Pemberontakan ini mengakhiri dominasi kelompok bangsawan Katolik Polandia Szlachta terhadap populasi Ortodoks di Ukraina. Pada saat yang sama, wilayah Ukraina timur jatuh ke tangan Ketsaran Rusia, karena Cossack bersumpah setia kepada Tsar dan sebagai gantinya tetap mempertahankan otonominya (seperti yang diatur oleh Perjanjian Pereyaslav tahun 1654). Namun, peristiwa ini juga memicu periode kekacauan di Hetmanat yang disebut "Kehancuran" (bahasa Ukraina: Ruina). Di sisi lain, keberhasilan pemberontakan ini dan serangan dari Rusia dan Swedia mengakhiri Zaman Keemasan Polandia dan mengakibatkan kehancuran besar-besaran. Periode ini dikenal dengan nama "Air Bah" (bahasa Polandia: Potop) dalam sejarah Polandia. Sementara itu, dalam sejarah Yahudi, pemberontakan ini dikenang akibat terjadinya kejahatan perang terhadap orang Yahudi yang dianggap sebagai penindas ekonomi oleh para petani.[3][2]
Sysyn, Frank E. (1987), "A curse on both their houses: Catholic attitudes toward the Jews and Eastern Orthodox during the Khmel'nyts'kyi Uprising in Father Pawel Ruszel "Fawor niebieski"", Israel and the Nations, hlm.xi–xxiv
Rosman, Moshe (Murray) J. (2003), "Dubno in the wake of Khmel'nyts'kyi", Jewish History, 17 (2): 239–255, doi:10.1023/a:1022352222729
Yakovenko, Natalia (2003), "The events of 1648–1649: contemporary reports and the problem of verification", Jewish History, 17 (2): 165–178
Kohut, Zenon E. (2003), "The Khmelnytsky Uprising, the image of Jews, and the shaping of Ukrainian historical memory", Jewish History, 17 (2): 141–163
Sysyn, Frank E. (2003), "The Khmel'nyts'kyi Uprising: a characterization of the Ukrainian revolt", Jewish History, 17 (2): 115–139
Plokhi, Serhii (2001), The Cossacks and Religion in Early Modern Ukraine, Oxford: Oxford University Press
Magocsi, Paul Robert (1996), A History of Ukraine, University of Washington Press, ISBN0-295-97580-6
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.