ENSIKLOPEDIA
Pelecanus
| Pelikan | |
|---|---|
| Seekor pelikan putih besar dalam kondisi kawin yang sedang terbang di atas Walvis Bay, Namibia. | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Pelecaniformes |
| Famili: | Pelecanidae |
| Genus: | Pelecanus Linnaeus, 1758 |
| Spesies tipe | |
| Pelecanus onocrotalus Linnaeus, 1758 | |
| Spesies | |
|
8, lihat teks | |
Pelikan atau undan (genus Pelecanus) adalah suatu genus burung air berukuran besar yang membentuk famili Pelecanidae. Mereka dicirikan dengan paruh yang panjang dan kantung tenggorokan besar yang digunakan untuk menangkap mangsa dan meniriskan air dari isi yang diserok sebelum menelannya. Mereka memiliki bulu yang didominasi warna pucat, kecuali pelikan cokelat dan pelikan peru. Paruh, kantung, dan kulit wajah yang gundul dari semua spesies pelikan menjadi berwarna cerah sebelum musim kawin tiba.
Delapan spesies pelikan yang masih hidup memiliki persebaran global namun tidak merata dan bergantung pada musim, terentang secara latitudinal dari tropika hingga zona iklim sedang. Pelikan absen dari pedalaman Amazon Amerika Selatan, dari kawasan kutub, dan samudra lepas; setidaknya satu spesies diketahui bermigrasi ke gurun pedalaman Red Centre di Australia, setelah hujan lebat menciptakan danau-danau sementara. Pelikan putih juga diamati di Great Salt Lake di negara bagian Utah, Amerika, sebagai contoh, sekitar 600 mil (965 km) dari garis pantai terdekat (Pesisir Barat Pasifik). Mereka juga terlihat ratusan mil di pedalaman Amerika Utara, setelah terbang ke arah utara menyusuri Sungai Mississippi dan saluran air besar lainnya.
Lama dianggap berkerabat dengan cikalang, pecuk, buntut sate, serta angsa batu dan angsa gila, pelikan justru berkerabat paling dekat dengan paruh sepatu dan bangau hamerkop (meskipun kedua burung ini sebenarnya bukan bangau sejati), dan ditempatkan dalam ordo Pelecaniformes. Ibis, ibis sendok, kuntul, dan bambangan telah diklasifikasikan dalam ordo yang sama. Bukti fosil pelikan merujuk kembali setidaknya 36 juta tahun yang lalu pada sisa-sisa tibiotarsus yang ditemukan dari strata Eosen akhir di Mesir yang memiliki kemiripan mencolok dengan spesies pelikan modern.[1] Mereka diperkirakan telah berevolusi di Dunia Lama dan menyebar ke Amerika; hal ini tercermin dalam hubungan di dalam genus ini di mana delapan spesiesnya terbagi menjadi garis keturunan Dunia Lama dan Dunia Baru.[3] Hipotesis ini didukung oleh bukti fosil dari taksa pelikan tertua.[1]

Pelikan kerap mengunjungi saluran air pedalaman namun paling dikenal mendiami zona maritim dan pesisir, di mana mereka mencari makan terutama ikan menggunakan kantung tenggorokan mereka yang besar, menyelam ke dalam air dan menangkap mangsa di atau dekat permukaan air. Mereka dapat beradaptasi dengan berbagai tingkat salinitas, dari air tawar dan payau hingga—yang paling umum—air laut. Mereka adalah burung yang gregarius (hidup berkelompok), bepergian dalam kawanan, berburu secara kooperatif, dan berkembang biak secara kolonial. Empat spesies berbulu putih cenderung bersarang di tanah, dan empat spesies berbulu cokelat atau abu-abu bersarang terutama di pepohonan.[4] Hubungan antara pelikan dan manusia sering kali penuh pertentangan. Burung-burung ini telah dipersekusi karena dianggap sebagai saingan bagi perikanan komersial dan rekreasi.[5] Populasi mereka telah menurun akibat kerusakan habitat, gangguan, dan pencemaran lingkungan, dan tiga spesies menjadi perhatian konservasi. Mereka juga memiliki sejarah panjang signifikansi budaya dalam mitologi, serta dalam ikonografi Kristen dan heraldik.
