ENSIKLOPEDIA
Pengguna:BONE2024/Bak pasir/Kejuaraan Senior Dunia FIFA 2026
Artikel atau sebagian dari artikel ini terkait dengan suatu acara olahraga yang akan datang. Informasi di halaman ini bisa berubah setiap saat (tidak jarang perubahan yang besar) seiring dengan mendekatnya masa pelaksanaan. |
| 2026 World Senior Championship (Inggris) | |
|---|---|
| Informasi turnamen | |
| Tuan rumah | |
| Jadwal penyelenggaraan | 17 Agustus - 25 September 2026 |
| Jumlah tim peserta | 48 (dari 6 konfederasi) |
| Tempat penyelenggaraan | 16 (di 13 kota) |
| Statistik turnamen | |
| Jumlah pertandingan | 104 |
Kejuaraan Senior Dunia FIFA 2026 adalah edisi ke-42 Kejuaraan Senior Dunia FIFA, turnamen sepak bola internasional non-kualifikasi tahunan yang diikuti oleh tim nasional senior pria anggota FIFA. Edisi ini akan diselenggarakan di Indonesia dari tanggal 17 Agustus hingga 25 September 2026. Edisi ini akan menjadi edisi Kejuaraan Senior Dunia FIFA keempat yang diadakan di benua Asia, setelah edisi 2006 di Korea Selatan dan Jepang, 2023 di Jepang, dan edisi 2024 di Qatar dan juga pertama yang diselenggarakan di Asia Tenggara
Edisi ini akan menjadi edisi pertama yang melibatkan 48 tim peserta, yang semula 32 tim peserta dari edisi 1997 hingga 2025. Pada tanggal 24 April 2025, Dewan FIFA mengumumkan bahwa tim peserta akan diumumkan pada tanggal 5 Juli 2025. Namun, edisi ini adalah edisi Kejuaraan Senior Dunia FIFA yang pernah mengalami pemindahan tuan rumah sejak edisi 2005 (ketika tuan rumah edisi itu dipindahkan dari Afrika Selatan ke Peru pada pertengahan bulan September 2004 karena tidak adanya persiapan Kejuaraan Senior Dunia tahun itu di Afrika Selatan). Pada tanggal 29 April 2025, FIFA mengusulkan untuk memindahkan tuan rumah dari Australia ke Tiongkok karena Australia belum memiliki banyak stadionnya, berjumlah hanya 10 stadion saja. Karena belum memenuhi syarat, pada tanggal 9 Juni 2025, tuan rumah edisi 2026 dipindahkan ke Indonesia atas kehilangan hak tuan rumahnya sejak tahun 2021. Inggris merupakan juara bertahan setelah menang atas Belanda pada pertandingan final pada edisi 2025.
Turmanen ini semula dijadwalkan dari tanggal 14 April hingga 22 Mei 2026, namun jadwalnya diganti menjadi tanggal 17 Agustus hingga 25 September 2026 karena terjadi musim hujan di Indonesia. Karena tanggal 17 Agustus merupakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke--81, upacara pembukaannya dilaksanakan pada siang hari setelah upacara penaikan bendera untuk merayakan hari peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Tim peserta
Pada tanggal 11 Juni 2025, dua hari setelah pemindahan tuan rumah ke Indonesia, sesuai rapat Dewan FIFA tentang pengosongan tim peserta, semua tim peserta yang sebelumnya masuk ke pendaftaran resmi dihapuskan, kecuali Indonesia karena statusnya sebagai tuan rumah, sementara FIFA menolak penghapusan peserta putaran final dari OFC, menjadikannya sebagai edisi pertama yang memiliki peserta putaran final dari setiap benua, setelah sebelumnya terjadi pada edisi 2001 di Kolombia.
Haiti, Republik Demokratik Kongo, Selandia Baru, dan Yordania debut untuk pertama kalinya pada putaran final Kejuaraan Senior Dunia FIFA. Polandia mengundurkan diri pada tanggal 16 Mei 2026 dan digantikan oleh Swedia sebagai pemenang play-off perebutan tempat babak grup setelah mengalahkan juara FIFA Series 2026 Indonesia, Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada tanggal 17 Mei 2026. Uzbekistan tampil kembali pada putaran final Kejuaraan Senior Dunia setelah penantian 15 tahun, yang terakhir kali tampil pada edisi 2011 sebagai tim penampilan perdana. Austria juga tampil kembali setelah terakhir kali tampil pada edisi 2016, mengakhiri penantian mereka selama 13 tahun.
