yang merujuk pada spora kuning khas yang dihasilkan oleh tanaman ini di dalam sporofit berbentuk tanduk. Genus Phaeoceros pertama kali diakui pada tahun 1951 oleh Johannes Max Proskauer. Spesies tipe dari genus ini adalah Phaeoceros laevis. Genus ini dibedakan dengan memiliki spora berwarna kuning, struktur kloroplas yang berbeda, talus yang relatif kurang berkerut jika dibandingkan dengan Anthoceros, dan relatif tidak adanya rongga internal pada Phaeoceros.
Warna kuning pada spora adalah cara termudah untuk membedakan Phaeoceros dari genus umum Anthoceros, yang menghasilkan spora berwarna cokelat tua hingga hitam. Phaeoceros sering disalahartikan sebagai Anthoceros, dan spesimen tanaman yang kering sangat sulit untuk dibedakan, namun kedua genus tersebut selalu dapat dikenali saat fertil dan matang dengan melihat sporanya. Saat dalam kondisi steril, karakteristik pembedanya adalah tidak adanya lakuna (celah di dalam jaringan) di dalam talus, yang mana pada Anthoceros lakuna tersebut berukuran besar dan berjumlah banyak.[1]