Taksonomi dan sistematika
Etimologi
Nama ini berasal dari kata Yunani Kuno pelekan (πελεκάν),[6] yang mana kata itu sendiri diturunkan dari kata pelekys (πέλεκυς) yang berarti "kapak".[7] Pada zaman klasik, kata tersebut diterapkan baik untuk pelikan maupun burung pelatuk.[8]
Sejarah taksonomi
Genus Pelecanus pertama kali dideskripsikan secara formal oleh Carl Linnaeus dalam karya pentingnya tahun 1758, Systema Naturae edisi ke-10. Ia menjabarkan karakteristik pembedanya berupa paruh lurus yang berkait di bagian ujung, lubang hidung linear, wajah gundul, dan kaki yang berselaput penuh. Definisi awal ini mencakup cikalang, pecuk, dan sulid, serta pelikan.[9] Famili Pelecanidae kemudian diperkenalkan (sebagai Pelicanea) oleh seorang polimatik Prancis, Constantine Samuel Rafinesque, pada tahun 1815.[10][11]
Ordo dan taksa kerabat
Pelikan memberikan nama mereka bagi Pelecaniformes, suatu ordo yang telah mengalami revisi signifikan. Buntut sate (kini Phaethontiformes), pecuk ular, pecuk, angsa batu, angsa gila, dan cikalang (kini Suliformes), yang semuanya merupakan anggota tradisional ordo tersebut, telah dipisahkan dari Pelecaniformes. Sebagai gantinya, kuntul, ibis, ibis sendok, hamerkop, dan paruh sepatu kini telah dimasukkan ke dalam Pelecaniformes.[12]
Hubungan filogenetik
Data molekuler mendukung hubungan erat antara pelikan, paruh sepatu (Balaeniceps rex), dan hamerkop (Scopus umbretta).[13] Bersama-sama, mereka membentuk klad yang berbeda dalam Pelecaniformes, meskipun hubungan evolusi persisnya masih dalam penelitian.[14]
|
|
Evolusi dan catatan fosil
Fosil pelikan tertua yang diketahui adalah Eopelecanus aegyptiacus, sebuah tibiotarsus dari akhir Eosen (Priabonian) di Formasi Birket Qarun di Wadi Al-Hitan, Mesir (~36 juta tahun yang lalu). Fosil ini menunjukkan kemiripan yang mencolok dengan spesies modern.[1]
Fosil-fosil selanjutnya dari Miosen Awal yang ditemukan di Luberon, Prancis, mencakup Pelecanus sp. dan Miopelecanus gracilis.[15][a] Kedua fosil menunjukkan paruh yang secara morfologis hampir identik dengan pelikan masa kini.[15] Stasis yang luar biasa dalam morfologi paruh pelikan ini mungkin mencerminkan adanya kendala fungsional yang kuat. Paruh pemakan ikan mereka yang terspesialisasi kemungkinan tetap optimal selama jutaan tahun, di mana perubahan berpotensi mengurangi efisiensi makan.[15] Beberapa pihak juga menyarankan bahwa kendala yang ditimbulkan oleh kemampuan terbang mungkin telah membatasi evolusi kerangka pelikan.[15]
Spesies fosil yang penting (diurutkan berdasarkan wilayah dan usia) meliputi:
- Eropa: P. fraasi, Lydekker, 1891; P. intermedius,[b] Frass,1870; P. gracilis, Milne-Edwards, 1863;[16] P. odessanus, Widhalm, 1886[17]
- Amerika Utara: P. halieus, Wetmore, 1933;[18] P. schreiberi, Olson, 1999[19]
- Asia: P. cautleyi, Davies, 1880; P. sivalensis, Davies, 1880[16]
- Amerika Selatan: P. paranensis, Noriega et al., 2023[20]
- Australia: P. cadimurka, Rich & van Tets, 1981;[21] P. tirarensis, Miller, 1966[22]
Penempatan fosil yang kontroversial dan meragukan
- Protopelicanus (Eosen Akhir) – Pernah dianggap sebagai kemungkinan pelecaniform awal, burung ini mungkin justru termasuk dalam Pelagornithidae (burung gigi semu) atau garis keturunan akuatik lain yang tidak berkerabat. Ia umumnya tidak diterima sebagai anggota Pelecanidae.[1][23]
- Liptornis (Miosen) – Awalnya dideskripsikan sebagai pelikan, genus ini sekarang dianggap sebagai nomen dubium, berdasarkan materi fosil yang terfragmentasi dan tidak memiliki fitur diagnostik yang memadai.[24]