AFC (10):
Arab Saudi
Australia
Indonesia (tuan rumah)
Irak
Iran
Jepang
Korea Selatan
Qatar
Uzbekistan
Yordania (debut)
CAF (10):
Aljazair
Ghana
Kamerun
Maroko
Mesir
Nigeria
Pantai Gading
Republik Demokratik Kongo (debut)
Senegal
Tunisia
CONCACAF (5):
Amerika Serikat
Haiti (debut)
Kanada
Kosta Rika
Meksiko
CONMEBOL (6):
UEFA (16):
Austria
Belanda
Belgia
Denmark
Inggris
Italia
Jerman
Kroasia
Norwegia
Portugal
Prancis
Serbia
Skotlandia
Spanyol
Swedia
Swiss
OFC (1):
Selandia Baru (debut)
Pengundian
Pengundian grup dilaksanakan di Jakarta International Convention Center, Jakarta pada tanggal 16 Desember 2025 pukul 19:30 WIB. Pengundian ini dilaksanakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir dan Wakil Menpora, Taufik Hidayat yang didampingi oleh mantan-mantan atlet (di mana sebagian besar merupakan peraih medali emas Olimpiade), antara lain Bambang Pamungkas, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Tony Gunawan, Tontowi Ahmad, dan Liliyana Natsir. Sebanyak 48 tim dibagi ke dalam empat grup yang masing-masing berisi 12 tim. Pot 1 terdiri dari tuan rumah dan sebelas tim teratas dari Peringkat Dunia FIFA Pria per bulan November 2025. Pot 2, 3, dan 4 terdiri dari tim-tim sisanya sesuai dengan peringkat. Indonesia secara otomatis ditempatkan ke dalam Pot 1 karena berstatus tuan rumah.
Hasil undian
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
Lokasi penyelenggaraan
Pada tanggal 12 Juli 2025, FIFA mengumumkan 16 stadion di 14 kota di Indonesia akan mengelar Kejuaraan Senior Dunia FIFA 2025. Stadion Andi Mattalatta di Makassar sempat mencalonkan diri sebagai kota penyelenggaraan, tetapi FIFA mencoretnya karena stadionnya belum selesai direnovasi. Stadion Segiri di Samarinda dicoret dan menyisakan Stadion Utama Kaltim. Stadion Wibawa Mukti di Bekasi juga tercoret. Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar dicoret karena kapasitasnya belum memenuhi standar. Pengajuan Stadion Internasional Banten (BIS) di Serang, Stadion Utama Sumatera Utara di Medan, Stadion Pakansari di Bogor, Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, Stadion Harapan Bangsa di Bandar Aceh, Stadion Lukas Enembe di Jayapura, Stadion Jatidiri di Semarang, Stadion Utama Riau di Pekanbaru, Stadion Patriot Candrabhaga dan Stadion Batakan di Balikpapan telah disetujui. Enam dari enam belas stadion adalah stadion yang pernah dipakai untuk tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON).
Stadion Teladan di Medan, Sumatera Utara digunakan kembali dan menjadi tempat penyelenggaraan menggantikan Stadion Lukas Enembe di Jayapura karena alasan keamanan terkait dengan tindakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang memakan korban sipil di sejumlah wilayah Papua. Sehingga, jumlah kota penyelenggaraan berkurang menjadi 13 kota.
Tempat pelatihan
Sebanyak 22 tempat pelatihan diumumkan pada tanggal 23 Mei 2026 sebelum dan selama turnamen ini berlangsung. Setiap 48 tim masing-masing memilih satu tempat pelatihan, tetapi boleh memilih lebih dari 1 tempat pelatihan. Berikut ini adalah tempat pelatihan berdasarkan kota:
Perangkat pertandingan
Wasit
AFC (11):
Mohammed Al-Hoish
Shaun Evans
Alireza Faghani
Thoriq Munir Alkatiri
Yusuke Araki
Ko Hyung-jin
Nazmi Nasaruddin
Abdulrahman Al Jassim
Fu Ming
Omar Al-Ali
Ilgiz Tantashev
CAF (8):
Abongile Tom
Mustapha Ghorbal
Peter Kamaku
Dahane Beida
Amin Omar
Jean-Jacques Ndala
Issa Sy
Mahmood Ismail
CONCACAF (6):
CONMEBOL (9):
Yael Falcón Pérez
Raphael Claus
Wilton Sampaio
Piero Maza
Guillermo Guerrero
Wilmar Roldán
Kevin Ortega
Andrés Matonte
Jesús Valenzuela
UEFA (16):
Jadwal
Jadwal pertandingan, termasuk tempat pertandingan final, diumumkan pada tanggal 21 Agustus 2025, pukul 14:50 di Jakarta International Convention Center, Jakarta oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia (Menpora) Dito Ariotedjo dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir. Namun, hanya tempat dan tanggal pertandingan yang diumumkan, tanpa disertai informasi mengenai pembagian grup. Pasangan dan waktu pertandingan akan diumumkan setelah pengundian babak grup, sehingga memungkinkan lebih banyak pertandingan dijadwalkan pada waktu yang tepat bagi para penonton di seluruh dunia. Pertandingan pembuka akan diselenggarakan setelah hari kemerdekaan Indonesia, tepat pada tanggal 17 Agustus 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta sekaligus tempat perebutan tempat ketiga, sementara pertandingan final akan diselenggarakan di Stadion Internasional Jakarta, Jakarta pada tanggal 25 September 2026. Edisi ini awalnya dijadwalkan pada bulan April hingga Mei, tetapi kemudian dipindahkan menjadi dari bulan Agustus hingga September.
