Jewish Telegraphic Agency (JTA) adalah kantor berita internasional yang terutama meliput topik dan berita yang berkaitan dengan Yudaisme serta komunitas Yahudi. Digambarkan sebagai "Associated Press bagi media Yahudi", JTA melayani surat kabar dan pers Yahudi maupun non-Yahudi di seluruh dunia sebagai mitra sindikasi. Didirikan pada tahun 1917,[2] JTA merupakan kantor berita tertua dan paling luas dibaca di kalangan komunitas Yahudi dunia.
Sejarah
Jewish Telegraphic Agency didirikan di Den Haag, Belanda, sebagai kantor berita Yahudi pertama, yang saat itu dikenal sebagai Jewish Correspondence Bureau, pada 6 Februari 1917 oleh Jacob Landau yang berusia 25 tahun.[3][4] Mandatnya adalah mengumpulkan dan menyebarluaskan berita yang memengaruhi komunitas Yahudi di seluruh dunia,[5][6][7][8] khususnya dari front Eropa pada Perang Dunia I.[9][10] Pada tahun 1919, lembaga ini pindah ke London dengan menggunakan nama yang sekarang.[7][11][12]
Pada tahun 1922, JTA memindahkan kantor pusat globalnya ke Kota New York.[7] Pada tahun 1925, lebih dari 400 surat kabar, baik Yahudi maupun non-Yahudi, telah berlangganan JTA.[13]
Pada November 1937, Gestapo (polisi rahasia Jerman Nazi) menutup biro JTA di Berlin dengan tuduhan "membahayakan keselamatan dan ketertiban umum."[14]
Pada tahun 1940, Jewish Telegraphic Agency membentuk Overseas News Agency (ONA).[15] Meskipun dirancang agar tampak seperti kantor berita biasa, lembaga tersebut sebenarnya didanai secara rahasia oleh badan intelijen Britania Raya, MI6.[16] ONA menyediakan kartu pers bagi mata-mata Inggris dan menanamkan berita palsu di surat kabar Amerika Serikat.[16]Meyer Levin merupakan wartawan perang di Eropa selama Perang Dunia II, mewakili Overseas News Agency dan JTA.[17][18]
Layanan kabelnya meningkatkan mutu dan jangkauan terbitan berkala Yahudi.[9][13] Saat ini, JTA memiliki koresponden di Washington, DC, Yerusalem, Moskow, dan 30 kota lainnya di Amerika Utara dan Selatan, Israel, Eropa, Afrika, serta Australia. JTA berkomitmen untuk meliput berita yang menjadi perhatian komunitas Yahudi dengan sikap kewartawanan yang berjarak dan objektif.[9]
Hingga tahun 2014, JTA memiliki anggaran sebesar $2 juta (setara dengan Rp24 miliar).[19]
Pada tahun 2015, layanan berita tersebut bergabung dengan situs pendidikan Yahudi MyJewishLearning untuk membentuk 70 Faces Media, kelompok media Yahudi terbesar di Amerika Utara. MyJewishLearning didirikan pada tahun 2003 dan memuat lebih dari 5.000 artikel tentang sejarah kehidupan, budaya, dan pendidikan Yahudi.[20][19]
Staf
Jacob Landau, penerbit awal Jewish Telegraphic Agency, kemudian mendirikan The Palestine Bulletin, surat kabar berbahasa Inggris yang diterbitkan di Mandat Palestina pada tahun 1925. The Palestine Bulletin kemudian menjadi The Jerusalem Post.[21]
Wartawan Daniel Schorr memulai kariernya sebagai asisten editor berita di JTA dari tahun 1934 hingga 1941.[22][23][24]
Haskell Cohen menjabat sebagai editor olahraga JTA selama 17 tahun; ia paling dikenal karena kemudian menjadi direktur hubungan masyarakat NBA dan menciptakan NBA All-Star Game pada tahun 1951.[25]Harold U. Ribalow kemudian menjadi editor olahraga JTA.[26] Pada dekade 1960-an, novelis dan pengacara Eleazar Lipsky menjabat sebagai presiden JTA.[27][28]
Boris Smolar bergabung dengan Jewish Telegraphic Agency pada tahun 1924 dan pensiun sebagai pemimpin redaksi pada tahun 1967.[31]
Pada Januari 2020, Philissa Cramer, salah satu pendiri dan editor-at-large organisasi berita nirlaba Chalkbeat, ditunjuk sebagai pemimpin redaksi JTA. Cramer menggantikan Andy Silow-Carroll, yang mengambil jabatan serupa di New York Jewish Week pada pertengahan 2019 setelah tiga tahun memimpin.[32]
Kebijakan editorial dan reputasi
Jewish Telegraphic Agency adalah korporasi nirlaba yang dikelola oleh dewan direksi independen. Lembaga ini bersifat nonpartisan dan nondenominasi dalam peliputannya mengenai Yudaisme dan topik terkait Yahudi. Menurut pemimpin redaksi sekaligus CEO dan penerbit Ami Eden, JTA "menghormati banyak organisasi advokasi Yahudi dan Israel yang ada, tetapi JTA memiliki misi yang berbeda: menyediakan pelaporan yang seimbang dan dapat diandalkan bagi pembaca dan klien". Ia mencontohkan liputan JTA mengenai kapal aktivis Mavi Marmara.[33][19] JTA merupakan afiliasi dari 70 Faces Media, perusahaan media nirlaba Amerika.[20]
JTA dianggap sebagai "Associated Press bagi media Yahudi". Pesaing utamanya adalah Jewish News Syndicate yang lebih konservatif, diluncurkan pada tahun 2011.[34] JTA tetap menjadi kantor berita tertua dan paling luas dibaca di kalangan komunitas Yahudi dunia.[19] Menurut wartawan dan penulis Stephen Schwartz, JTA adalah "layanan berita yang dihormati karena profesionalisme dan kemandiriannya."[35]
Pada tahun 1933, peraih Penghargaan NobelAlbert Einstein menyatakan dalam pidato pada sebuah jamuan makan untuk menghormatinya bahwa Jewish Telegraphic Agency "sangat dekat di hati saya", dan bahwa JTA telah membuat publik tetap terinformasi mengenai keadaan orang-orang Yahudi di semua negara "secara gamblang dan objektif, dan dengan demikian telah memberikan layanan yang penting …"[36]
Pada tahun 2021, JTA menerima sepuluh Penghargaan Simon Rockower, dan 16 Penghargaan Rockower pada tahun 2022, termasuk delapan peringkat pertama.[47][48] Pada tahun 2023, majalah tersebut memenangkan 20 Penghargaan Rockower.
↑Josef Fraenkel gives the "official date" of JTA's founding as Dec. 3, 1919 (Fraenkel, "Fascinating Backgrounding [sic] of Founding of JTA," Detroit Jewish News,Feb. 23, 1968, 13).
123YIVO Archives, Fruma Mohrer, Marek Web, Yivo Institute for Jewish Research (1998). Guide to the YIVO Archives. M.E. Sharpe. ISBN9780765601308. Diakses tanggal 30 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
12"JTA and MJL merge to create 70 Faces Media". Jewish Telegraphic Agency (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). 5 Januari 2015. Diakses tanggal 6 Maret 2019. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"Lillie Shultz Dead at 77". Jewish Telegraphic Agency (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). 16 April 1981. Diakses tanggal 20 Januari 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)