Spesies yang masih hidup dan filogeni
Tinjauan spesies
| Hubungan evolusioner di antara spesies yang masih hidup berdasarkan Kennedy et al. (2013).[3] |
Terdapat delapan spesies pelikan yang masih hidup, yang secara historis dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan pewarnaan bulu dan perilaku bersarang. Satu kelompok mencakup empat spesies yang bersarang di tanah dengan bulu yang didominasi warna putih—pelikan australia, dalmasia, putih besar, dan putih amerika. Kelompok lainnya terdiri dari empat spesies dengan bulu berwarna abu-abu atau cokelat yang bersarang di pepohonan atau di bebatuan pantai—pelikan punggung merah muda, paruh totol, cokelat, dan peru.[4] Pelikan cokelat dan pelikan peru yang sebagian besar hidup di laut, yang pernah dianggap satu spesies, terkadang ditempatkan dalam subgenus Leptopelecanus karena pewarnaan mereka yang lebih gelap dan kebiasaan hidup di pesisir.[25] Namun, spesies dengan bulu dan perilaku bersarang yang serupa ditemukan pada kedua kelompok tersebut, yang mengindikasikan bahwa ciri-ciri ini tidak mencerminkan pembagian evolusioner yang mendalam.[4]
Analisis genetik menggunakan DNA mitokondria dan DNA inti telah mengungkap gambaran yang berbeda mengenai hubungan kekerabatan pelikan. Studi-studi ini mendukung keberadaan dua klad utama: klad Dunia Baru, yang terdiri dari pelikan putih amerika, cokelat, dan peru, serta klad Dunia Lama yang mencakup pelikan dalmasia, punggung merah muda, paruh totol, australia, dan putih besar.[3] Filogeni ini menunjukkan bahwa pelikan berevolusi di Dunia Lama dan kemudian mengolonisasi Amerika. Lebih jauh lagi, hal ini mengindikasikan bahwa perilaku bersarang lebih kuat dipengaruhi oleh ukuran tubuh daripada garis keturunan genetik.[3]
Daftar spesies yang masih hidup
| Spesies Pelecanus yang masih hidup | |||
|---|---|---|---|
| Nama umum dan binomial[26] | Gambar | Deskripsi | Sebaran dan status |
| Pelikan putih amerika Pelecanus erythrorhynchos Gmelin, 1789 |
Panjang 1,3–1,8 m (4,3–5,9 ft), rentang sayap 2,44–2,9 m (8,0–9,5 ft), berat 5–9 kg (10–20 pon).[27] Bulu hampir seluruhnya putih, kecuali remiges primer dan sekunder berwarna hitam yang hanya terlihat saat terbang. | Monotipik. Berbiak di pedalaman Kanada dan Amerika Serikat, menghabiskan musim dingin di selatan Amerika Serikat, Meksiko, dan Amerika Tengah.[28][29] Status: risiko rendah.[28] | |
| Pelikan cokelat Pelecanus occidentalis Linnaeus, 1766 |
Panjang hingga 1,4 m (4,6 ft), rentang sayap 2–2,3 m (6,6–7,5 ft), berat 3,6–4,5 kg (7,9–9,9 pon).[30] Pelikan terkecil; dibedakan oleh bulunya yang cokelat; mencari makan dengan cara menyelam terjun.[31] | Lima subspesies. Persebaran pesisir terentang dari Amerika Utara dan Karibia hingga utara Amerika Selatan dan Galapagos.[32] Status: risiko rendah.[33] | |
| Pelikan peru Pelecanus thagus Molina, 1782 |
Panjang hingga 1,52 m (5,0 ft), rentang sayap 2,48 m (8,1 ft),[34] berat rata-rata 7 kg (15 pon).[35] Berwarna gelap dengan garis putih dari mahkota turun ke sisi leher. | Monotipik. Pesisir Pasifik Amerika Selatan dari Ekuador dan Peru ke selatan hingga selatan Chili.[32] Status: hampir terancam.[36] | |
| Pelikan putih besar Pelecanus onocrotalus Linnaeus, 1758 |
Panjang 1,40–1,75 m (4,6–5,7 ft), rentang sayap 2,45–2,95 m (8,0–9,7 ft), berat 10–11 kg (22–24 pon).[37][38] Bulu putih, dengan bercak wajah dan kaki berwarna merah muda. | Monotipik. Persebaran tidak merata dari Mediterania timur ke timur hingga Indocina dan Semenanjung Melayu, dan selatan hingga Afrika Selatan.[32] Status: risiko rendah.[39] | |
