Periostitis, yang juga dikenal sebagai periostalgia, adalah suatu kondisi medis yang disebabkan oleh peradangan pada periosteum, yaitu lapisan jaringan ikat yang melapisi tulang.[1] Kondisi ini umumnya bersifat kronis dan ditandai dengan nyeri tekan, pembengkakan pada tulang, serta rasa sakit.
Penyebab
Periostitis akut disebabkan oleh infeksi, ditandai dengan pembentukan nanah yang menyebar, nyeri hebat, dan gejala sistemik, serta biasanya berujung pada nekrosis. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan, seperti pada sindrom stres tulang tibia medial (juga disebut periostalgia tibia, periostalgia soleus, atau shin splints). Infeksi kongenital sifilis juga dapat menyebabkan periostitis pada bayi baru lahir. Osteoartropati hipertrofik juga dapat menyebabkan periostitis.
Sejarah
Bukti periostitis yang ditemukan dalam catatan fosil diteliti oleh paleopatolog, spesialis penyakit dan cedera kuno. Periostitis telah ditemukan pada buaya Borealosuchus formidabilis dari periode Kapur-Eocene akhir, yang sebelumnya dikenal sebagai Leidyosuchus. Dalam satu studi, periostitis merupakan patologi paling umum pada spesies ini, dengan 134 kasus kondisi tersebut dari 7.154 tulang yang diperiksa oleh para ilmuwan menunjukkan bukti adanya kondisi tersebut. Periostitis juga telah didokumentasikan pada dinosaurus, termasuk anggota tubuh depan yang merujuk pada Camarasaurus grandisberleher panjang, serta tulang belikat dinosaurus bertanduk.[2]