Dari kiri atas, arah jarum jam: Seorang anak laki-laki menangis dan terluka; Lengkungan Suci dari Sinagoge Abraham dijarah; Seorang korban selamat meratapi pembantaian tersebut; Keluarga Kolstein sembuh dari luka-luka mereka. Bawah: Monumen-monumen untuk para murid rabinikal yang terbunuh di pemakaman Yahudi lama.
Rumor bahwa Yahudi menjagal Muslim di Yerusalem dan berencana menyerang Masjid al-Aqsa
Pembantaian Hebron merujuk kepada pembunuhan enam puluh tujuh atau enam puluh sembilan Yahudi pada 24 Agustus 1929 di Hebron, saat itu bagian dari Mandat Palestina, oleh orang-orang Arab dengan alasan rumor bahwa Yahudi berencana merebut Bukit Bait Suci di Yerusalem.[1] Peristiwa tersebut juga mengakibatkan luka berat dan lumpuh. Rumah-rumah Yahudi diserbu dan sinagoge-sinagoge dijarah. Sekitar 435 Yahudi yang selamat disembunyikan oleh keluarga-keluarga Arab lokal,[2] meskipun keberadaan fenomena tersebut diperdebatkan.[3] Tak alam setelah itu, seluruh Yahudi Hebron dievakuasi oleh otoritas Inggris.[4] Sebagian besar Yahudi kembali pada 1931, tetapi nyaris seluruh Yahudi yang dievakuasi saat pemberontakan Arab di Palestina 1936–39. Pembantaian tersebut adalah bagian dari kerusuhan Palestina 1929, dimana sebanyak 133 Yahudi dan 110 Arab tewas. Mayoritas Arab yang tewas dibunuh oleh kepolisian dan militer Inggris, dengan laporan Shaw menyatakan bahwa "kebanyakan korban Arab dan mungkin beberapa korban Yahudi disebabkan oleh tembakan senapan oleh polisi atau pasukan militer,"[5] dan mengakhiri keberadaan Yahudi di Hebron selama berabad-abad.[6][7][8][9][10][11][12][13]
Bersama dengan pembantaian Yahudi di Safed, peristiwa tersebut mengejutkan komunitas-komunitas Yahudi di Palestina dan seluruh dunia. Peristiwa tersebut berujung pada perombakan dan pengembangan organisasi paramiliter Yahudi, Haganah, yang kemudian menjadi cikal bakal dari Pasukan Pertahanan Israel.[14]
↑Newberg, Eric Nelson (2008). The Pentecostal Mission in Palestine, 1906—1948: A Postcolonial Assessment of Pentecostal Zionism. hlm.265. ISBN978-0549517382.
↑Kotzin, Daniel P. (2010). Judah L. Magnes: An American Jewish Nonconformist. Syracuse University Press. hlm.222. ISBN978-0815651093.
Segev, Tom (2000). One Palestine, Complete. Henry Holt and Company.
Shaw Commission: Shaw, Walter; Bettington, Henry; Hopkin Morris, R.; Snell, H. (1930). Report of the Commission on the Palestine Disturbances of August, 1929. HMSO. Command paper Cmd. 3530.
Zeitlin, Solomon (October 1952). "The Hebron Pogrom and the Hebrew Scrolls". The Jewish Quarterly Review. 43 (2): 140–152. doi:10.2307/1452876. JSTOR1452876.
Zeitlin, Solomon (1956). "The Dead Sea scrolls and modern scholarship". Jewish Quarterly Review. Monograph series (3). Philadelphia: Dropsie College for Hebrew and Cognate Learning.