| Pelikan australia Pelecanus conspicillatus Temminck, 1824 |
Panjang 1,60–1,90 m (5,2–6,2 ft), rentang sayap 2,3–2,5 m (7,5–8,2 ft), berat 4–82 kg (8,8–180,8 pon).[40] Didominasi warna putih dengan warna hitam di sepanjang bulu primer serta paruh merah muda pucat yang sangat besar. | Monotipik. Australia dan Nugini; vagran di Selandia Baru, Solomon, Kepulauan Bismarck, Fiji, dan Wallacea.[32] Status: risiko rendah.[41] | |
| Pelikan punggung merah muda Pelecanus rufescens Gmelin, 1789 |
Panjang 1,25–1,32 m (4,1–4,3 ft), rentang sayap 2,65–2,9 m (8,7–9,5 ft),[42] berat 3,9–7 kg (8,6–15,4 pon).[43] Bulu abu-abu dan putih, terkadang kemerahan di bagian punggung, dengan mandibula atas berwarna kuning dan kantung abu-abu.[42] | Monotipik. Afrika, Seychelles, dan barat daya Arab;[32] punah di Madagaskar.[44] Status: risiko rendah.[45] | |
| Pelikan dalmasia Pelecanus crispus Bruch, 1832[46] |
Panjang 1,60–1,80 m (5,2–5,9 ft), rentang sayap 2,70–3,20 m (8,9–10,5 ft), berat 10–12 kg (22–26 pon).[37][38] Pelikan terbesar; berbeda dari pelikan putih besar karena memiliki bulu tengkuk keriting, kaki abu-abu, dan bulu putih keabu-abuan.[42] | Monotipik. Eropa tenggara hingga India dan Tiongkok.[32] Status: hampir terancam.[47] | |
| Pelikan paruh totol Pelecanus philippensis Gmelin, 1789 |
Panjang 1,27–1,52 m (4,2–5,0 ft), rentang sayap 2,5 m (8,2 ft), berat c. 5 kg (11 pon).[48] Sebagian besar putih abu-abu di seluruh tubuh, dengan jambul tengkuk abu-abu di musim berbiak, tunggir kemerahan, dan kantung paruh bertotol.[48] | Monotipik. Asia Selatan dari selatan Pakistan melintasi India ke timur hingga Indonesia;[32] punah di Filipina dan kemungkinan di Tiongkok timur.[48] Status: hampir terancam.[49] | |
Deskripsi



Pelikan adalah burung yang sangat besar dengan paruh yang sangat panjang yang dicirikan oleh kait melengkung ke bawah di ujung mandibula atas, dan pelekatan kantung gular yang besar ke bagian bawahnya. Rami yang ramping dari paruh bawah dan otot lidah yang fleksibel membentuk kantung tersebut menjadi serupa keranjang untuk menangkap ikan, dan terkadang air hujan,[25] namun agar tidak menghambat proses menelan ikan besar, lidah itu sendiri berukuran sangat kecil.[51] Mereka memiliki leher yang panjang dan kaki pendek kekar dengan kaki besar yang berselaput penuh. Meskipun mereka termasuk burung terbang terberat,[52] mereka relatif ringan untuk tampilan tubuhnya yang besar karena adanya kantung-kantung udara di dalam kerangka dan di bawah kulit, yang memungkinkan mereka mengapung tinggi di permukaan air.[25] Ekornya pendek dan berbentuk persegi.Sayapnya panjang dan lebar, berbentuk sesuai untuk terbang membumbung dan melayang, serta memiliki jumlah bulu terbang sekunder yang luar biasa banyak, yaitu 30 hingga 35 helai.[53]
Jantan umumnya lebih besar daripada betina dan memiliki paruh yang lebih panjang.[25] Spesies terkecil adalah pelikan cokelat, di mana individu kecilnya bisa jadi tidak lebih berat dari 275 kg (606 pon) dan panjang 106 m (348 ft), dengan rentang sayap hanya 183 m (600 ft). Yang terbesar diyakini adalah pelikan dalmasia, dengan berat mencapai 15 kg (33 pon) dan panjang 183 m (600 ft), dengan rentang sayap maksimum 3 m (9,8 ft). Paruh pelikan australia dapat tumbuh hingga sepanjang 05 m (16 ft) pada jantan besar,[54] yang merupakan paruh terpanjang dari burung mana pun.[4]
