Britania berhasil mengusir musuhnya di jajahan-jajahan dan menguasai Prancis Baru, Florida Spanyol, beberapa pulau di Karibia, Senegal, serta memperoleh keunggulan dari pos Prancis di India. Penduduk asli Amerika tidak diikutkan dalam perjanjian damai, dan tak dapat memperoleh status seperti semula sebagai akibat dari pemberontakan Pontiac. Di Eropa, Frederick II dari Prusia gagal menuntaskan serangan awalnya terhadap Austria, dan lawannya yang jumlahnya lebih unggul hampir menghancurkan angkatan bersenjata Frederick di Kunersdorf. Namun, Frederick berhasil bangkit dan memulihkan status quo ante bellumcode: la is deprecated . Pernyataan William Pitt bahwa "Amerika dimenangkan di Jerman" merujuk kepada upaya militer Prusia yang membuat Britania mampu memfokuskan diri dalam mencapai keunggulan angkatan laut dan membatasi keterlibatannya di daratan Eropa. Prancis dan sekutunya mampu menduduki wilayah Prusia dan Hanover hingga ke Frisia Timur, tetapi ambisi Prancis untuk menyerang daratan Britania dipatahkan oleh blokade laut Britania, yang juga mengganggu jalur persediaan ke koloni-koloni Prancis. Keterlibatan Spanyol malah mengakibatkan negara tersebut kehilangan Florida, meskipun memperoleh Louisiana Prancis sebagai gantinya.
Referensi
↑"British History in depth: Was the American Revolution Inevitable?". BBC History. Diakses tanggal 21 July 2018. Pada tahun 1763, warga Amerika dengan gembira merayakan kemenangan Inggris dalam Perang Tujuh Tahun, bersuka cita atas identitas mereka sebagai orang Inggris dan dengan cemburu menjaga hak-hak mereka yang dirayakan besar-besaran yang mereka yakini mereka miliki berdasarkan keanggotaan dalam apa yang mereka lihat sebagai kekaisaran terbesar di dunia..