Pesawat peringatan diniSebuah pesawat peringatan dini E-3 Sentry milik USAF
Pesawat peringatan dini (bahasa Inggris: Airborne Early Warning atau AEW) adalah sebuah sistem radar yang dibawa oleh sebuah pesawat terbang yang dirancang untuk mendeteksi pesawat terbang lain. Radar ini dapat membedakan antara pesawat terbang kawan dan pesawat terbang musuh dari jarak jauh. Pesawat peringatan dini digunakan dalam operasi penerbangan defensif maupun ofensif. Secara ofensif, sistem ini bertugas untuk mengarahkan pesawat tempur ke targetnya. Secara defensif, sistem bertugas untuk mengawasi serangan musuh.
E-767 AWACS (Jepang)E-3 SentryAntena AN/APY-1/2 AWACS, Sistem Peringatan dan Kontrol Udara - Museum Elektronik Nasional, Maryland, USA. Versi perbaikan dari AN/APY-1 pada basis elemen modern adalah APY-2. Selama waktu ini, 68 stasiun telah diproduksi dan dipasang pada pesawat E-3 Sentry, termasuk modifikasi dari AN/APY-2. Radar dengan subsistem pemrosesan data pada komputer terpasang 4PiCC-1, yang dikembangkan oleh IBM , menyediakan pelacakan stabil hingga 100 target secara bersamaan. Operator radar dapat mengenali pesawat sipil dan militer, mengidentifikasi pesawat musuh di antara mereka, melacak mereka (termasuk pada ketinggian rendah terlepas dari medan), mengendalikan dan memberikan informasi penargetan ke pesawat mereka di area yang sama
Beberapa negara mempunyai sistem pesawat peringatan dininya masing-masing. E-3 Sentry dan Grumman E-2C Hawkeye adalah pesawat terbang peringatan dini yang populer. Sentry dibuat oleh Boeing Defense and Space Group (sekarang Integrated Defense Systems) dan secara internasional dianggap sebagai standar pesawat peringatan dini. E-3 Sentry dibuat berbasiskan Boeing 707. E-2 Hawkeye yang memasuki dinas pada 1965 merupakan pesawat peringatan dini yang paling banyak digunakan. Pertahanan Udara Jepang menggunakan teknologi E-3 yang diaplikasikan ke Boeing 767.[1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18]
Britania Raya juga mengembangkan pesawat peringatan dininya sendiri yaitu Nimrod AEW.3, yang dikembangkan oleh De Havilland. Akan tetapi, program Nimrod AEW kemudian dibatalkan.
RAAF (Angkatan Udara Australia) menggunakan pesawat terbang berbasis Boeing 737 di bawah Project Wedgetail. Tidak seperti E-2 dan E-3, Wedgetail tidak memiliki rotodome.
Hanya ada tiga pesawat peringatan dini berbasis helikopter. Salah satunya adalah helikopter Angkatan Laut Britania RayaWestland Sea King ASaC7. Satuan helikopter ini tergabung dalam Kapal induk kelas Invincible (HMS Illustrious dan HMS Ark Royal). Pembuatan Sea King ASaC7, dan sistem sebelumnya yaitu AEW.2 dan AEW.5 adalah konsekuensi dari pelajaran yang didapat oleh Royal Navy yang dikirim ke Samudera Atlantik tahun 1982 dalam Perang Falklands. Kurangnya cakupan sistem peringatan dini pada waktu ini menjadi salah satu kendala utama.
Helikopter lainnya adalah Ka-31 Helix-B buatan Rusia yang digunakan antara lain oleh Angkatan Laut India pada Frigat Krivak-III. Helikopter ini menggunakan peralatan radar E-801M Oko (Eye) yang dapat melacak sampai dengan 20 target di udara dalam waktu bersamaan dari jarak 150km serta kapal permukaan dari jarak 250km. Angkatan Udara India memesan tiga buah IAI Phalcon pada 2004 yang akan dikirim pada 2007. India juga mengembangkan sistem pesawat peringatan dininya sendiri yang akan digunakan pada 2010.
Pesawat peringatan dini berbasis helikopter yang paling modern adalah AgustaWestlandEH101 dari Angkatan Laut Italia.
Beberapa sistem pesawat peringatan dini memiliki fitur tambahan sebagai fungsi komando dan pengendali. Salah satunya yaitu AWACS AS.
Pesawat nirawak peringatan dini
MQ-9B SkyGuardian
MQ-9B SkyGuardian adalah pesawat tanpa awak (UAV) generasi berikutnya yang dirancang untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) selama 40+ jam, mampu beroperasi di semua jenis cuaca, dan berintegrasi dengan aman ke dalam ruang udara sipil. Pesawat ini merupakan evolusi dari MQ-9 Reaper yang dapat digunakan untuk berbagai misi militer dan sipil, termasuk misi kemanusiaan, penyelamatan, penegakan hukum, dan pengawasan maritim (dalam konfigurasi SeaGuardian).[19][20]
SkyGuardian di Lapangan Udara Angkatan Darat Laguna untuk pengujian dan sertifikasi, termasuk rekor ketahanan 48,2 jam dan sertifikasi FAA pertama untuk pesawat nirawak yang terbang di wilayah udara sipil.[21]
MQ-9B SkyGuardian mampu terbang di atas cakrawala (beyond-line-of-sight) melalui satelit hingga lebih dari 40 jam. MQ-9B SkyGuardian dirancang untuk multi-peran dan dapat dilengkapi dengan berbagai muatan, seperti radar dan sensor, serta dapat dikonfigurasi untuk misi maritim (SeaGuardian). Merupakan sistem pesawat nirawak pertama yang disertifikasi tipe (type-certifiable) dan dapat diintegrasikan ke dalam ruang udara sipil, mematuhi standar NATO (STANAG 4671) dan peraturan sipil di AS dan negara lain. MQ-9B SkyGuardian melayani berbagai misi, termasuk ISR, perang elektronik, pencarian dan penyelamatan, serta pengawasan maritim, dengan kemampuan untuk perburuan dan penargetan (seperti rudal AGM-114 Hellfire). Dilengkapi dengan radar Lynx® Multi-mode, sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR) canggih, dan kemampuan lepas landas dan mendarat otomatis.