Pelikan memiliki bulu yang sebagian besar berwarna terang, dengan pengecualian pada pelikan cokelat dan pelikan peru.[55] Paruh, kantung, dan kulit wajah yang gundul dari semua spesies menjadi berwarna lebih cerah sebelum musim berbiak dimulai.[56] Kantung tenggorokan subspesies pelikan cokelat dari California berubah menjadi merah cerah, dan memudar menjadi kuning setelah telur diletakkan, sedangkan kantung tenggorokan pelikan peru berubah menjadi biru. Pelikan putih amerika menumbuhkan tonjolan yang menonjol di paruhnya yang akan tanggal setelah betina bertelur.[5] Bulu pelikan yang belum dewasa lebih gelap daripada pelikan dewasa.[55] Anakan yang baru menetas telanjang dan berwarna merah muda, menggelap menjadi abu-abu atau hitam setelah empat hingga 14 hari, kemudian menumbuhkan lapisan bulu halus putih atau abu-abu.[57]
Kantung udara
Pembedahan anatomis terhadap dua ekor pelikan cokelat pada tahun 1939 menunjukkan bahwa pelikan memiliki jaringan kantung udara di bawah kulit mereka yang terletak di seluruh permukaan ventral termasuk tenggorokan, dada, dan bagian bawah sayap, serta memiliki kantung udara di tulang mereka.[58] Kantung udara tersebut terhubung ke saluran udara sistem pernapasan, dan pelikan dapat menjaga kantung udaranya tetap mengembang dengan menutup glotisnya, tetapi bagaimana kantung udara tersebut digembungkan tidaklah jelas.[58] Kantung udara berfungsi untuk menjaga pelikan agar tetap memiliki daya apung yang luar biasa di dalam air[59] dan juga dapat meredam benturan tubuh pelikan di permukaan air saat mereka menyelam dari udara ke dalam air untuk menangkap ikan.[58] Kantung udara superfisial juga dapat membantu membulatkan kontur tubuh (terutama di atas perut, di mana tonjolan permukaan mungkin disebabkan oleh organ dalam yang berubah ukuran dan posisinya) untuk memungkinkan bulu-bulu di atasnya membentuk isolasi panas yang lebih efektif dan juga memungkinkan bulu-bulu tersebut tetap pada posisinya demi aerodinamika yang baik.[58]
Persebaran dan habitat
Pelikan modern ditemukan di semua benua kecuali Antarktika. Mereka terutama mendiami wilayah hangat, meskipun daerah berbiak meluas hingga garis lintang 45° Selatan (pelikan australia di Tasmania) dan 60° Utara (pelikan putih amerika di Kanada bagian barat).[4] Sebagai burung perairan pedalaman dan pesisir, mereka absen dari wilayah kutub, laut dalam, pulau-pulau samudra (kecuali Galapagos), dan pedalaman Amerika Selatan, serta dari pantai timur Amerika Selatan mulai dari muara Sungai Amazon ke arah selatan.[25] Tulang-tulang subfosil telah ditemukan sejauh selatan Pulau Selatan Selandia Baru,[60] meskipun kelangkaan dan kemunculannya yang terisolasi menunjukkan bahwa sisa-sisa ini mungkin hanyalah burung vagran dari Australia (seperti halnya yang terjadi saat ini).[61]
Perilaku dan ekologi

Pelikan berenang dengan andal menggunakan kaki mereka yang kuat dan berselaput. Mereka menggosokkan bagian belakang kepala pada kelenjar minyak mereka untuk mengambil sekresi berminyak, yang kemudian dioleskan ke bulu agar kedap air.[4] Dengan melipat sayap secara longgar di sisi tubuh, pelikan mengapung dengan bagian tubuh yang relatif sedikit terendam di bawah permukaan air.[42] Mereka membuang panas berlebih melalui gular flutter (geletar gular)—yaitu menggetarkan kulit tenggorokan dan kantung dengan paruh terbuka untuk memicu pendinginan evaporatif.[25] Mereka bertengger dan beristirahat secara komunal di pantai, gosong pasir, dan perairan dangkal.[25]
