Alan Budikusuma Karier
Alan Budikusuma dilahirkan pada tahun 1968.[ 1] Ketika telah berusia 7 tahun, ia mulai berlatih bermain bulu tangkis. Pada tahun 1987, Alan menerima panggilan dari Persatu Bulu Tangkis Seluruh Indonesia bersama Ardy B. Wiranata . Keduanya menjadi rekan satu klub bersama dengan Hermawan Susanto .[ butuh rujukan ]
Ia menjuarai tunggal putra junior di Jakarta Open pada 1985 [ butuh rujukan ] dalam usia 17 tahun dan Thailand Terbuka pada 1989 .[ butuh rujukan ] Ia sering diturunkan di Tim Piala Thomas Indonesia pada 1988 -1998 .[ butuh rujukan ]
Contohnya tahun 1991 Alan Budi Kusuma kalah dari Ardy B. Wiranata di All England. Namun pada tahun 1992 Alan Budi kusuma mengalahkan Ardy B. Wiranata di Olimpiade Musim Panas 1992.[ butuh rujukan ] Contoh lain pada tahun 1996 Alan Kalah dari Poul Erick H.L di Olimpiade Atlanta tetapi pada tahun yang sama Alan Budi kusuma mengalahkan Poul Erik di Indonesia Open.[ butuh rujukan ]
Tetapi, pada dekade 1990-an , ia seperti jagoan tanpa prestasi top. Kekalahannya pada pertandingan Final Piala Thomas 1992 di Kuala Lumpur , Malaysia , melawan Foo Kok Keong ,[ butuh rujukan ] membuat ia dikucilkan lewat berbagai artikel di koran.[ butuh rujukan ]
Sepanjang pertandingan final Olimpiade 1992, Alan Budikusuma mendapatkan medali emas.[ butuh rujukan ] Kekasihnya, Susi Susanti , juga mendapat medali emas di tunggal wanita karena menang melawan atlet Korea Selatan , Bang Soo-Hyun .[ butuh rujukan ]
Pasca Olimpiade, ia mengikuti Piala Thomas 1996 di Hong Kong , dan menjadi penentu kemenangan mutlak Indonesia 5-0 Denmark saat ia mengalahkan Peter Rasmussen .[ butuh rujukan ]
Pada 1997 , Alan menikah dengan Susi Susanti .[ butuh rujukan ]