Penggunaan Radar GCI dan AWACS
Radar GCI (Ground Controlled Interception) dan AWACS (Airborne Warning and Control System) adalah dua sistem pertahanan udara yang berbeda namun saling melengkapi. GCI adalah sistem berbasis darat yang mengarahkan pesawat pencegat untuk mencegat target udara, sementara AWACS adalah sistem berbasis udara yang memberikan peringatan dini, pemantauan wilayah udara, dan pengendalian pesawat tempur dari jarak jauh. Radar GCI menjadi komponen penting dalam doktrin peperangan modern yang berbasis pada jaringan (Network Centric Warfare), di mana informasi dan data ditransmisikan secara real-time antara pusat komando dan unit tempur. Sistem GCI tumbuh dalam ukuran dan kecanggihan selama era pascaperang, sebagai respons terhadap ancaman serangan nuklir yang luar biasa. Sistem SAGE AS mungkin merupakan upaya yang paling rumit, menggunakan komputer yang mengisi gedung yang terhubung ke lusinan radar dan sensor lain untuk mengotomatiskan seluruh tugas mengidentifikasi lintasan pesawat musuh dan mengarahkan pesawat pencegat atau rudal permukaan-ke-udara ke arahnya. Dalam beberapa kasus, SAGE mengirim perintah langsung ke autopilot pesawat, membawa pesawat dalam jangkauan serangan sepenuhnya di bawah kendali komputer. Mitra RAF, ROTOR sebagian besar tetap merupakan sistem manual.
GCI dan AWACS adalah sistem pertahanan udara yang penting. GCI berfokus pada pengendalian intersepsi, sementara AWACS memberikan gambaran yang lebih luas dan kemampuan kontrol yang lebih fleksibel. Keduanya saling melengkapi untuk memastikan keamanan wilayah udara. GCI biasanya dilengkapi dengan keberadaan radar peringatan dini yang sangat besar , yang dapat memberi tahu GCI tentang pesawat musuh yang datang beberapa jam sebelum pesawat itu tiba, sehingga memberikan cukup waktu untuk mempersiapkan dan meluncurkan pesawat serta mengaturnya untuk melakukan intersepsi baik dengan menggunakan radar mereka sendiri atau dengan bantuan stasiun radar biasa setelah pesawat-pesawat itu mendekati jangkauan mereka. Contoh dari jenis sistem ini adalah radar over-the-horizon Jindalee milik Australia . Radar semacam itu biasanya beroperasi dengan memantulkan sinyalnya dari lapisan-lapisan di atmosfer.
Radar GCI (Ground Controlled Interception) PT Len adalah produk unggulan dari PT Len Industri (Persero) yang berfungsi sebagai "mata" pertahanan udara Indonesia. Radar ini bekerja sama dengan Thales dalam pengadaan 13 unit radar GCI untuk Kementerian Pertahanan RI. Radar GCI mampu mendeteksi ancaman udara seperti pesawat terbang, drone, dan rudal pada jarak lebih dari 400 kilometer.
AN/APY-10 Pengembangan evolusioner yang sangat dimodernisasi dari radar pengintaian maritim Raytheon APS-149 oleh Raytheon untuk P-8 Poseidon[26][27]
AN/APY-11 sebutan AS untuk Elta EL/M-2022[28] radar maritim, pesisir, dan pengawasan yang diproduksi bersama oleh ITT Exelis untuk mendukung pesawat Pengawasan Jarak Jauh HC-130JUnited States Coast Guard[29]
Polmar, Norman (December 1978). "The U.S.Navy: Shipboard Radars". United States Naval Institute Proceedings.
Polmar, Norman (July 1981). "The U.S.Navy: Sonars, Part 1". United States Naval Institute Proceedings.
Routledge, Brig N. W., History of the Royal Regiment of Artillery: Anti-Aircraft Artillery 1914–55, London: Royal Artillery Institution/Brassey's, 1994, ISBN1-85753-099-3
Sayer, Brig A. P., Army Radar, London: War Office, 1950.
Davies, Ed. "AWACS Origins: Brassboard – Quest for the E-3 Radar". Air Enthusiast. No.119, September/October 2005. Stamford, Lincs, UK: Key Publishing. hlm.2–6. ISSN0143-5450.
Gibson, Chris (2011). The Admiralty and AEW: Royal Navy Airborne Early Warning Projects. Blue Envoy Press. ISBN978-0956195128.