Lapisan berserat jauh di dalam otot dada mampu menahan sayap secara kaku dan horizontal untuk melayang dan membumbung. Oleh karena itu, mereka memanfaatkan termal (arus udara panas) untuk membumbung hingga ketinggian 3.000 m (10.000 kaki) atau lebih,[62] dikombinasikan dengan melayang dan terbang mengepak dalam formasi V, untuk menempuh jarak hingga 150 km (93 mi) menuju area mencari makan.[4] Pelikan juga terbang rendah (atau menyusur) di atas permukaan air, memanfaatkan fenomena yang dikenal sebagai efek tanah untuk mengurangi gaya hambat dan meningkatkan gaya angkat. Saat udara mengalir di antara sayap dan permukaan air, udara tersebut terkompresi menjadi densitas yang lebih tinggi dan memberikan gaya dorong ke atas yang lebih kuat terhadap burung di atasnya.[63] Dengan demikian, energi yang cukup besar dapat dihemat saat terbang.[64]
Pelikan dewasa mengandalkan peragaan visual dan perilaku untuk berkomunikasi,[65] terutama menggunakan sayap dan paruh mereka. Perilaku agonistik terdiri dari menyodorkan dan mengatupkan paruh ke arah lawan, atau mengangkat dan melambaikan sayap dengan cara yang mengancam.[66] Pelikan dewasa mendengus saat berada di koloni, tetapi umumnya diam di tempat lain atau di luar musim berbiak.[42][67][68][69] Sebaliknya, suasana koloni sangat bising karena anakan burung bersuara secara terus-menerus.[65]
Pembiakan dan rentang hidup
Pelikan adalah burung yang gregarius (hidup berkelompok) dan bersarang dalam koloni. Pasangan bersifat monogami selama satu musim, tetapi ikatan pasangan hanya berlaku di area bersarang; pasangan tersebut hidup mandiri saat berada jauh dari sarang. Spesies yang bersarang di tanah (berwarna putih) memiliki ritual percumbuan komunal yang kompleks yang melibatkan sekelompok jantan mengejar satu betina di udara, di darat, atau di air sambil menunjuk, menganga, dan menyodorkan paruh mereka satu sama lain. Mereka dapat menyelesaikan proses ini dalam sehari. Spesies yang bersarang di pohon memiliki proses yang lebih sederhana di mana pejantan yang bertengger memamerkan diri untuk memikat betina.[4] Lokasi koloni berbiak dibatasi oleh ketersediaan pasokan ikan yang melimpah untuk dimakan, meskipun pelikan dapat menggunakan termal untuk membumbung dan menempuh perjalanan ratusan kilometer setiap hari guna mengambil makanan.[56]
Pelikan australia memiliki dua strategi reproduksi yang bergantung pada tingkat prediktabilitas lingkungan setempat. Koloni yang terdiri dari puluhan atau ratusan, jarang ribuan, burung berbiak secara teratur di pulau-pulau pesisir kecil dan sub-pesisir di mana makanan tersedia secara musiman atau permanen. Di pedalaman Australia yang gersang, terutama di Cekungan Danau Eyre yang endoreik, pelikan berbiak secara oportunistik dalam jumlah yang sangat besar hingga 50.000 pasang, ketika banjir besar yang tidak teratur, yang mungkin berjarak bertahun-tahun, mengisi danau garam yang bersifat efemeral (sementara) dan menyediakan sejumlah besar makanan selama beberapa bulan sebelum mengering kembali.[62]
Pada semua spesies, kopulasi terjadi di lokasi sarang; proses ini dimulai tak lama setelah berpasangan dan berlanjut selama tiga hingga sepuluh hari sebelum bertelur. Pejantan membawa materi sarang, pada spesies yang bersarang di tanah (yang mungkin tidak membangun sarang) terkadang di dalam kantung paruh, dan pada spesies yang bersarang di pohon dengan melintang di paruh. Betina kemudian menumpuk materi tersebut untuk membentuk struktur sederhana.[4]
