Pada 1 Februari 2015, munisipalitas ini memiliki penduduk sekitar 118.414. Luas keseluruhannya adalah 17.74 km2 dengan kepadatan penduduk 6,610 jiwa per km2.
Sejarah
Asal-usul dan abad pertengahan
Jejak pertama dari aktivitas manusia di tepi kanan sungai Senne tertanggal dari Zaman Batu dan Zaman Perunggu. Sisa-sisa vila Romawi dan pekuburanFranka juga ditemukan di wilayah Anderlecht. Penyebutan pertama dari nama Anderlecht tertanggal dari 1047 dalam bentuk Anrelech, kemudian Andrelet (1111), Andreler (1148), dan Anderlech (1186).
Pada tahun 1356, Louis II, Count Flandria berjuang melawan Brussels di wilayah Anderlecht, dalam apa yang disebut Pertempuran Scheut,. Meskipun ia mengalahkan saudara iparnya, Joanna, Adipati Brabant, dan mengambil gelarnya, dia kembali pada tahun berikutnya dengan bantuan dari Karl IV, Kaisar Romawi Suci. Pada tahun 1393, piagam Joanna membuat Anderlecht menjadi bagian dari Brussel. Pada sekitar waktu ini juga gereja St. Guido dibangun kembali dengan gaya Gotik Brabant.
Kolegial Gereja St. Peter dan St. Guido
Abad ke-15 sampai 18
Kota Anderlecht menjadi pusat kebudayaan pada abad ke-15 dan abad ke-16. Pada tahun 1521, Erasmus hidup dalam kanon rumah selama beberapa bulan. Karl, Adipati Aumale dan Grand Veneur Prancis juga punya tempat tinggal di sini.
Abad ke-17 dan abad ke-18 ditandai oleh perang antara negara-negara Dataran Rendah dan Prancis. Pada 13 November 1792, tepat setelah Pertempuran Jemappes, Jenderal Dumouriez dan tentara Revolusioner Prancis berhasil mengalahkan Austria di tempat ini sekali lagi. Konsekuensinya antara lain pembubaran kanon dan Anderlecht dinyatakan komune independen oleh Prancis.
Abad ke-19 dan selanjutnya
Pada abad ke-19 terjadi pertumbuhan penduduk yang luar biasa, terutama karena perkembangan pesat di Brussel. Pengembangan daerah perkotaan dan taman kota baru yang luar biasa seperti La Roue/Het Rad dan Moortebeek yang dibangun pada awal abad ke-20 sebagai tempat tinggal para pendatang baru.