Pendorong ionAlat pendorong ion NASA 2.3 kW NSTAR untuk wahana antariksa Deep Space 1 selama uji penyalaan panas di Jet Propulsion LaboratoryTes mesin ion NEXIS (2005)
Pendorong ion adalah bentuk propulsi listrik yang digunakan untuk propulsi wahana antariksa. Propulsi jenis ini menciptakan daya dorong dengan mempercepat kation dengan memanfaatkan listrik. Istilah ini mengacu secara ketat pada pendorong ion elektrostatis, dan sering kali secara keliru diterapkan pada semua sistem propulsi listrik termasuk pendorong plasma elektromagnetik. Pendorong ion mengionisasi gas netral dengan mengekstraksi beberapa elektron dari atom, menciptakan awan ion positif. Pendorong ini bergantung pada fenomena elektrostatika karena ion-ion tersebut dipercepat oleh gaya Coulomb di sepanjang medan listrik. Elektron yang disimpan sementara akhirnya dikembalikan oleh penetral di dalam awan ion setelah elektron melewati jaringan elektrostatis, sehingga gas menjadi netral kembali dan dapat dengan bebas menyebar di luar angkasa tanpa interaksi listrik lebih lanjut dengan alat pendorong. Pendorong elektromagnetik bekerja sebaliknya, menggunakan gaya Lorentz untuk mempercepat semua ion (elektron bebas serta ion positif dan negatif) dalam arah yang sama apapun muatan listriknya dan secara khusus disebut sebagai mesin penggerak plasma, dengan medan listrik yang tidak searah dengan arah akselerasi.[1][2]
Pendorong ion dalam penggunaan operasional memiliki kebutuhan daya input 1–7kW (1,3–9,4hp), kecepatan gas buang20–50km/s (45.000–112.000mph), gaya dorong 25–250 milinewton (0,090–0,899ozf) dan efisiensi 65–80%,[3][4] meskipun versi eksperimental telah mampu mencapai daya 100 kilowatt (130hp) dan gaya dorong 5 newton (1,1lbf).[5]
Wahana antariksa Deep Space 1 yang ditenagai oleh pendorong ion mengubah kecepatannya menjadi 43km/s (96.000mph) dan mengonsumsi kurang dari 74kg (163pon)xenon. Wahana antariksa Dawn memecahkan rekor dengan perubahan kecepatan115km/s (260.000mph).[6]
Aplikasi dari mesin ini termasuk kontrol orientasi dan posisi satelit yang mengorbit (beberapa satelit memiliki puluhan pendorong ion berdaya rendah) dan digunakan sebagai mesin penggerak utama untuk wahana antariksa robot bermassa rendah (seperti Deep Space 1 dan Dawn).[3][4]
Asal mula
Wahana antariksa SERT-1
Orang pertama yang menulis makalah gagasan pendorong ion dan mengemukakannya di depan umum adalah Konstantin Tsiolkovsky pada tahun 1911.[7] Namun, dokumen pertama yang mempertimbangkan propulsi listrik adalah buku catatan Robert H. Goddard dalam entri bertanggal 6 September 1906.[8] Eksperimen pertama dengan pendorong ion dilakukan oleh Goddard di Universitas Clark 1916-1917.[9] Teknik ini direkomendasikan untuk kondisi nyaris hampa udara pada ketinggian tinggi, tetapi gaya dorong ditunjukkan dengan aliran udara terionisasi pada tekanan atmosfer. Gagasan itu muncul lagi dalam "Wege zur Raumschiffahrt" (Ways to Spaceflight) karya Hermann Oberth, yang diterbitkan pada tahun 1923, di mana ia menjelaskan pemikirannya tentang penghematan massa bahan bakar dalam penggunaan propulsi listrik, memperkirakan penggunaannya dalam propulsi wahana antariksa dan kontrol attitude, dan menganjurkan percepatan gas bermuatan secara elektrostatis.[7]
Pendorong ion yang pertama berfungsi dibangun oleh Harold R. Kaufman pada tahun 1959 di fasilitas Pusat Penelitian NASA Glenn. Pendorong ini mirip dengan pendorong ion elektrostatis dan menggunakan merkuri sebagai propelan. Uji suborbital dilakukan selama 1960-an dan pada 1964, mesin dikirim ke penerbangan suborbital di atas Space Electric Rocket Test 1 (SERT 1).[10][11] Mesin ini berhasil beroperasi selama 31 menit seperti yang direncanakan sebelum jatuh ke Bumi.[12] Tes ini diikuti oleh uji orbital, SERT-2, pada tahun 1970.[13][14]
Bentuk alternatif dari propulsi listrik, pendorong efek Hall, dipelajari secara independen di AS dan Uni Soviet pada 1950-an dan 1960-an. Pendorong efek Hall beroperasi pada satelit Soviet dari tahun 1972 hingga akhir 1990-an, terutama digunakan untuk stabilisasi satelit di arah Utara-Selatan dan Timur-Barat. Sekitar 100–200 unit mesin ini menyelesaikan misinya, terpasang pada satelit Soviet dan Rusia.[15]
↑Jahn, Robert G. (1968). Physics of Electric Propulsion (Edisi 1st). McGraw Hill Book Company. ISBN978-0070322448.
↑Jahn, Robert G.; Choueiri, Edgar Y. (2003). "Electric Propulsion". Encyclopedia of Physical Science and Technology. Vol.5 (Edisi 3rd). Academic Press. hlm.125–141. ISBN978-0122274107. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-25. Diakses tanggal 2019-07-20.
↑Ronald J. Cybulski, Daniel M. Shellhammer, Robert R. LoveII, Edward J. Domino, and Joseph T. Kotnik, RESULTS FROM SERT I ION ROCKET FLIGHT TEST, NASA Technical Note D2718 (1965).