Telurnya berbentuk oval, putih, dan bertekstur kasar.[25] Semua spesies biasanya bertelur setidaknya dua butir; ukuran laras (jumlah telur per sarang) biasanya satu hingga tiga, jarang sampai enam.[25] Kedua jenis kelamin mengerami telur di atas atau di bawah kaki mereka; mereka mungkin melakukan peragaan saat berganti giliran. Inkubasi memakan waktu 30–36 hari;[25] keberhasilan penetasan untuk pasangan yang tidak terganggu bisa mencapai 95%, tetapi karena persaingan antar saudara atau siblisida, di alam liar, biasanya semua kecuali satu anakan akan mati dalam beberapa minggu pertama (lebih lambat pada spesies punggung merah muda dan paruh totol). Kedua induk memberi makan anak-anak mereka. Anakan kecil diberi makan dengan cara regurgitasi (dimuntahkan kembali); setelah sekitar satu minggu, mereka mampu memasukkan kepala mereka ke dalam kantung induknya dan makan sendiri.[57] Terkadang sebelum, tetapi terutama setelah diberi makan, anakan pelikan mungkin tampak "mengamuk" dengan bersuara keras dan menyeret dirinya berputar-putar menggunakan satu sayap dan kaki, membenturkan kepalanya ke tanah atau apa pun di dekatnya dan amukan ini terkadang berakhir dengan apa yang tampak seperti kejang yang mengakibatkan anakan tersebut pingsan sejenak; alasannya tidak diketahui secara jelas, tetapi kepercayaan umum menyatakan bahwa hal itu dilakukan untuk menarik perhatian pada dirinya sendiri dan menjauhkan perhatian dari saudara kandung yang sedang menunggu untuk diberi makan.[4]
Induk spesies yang bersarang di tanah terkadang menyeret anak yang lebih tua secara kasar pada bagian kepalanya sebelum memberi mereka makan. Mulai usia sekitar 25 hari,[25] anakan spesies ini berkumpul dalam kelompok atau "kres" (tempat penitipan anak) yang terdiri hingga 100 ekor burung di mana induk hanya mengenali dan memberi makan keturunannya sendiri. Pada usia enam hingga delapan minggu, mereka berkeliaran, kadang-kadang berenang, dan mungkin berlatih mencari makan bersama.[4] Anakan dari semua spesies mulai belajar terbang sepuluh hingga 12 minggu setelah menetas. Mereka mungkin tetap bersama orang tua mereka setelahnya, tetapi sekarang jarang atau tidak pernah diberi makan lagi. Mereka dewasa pada usia tiga atau empat tahun.[25] Keberhasilan berbiak secara keseluruhan sangat bervariasi.[4] Pelikan hidup selama 15 hingga 25 tahun di alam liar, meskipun satu individu mencapai usia 54 tahun di penangkaran.[56]
Pencarian makan
Pakan pelikan biasanya terdiri dari ikan,[56] namun sesekali amfibi, kura-kura, krustasea, serangga, burung, dan mamalia juga dimakan.[70][71][72] Ukuran ikan mangsa yang disukai bervariasi tergantung pada spesies pelikan dan lokasi. Sebagai contoh, di Afrika, pelikan punggung merah muda umumnya mengambil ikan mulai dari ukuran benih hingga 400 g (0,9 pon) dan pelikan putih besar lebih menyukai ikan yang agak lebih besar, hingga 600 g (1,3 pon), tetapi di Eropa, spesies terakhir tercatat mengambil ikan hingga 1.850 g (4,1 pon).[72] Di perairan dalam, pelikan putih sering mencari ikan sendirian. Lebih dekat ke pantai, beberapa ekor mengepung kawanan ikan kecil atau membentuk barisan untuk menggiring mereka ke tempat dangkal, mengepakkan sayap mereka di permukaan air dan kemudian menyerok mangsanya.[73] Meskipun semua spesies pelikan dapat mencari makan secara berkelompok atau sendirian, pelikan dalmasia, punggung merah muda, dan paruh totol adalah satu-satunya yang lebih suka mencari makan sendiri. Saat memancing secara berkelompok, semua spesies pelikan diketahui bekerja sama untuk menangkap mangsanya, dan pelikan dalmasia bahkan dapat bekerja sama dengan pecuk padi besar.[72]
