Belgia
Pihak berwenang menghentikan semua lalu lintas udara menuju Bandara Brussel dan mengungsikan para penumpangnya.[3][4][17][18] Berlaymont Building, bangunan di dekat stasiun Maelbeek sekaligus markas Komisi Eropa, langsung ditutup.[4] Kepolisian Belgia meledakkan benda-benda mencurigakan di sekitar stasiun Maelbeek.[19]
Semua transportasi umum di Brussel dihentikan akibat serangan ini.[20][21] Stasiun kereta api Utara Brussel, stasiun utama Brussel, dan stasiun kereta api Selatan Brussel dikosongkan dan ditutup. Semua kereta Eurostar ke stasiun Midi Brussel ditunda keberangkatannya.[4] Semua kereta dari Paris ke Brussel juga dibatalkan.[4] Menurut VRT, semua taksi di Brussel menggratiskan transportasi penumpang sampai transportasi umum beroperasi kembali.[22] Stasiun Gare du Nord di Paris juga ditutup sementara.[11]
Menteri Dalam Negeri Belgia mengumumkan bahwa tingkat siaga teror di Belgia dinaikkan ke level tertinggi setelah serangan ini.[23] Pemerintah Belgia mengingatkan bahwa para pelaku mungkin masih berkeliaran di kota dan meminta warganya menggunakan media sosial sebelum menghubungi teman atau keluarga lewat telepon.[22]
Negara lain
Tidak lama setelah peristiwa ini, Israel sementara melarang semua penerbangan dari Eropa. Larangan ini berlaku mulai pukul 10:30 pagi sampai tengah malam waktu Israel. Larangan ini tidak berlaku bagi penerbangan dari Israel.[24]
Polisi dikerahkan ke perbatasan antara Belgia dengan Belanda.[25] Perbatasan antara Prancis dan Belgia ditutup.[26]
Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve menyatakan bahwa Prancis akan meningkatkan jumlah pasukan keamanan di perbatasan dan mewajibkan pemeriksaan kartu identitas pada transportasi umum.[27] Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, mengumumkan bahwa Menara Eiffel akan disinari warna bendera nasional Belgia pada malam hari tanggal 22 Maret 2016.[22]
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyatakan rasa dukacitanya mewakili seluruh rakyat Belanda. Ia juga menyatakan bahwa meski belum ada ancaman terorisme di Belanda,[28] keamanan akan diperketat di empat stasiun utama dan stasiun perbatasan, perbatasan dengan Belgia, dan Binnenhof.[29] Keamanan diperketat di Bandara Schiphol.[30]
Di Britania Raya, keamanan tempat perhentian transportasi umum di London ditingkatkan.[31] Perdana Menteri Britania Raya David Cameron mengadakan rapat darurat COBRA untuk membahas situasi ini.[32]
Di Jerman, pihak berwenang meningkatkan keamanan di persimpangan jalan penting. Dalam surat dukacitanya kepada Raja Philippe, Presiden Joachim Gauck mengutuk serangan ini dan mengumumkan bahwa Jerman bersama Belgia akan "mempertahankan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi".[22]
Anwar bin Mohammed Gargash, Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, mengutuk "tindakan teroris pengecut yang menargetkan warga sipil tak bersalah". Ia menegaskan sikap penolakan UEA terhadap segala bentuk kekerasan dan terorisme yang menyerang semua ras dan agama tanpa pandang bulu.[33]
Perdana Menteri Malta Joseph Muscat mengumumkan bahwa meski sejauh ini belum ada ancaman di Malta, keamanan negara itu diperketat untuk untuk mencegah peristiwa yang tak diinginkan.[34]