Pendidikan di Myanmar adalah penyelenggaran pendidikan di wilayah Myanmar yang mulai dirintis sejak masa pemerintahan Raja Mindon Min dari Dinasti Konbaung di Kerajaan Burma.[1] Pemerintah Myanmar menetapkan wajib belajar selama 11 tahun yang dimulai dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan tinggi.[2] Sejak tahun 2003, Pemerintah Myanmar menetapkan kebijakan penggunaan teknologi komunikasi dan teknologi informasi mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan tinggi.[3][4]
Perintisan
Perintisan pendidikan di Myanmar dilakukan oleh Raja Mindon Min dari Dinasti Konbaung ketika Myanmar masih berbentuk kerajaan bernama Kerajaan Burma. Raja Mindon Min memulai reformasi skala massal di Kerajaan Burma termasuk dalam bidang pendidikan. Reformasi dilakukan karena kekuasaan Dinasti Konbaung di Kerajaan Burma sedang terancam runtuh akibat tekanan politik oleh bangsa-bangsa dari Eropa khususnya Britania Raya. Selama masa pemerintahan Raja Mindon Min, berbagai sekolah untuk pendidikan dasar dibangun di wilayah Myanmar dengan anak-anak sebagai peserta didik. Selain itu, ia mengirim para pemuda yang merupakan rakyat di wilayah kekuasaan Kerajaan Burma untuk belajar di negara-negara yang ada di Eropa untuk menjadi guru di wilayah Myanmar setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.[1]
Masa tempuh pendidikan
Pemerintah Myanmar menetapkan wajib belajar selama 11 tahun. Kewajiban belajar di Myanmar terbagi menjadi tiga yaitu kewajiban belajar selama lima tahun untuk pendidikan dasar, selama empat tahun untuk pendidikan menengah, dan selama dua tahun untuk pendidikan tinggi. Pengelolaan pendidikan di Myanmar diurusi oleh dua departemen pemerintahan yaitu Departemen Pendidikan Dasar dan Departemen Pendidikan Tinggi.[2]
Kebijakan
Pemerintah Myanmar menetapkan kebijakan penggunaan teknologi komunikasi dan teknologi informasi mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Myanmar.[3] Kebijakan ini telah berlaku sejak tahun 2003. Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi menjadi kebijakan resmi di Myanmar untuk jenjang pendidikan dasar hingga jenjang perguruan tinggi. Para peserta didik diupayakan memiliki keterampilan berkaitan dengan teknologi komunikasi dan teknologi informasi setelah menempuh pendidikan pada jenjangnya masing-masing.[4]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.