Pemberontakan Darul Islam adalah perang yang dilancarkan antara tahun 1949 dan 1962 oleh Negara Islam Indonesia, yang umumnya dikenal sebagai Darul Islam, untuk mendirikan negara Islam di Indonesia.[4] Pemberontakan dilancarkan oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, mantan nasionalis Indonesia yang menolak mengakui Republik Indonesia baru. Sebaliknya, ia memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949.
Kartosoewirjo memimpin perang Darul Islam melawan pemerintah Indonesia selama 13 tahun sebelum ia ditangkap oleh TNI Angkatan Darat pada tahun 1962 dan dieksekusi pada tahun 1965. Setelah ditangkap, Kartosoewirjo mengeluarkan perintah agar para pengikutnya menyerah, meskipun beberapa kantong perlawanan tetap ada di Sulawesi Tenggara hingga tahun 1965.