Babak grup
| Kriteria peringkat |
|---|
Peringkat tim ditentukan sebagai berikut:
|
Grup A
| Pos | Tim |
|---|---|
| A1 | |
| A2 | |
| A3 | |
| A4 |
Grup B
| Pos | Tim |
|---|---|
| B1 | |
| B2 | |
| B3 | |
| B4 |
Grup C
| Pos | Tim |
|---|---|
| C1 | |
| C2 | |
| C3 | |
| C4 |
Grup D
| Pos | Tim |
|---|---|
| D1 | |
| D2 | |
| D3 | |
| D4 |
Grup E
| Pos | Tim |
|---|---|
| E1 | |
| E2 | |
| E3 | |
| E4 |
Grup F
| Pos | Tim |
|---|---|
| F1 | |
| F2 | |
| F3 | |
| F4 |
Grup G
| Pos | Tim |
|---|---|
| G1 | |
| G2 | |
| G3 | |
| G4 |
Grup H
| Pos | Tim |
|---|---|
| H1 | |
| H2 | |
| H3 | |
| H4 |
Grup I
| Pos | Tim |
|---|---|
| I1 | |
| I2 | |
| I3 | |
| I4 |
Grup J
| Pos | Tim |
|---|---|
| J1 | |
| J2 | |
| J3 | |
| J4 |
Grup K
| Pos | Tim |
|---|---|
| K1 | |
| K2 | |
| K3 | |
| K4 |
Grup L
| Pos | Tim |
|---|---|
| L1 | |
| L2 | |
| L3 | |
| L4 |
Peringkat ketiga terbaik
Babak gugur
Peta
Babak 32 besaran
Babak 16 besaran
Perempatan final
Semifinal
Perebutan tempat ketiga
Final
Statistik
Pemasaran
Logo dan slogan
Logo Kejuaraan Senior Dunia FIFA 2026 dirilis pada tanggal 9 November 2025, yang menampilkan trofi Kejuaraan Senior Dunia yang diapit dari sebelah kanan oleh kepala burung Garuda, ciri khas lambang negara Indonesia. Trofi dalam logo ini berwarna merah-putih, yang merupakan warna bendera nasional Indonesia, dicampur di dalam trofi. Mahkota bola trofi di dalamnya bertuliskan "81th", yang memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dan peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke-81 pada tahun 2026, sementara kepala burung Garuda dalam logo ini berwarna merah.
Slogan Kejuaraan Senior Dunia 2026 yang berbunyi "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Sepak Bola Kita!" diciptakan oleh seorang mahasiswa SMA asal Yogyakarta pada tanggal 5 Januari 2026, sembilan bulan sebelum penyelenggaraan Kejuaraan Senior Dunia FIFA 2026. Ungkapan teks dalam slogan tersebut, "Satu Nusa, Satu Bangsa", memiliki makna negara kesatuan, berdaulat, dan memiliki keragaman budaya, serta diambil dari judul lagu wajib nasional dengan nama yang sama karya Liberty Manik.
Lagu resmi
Hak siar
Di Indonesia, Kejuaraan Senior Dunia 2026 akan disiarkan di RCTI, SCTV, Indosiar, Nex Parabola, Moji, dan TVRI Sport.
Sponsor
Simbol
Maskot
Maskot resmi Kejuaraan Senior Dunia FIFA 2026 diumumkan pada tanggal 2 Oktober 2025. Maksot tersebut adalah tiga hewan langka Indonesia yang dinamai Badawa (badak jawa), Komo (komodo), dan Oran (orang utan). Mereka digambarkan memakai kaos tim nasional Indonesia yang berwarna merah dan putih, terinspirasi dari bendera Indonesia. Angka "26" mewakili edisi Kejuaraan Senior Dunia FIFA tahun tersebut terdapat di kanan kaos dan kanan-kiri celana pendek, serta tulisan "INDONESIA" terdapat di tengah kaos. Maskot ini adalah maskot Kejuaraan Senior Dunia pertama yang memiliki tiga karakter dengan cirinya yang berbeda.
Bola pertandingan
Bola pertandingan resmi Kejuaraan Senior Dunia FIFA 2026 adalah bola buatan Adidas yang benama Garuda. Bola ini diciptakan oleh mantan pemain sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas. Bola ini berwarna merah dan putih yang terinspirasi dari bendera Indonesia. Warna merah pada bola ini terdapat pada garis, sementara warna putih terdapat pada motif-motif garis dan latar belakang bola. Nama "Garuda" diambil dari nama Garuda Pancasila, lambang negara Indonesia.