Setelah Jugis kembali ke Carolina Utara pada 1984, keuskupan menugaskannya menjadi vikaris parokial Paroki Santo Leo Agung di Winston-Salem. Pada tahun berikutnya, ia dipindahkan ke Paroki Santo Yohanes Neumann di Charlotte. Pada 1985, Uskup John Donoghue mengangkat Jugis menjadi hakim di pengadilan perkawinan.[1]
Jugis kemudian mengabdi di Carolina Utara dalam penugasan pastoral berikut ini:
pastor Paroki Kanak-Kanak Suci di Reidsville dari 1993 sampai 1996
pastor Paroki Ratu Para Rasul di Belmont dari 1996 sampai 1997
administrator Paroki Roh Kudus di Denver dari 1998 sampai 1999
pastor Paroki Bunda dari Lourdes di Monroe dari 1999 sampai 2003[1]
Uskup Charlotte
Universitas Kepausan Gregorian, Roma, Italia (2006)
Pada 1 Agustus 2003, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Jugis menjadi uskup Charlotte keempat. Pada 24 Oktober 2003, Jugis menerima penahbisan episkopal di Gereja Santo Matius di Charlotte dari Donoghue, dengan Uskup William Curlin dan Francis Gossman bertugas sebagai ko-konsekrator.[1][2]
Pada 2013, Survivors Network of those Abused by Priests (SNAP) mengkritik Jugis karena tak memperingatkan keluarga-keluarga di keuskupan mereka tentang Raymond P. Melville, seorang mantan imam Katolik yang dipindahkan ke Carolina Utara. Melville sebelumnya dituduh melakukan pelecehan seksual di Maine dan Maryland.[3][4]
Pensiun dan warisan
Jugis mengajukan pengunduran dirinya dari jabatan uskup Charlotte ke Vatikan pada Juni 2023, dengan alasan kondisi ginjal yang krnis yang menghalanginya untuk menjalankan tugas-tugasnya. Jugis adalah uskup dengan masa jabatan terpanjang di keuskupan tersebut, yang menjabat selaam lebih dari 20 tahun.[5]Paus Fransiskus menerima pengunduran dirinya pada 9 April 2024.[6]
Referensi
1234567"Biography". Diocese of Charlotte (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-01-06.