Representasi larik ortogonal
Persegi Latin dapat disajikan dalam bentuk himpunan, disebut dengan larik ortogonal, dengan membuat tripel
untuk setiap elemen di persegi Latin. Pada tripel ini,
menyatakan urutan baris,
menyatakan urutan kolom, dan
menyatakan simbol pada baris ke-
dan kolom ke-
. Sebagai contoh, representasi larik ortogonal dari persegi Latin
adalah {(1, 1, 1), (1, 2, 2), (1, 3, 3), (2, 1, 2), (2, 2, 3), (2, 3, 1), (3, 1, 3), (3, 2, 1), (3, 3, 2) }. Larik ortogonal umumnya ditulis dalam bentuk tabel, dengan setiap baris berisi nilai-nilai tripel, sebagai contoh:
| r |
c |
s |
| 1 |
1 |
1 |
| 1 |
2 |
2 |
| 1 |
3 |
3 |
| 2 |
1 |
2 |
| 2 |
2 |
3 |
| 2 |
3 |
1 |
| 3 |
1 |
3 |
| 3 |
2 |
1 |
| 3 |
3 |
2 |
Persegi Latin dapat didefinisikan dengan menggunakan larik ortogonal:
persegi Latin adalah himpunan dari
tripel
, dengan
, dan memenuhi: setiap pasangan berurut
bernilai unik, setiap pasangan
bernilai unik, dan setiap pasangan
bernilai unik.
Banyak persegi Latin
Tidak ada rumus sederhana untuk menghitung nilai
, yakni banyaknya persegi Latin berukuran
berisi simbol-simbol
. Nilai batas atas dan batas bawah terbaik untuk
memiliki jarak yang besar. Salah satu hasil[5] menyatakan bahwa
Sebuah rumus eksplisit dan sederhana untuk banyak persegi Latin diterbitkan pada tahun 1992, tetapi sulit untuk dihitung karena banyak suku yang bertambah secara eksponensial. Rumus ini menyatakan banyaknya persegi Latin berukuran n × n adalah
dengan Bn menyatakan himpunan semua matriks binear berukuran n × n,
menyatakan banyak elemen nol di matriks
, dan
adalah permanen dari matriks
.[6]