Pada tahun 1990-an, sejarawan mengira Perdamaian Panjang adalah efek Perang Dingin semata.[3][8][9] Namun, ketika Perang Dingin berakhir, efek ini berlanjut dan diberi istilah "Perdamaian Baru".[10] Dalam periode ini, manusia mengalami kestabilan dan kedamaian yang lebih besar selama lebih dari seperempat abad. Selain itu, ada pula peningkatan di beberapa bidang, misalnya jumlah kudeta dan penindasan terus berkurang dan masa berlaku perjanjian damai semakin panjang.[10] Meski perang saudara dan konflik militer kecil masih ada, konflik langsung antara negara-negara ber-PDB tinggi tidak ada lagi. Negara-negara kaya justru terlibat dalam konflik kawasan kecil melawan negara-negara miskin. Konflik yang melibatkan negara-negara ber-PDB kecil juga berkurang perlahan.[11] Secara keseluruhan, jumlah perang antarnegara berkurang dari enam/tahun pada 1950-an menjadi satu/tahun pada 2000-an. Jumlah korban jiwa turun dari 240 per satu juta jiwa menjadi <10 per satu juta jiwa.[2][11]
Dalam buku The Better Angels of Our Nature, Steven Pinker menulis bahwa Perdamaian Panjang adalah bagian dari tren sejarah yang telah berlangsung sejak awal sejarah.[2][12] Argumen ini juga didukung oleh sejumlah ahli.[11][13] Meski mereka umumnya sepakat umat manusia sedang menikmati Perdamaian Panjang dan jumlah perang terus berkurang sejak 1950-an,[2][11] argumen umum Pinker tidak lepas dari kritik.[11] Kritikus mengatakan bahwa manusia butuh perdamaian relatif yang lebih panjang untuk memastikan keberadaannya. Mereka juga menyoroti kemunduran-kemunduran seperti bertambahnya korban jiwa antara 2011 dan 2014 akibat Perang Saudara Suriah.[10] Meski buku Pinker sudah populer, hampir seluruh informasi tentang Perdamaian Panjang dan tren sejarah serupa belum diketahui publik. Bebreapa penelitian menunjukkan bahwa masyarakat salah mengira (mispersepsi) bahwa dunia semakin berbahaya.[10][11]
↑Lebow, Richard Ned (Spring 1994). "The Long Peace, the End of the Cold War, and the Failure of Realism". International Organization. 48 (2): 249–277. doi:10.1017/s0020818300028186. JSTOR2706932.
↑Gaddis, John Lewis (1986). "The Long Peace: Elements of Stability in the Postwar International System". International Security. 10 (4): 99. doi:10.2307/2538951. ISSN0162-2889.
↑Vasquez, John A; Kang, Choong-Nam (2012). "How and why the Cold War became a long peace: Some statistical insights". Cooperation and Conflict. 48 (1): 28–50. doi:10.1177/0010836712461625. ISSN0010-8367.
12Inglehart, Ronald F; Puranen, Bi; Welzel, Christian (2015). "Declining willingness to fight for one's country". Journal of Peace Research. 52 (4): 418–434. doi:10.1177/0022343314565756. ISSN0022-3433.
↑Duffield, John S. (2009). "Explaining the Long Peace in Europe: the contributions of regional security regimes". Review of International Studies. 20 (04): 369. doi:10.1017/S0260210500118170. ISSN0260-2105.