Ikan besar ditangkap dengan ujung paruh, lalu dilempar ke udara untuk ditangkap kembali dan diluncurkan masuk ke kerongkongan dengan kepala lebih dulu. Seekor camar terkadang berdiri di atas kepala pelikan, mematuknya untuk mengalihkan perhatian, dan menyambar ikan dari paruh yang terbuka.[74] Pelikan pada gilirannya terkadang merampas mangsa dari burung air lainnya.[4]
Pelikan cokelat biasanya menyelam terjun dengan kepala lebih dulu untuk menangkap mangsanya, dari ketinggian hingga 10–20 m (33–66 ft), terutama untuk memburu ikan teri dan menhaden.[72][73][75] Satu-satunya pelikan lain yang mencari makan menggunakan teknik serupa adalah pelikan peru, tetapi selaman mereka biasanya dilakukan dari ketinggian yang lebih rendah daripada pelikan cokelat.[76] Pelikan australia dan pelikan putih amerika dapat mencari makan dengan cara terjun rendah yang mendarat dengan kaki terlebih dahulu dan kemudian menyerok mangsa dengan paruhnya, tetapi mereka—seperti halnya spesies pelikan lainnya—terutama mencari makan sambil berenang di permukaan air.[72] Mangsa akuatik paling sering diambil di atau dekat permukaan air.[55] Meskipun pada prinsipnya adalah pemakan ikan, pelikan australia juga merupakan pemakan bangkai dan karnivora yang eklektik dan oportunistik yang mencari makan di lokasi tempat pembuangan akhir, serta memakan bangkai[77] dan "apa saja mulai dari serangga dan krustasea kecil hingga bebek dan anjing kecil".[77] Makanan tidak disimpan di kantung tenggorokan pelikan, bertentangan dengan cerita rakyat populer.[56]
Pelikan juga dapat memakan burung. Di Afrika bagian selatan, telur dan anak pecuk tanjung merupakan sumber makanan penting bagi pelikan putih besar.[72] Beberapa spesies burung lain telah tercatat dalam diet pelikan ini di Afrika Selatan, termasuk anakan angsa batu afrika di Pulau Malgas[78] serta pecuk mahkota, camar kelp, dara laut jambul, dan penguin afrika di Pulau Dassen dan tempat lainnya.[79] Pelikan australia, yang sangat bersedia memangsa berbagai jenis hewan, telah tercatat memangsa ibis putih australia muda, serta itik kelabu dan camar perak muda maupun dewasa.[72][80] Pelikan cokelat telah dilaporkan memangsa murre biasa muda di California serta telur dan anakan kuntul kerbau dan anakan kuntul besar di Baja California, Meksiko.[81] Pelikan peru di Chili telah tercatat memangsa anakan pecuk raja, petrel-penyelam peru remaja, dan camar kelabu.[82][83] Kanibalisme terhadap anakan spesies mereka sendiri diketahui terjadi pada pelikan australia, cokelat, dan peru.[80][81][83] Pelikan putih besar non-asli telah diamati menelan merpati kota di St. James's Park di London, Inggris.[71]
Status dan konservasi
Populasi
Secara global, populasi pelikan dipengaruhi secara buruk oleh faktor-faktor utama ini: menurunnya pasokan ikan akibat penangkapan ikan yang berlebihan atau pencemaran air, perusakan habitat, dampak langsung dari aktivitas manusia seperti gangguan pada koloni sarang, perburuan dan pemusnahan selektif, terjerat di tali dan kail pancing, serta keberadaan polutan seperti DDT dan endrin. Sebagian besar populasi spesies kurang lebih stabil, meskipun tiga di antaranya diklasifikasikan oleh IUCN sebagai berisiko. Semua spesies mudah berkembang biak di kebun binatang, yang berpotensi berguna bagi manajemen konservasi.[84]
Populasi gabungan pelikan cokelat dan pelikan peru diperkirakan mencapai 650.000 ekor, dengan sekitar 250.000 di Amerika Serikat dan Karibia, serta 400.000 di Peru.[c] National Audubon Society memperkirakan populasi global pelikan cokelat mencapai 300.000 ekor.[86] Jumlah pelikan cokelat anjlok pada tahun 1950-an dan 1960-an, sebagian besar sebagai akibat dari pencemaran lingkungan oleh DDT, dan spesies ini terdaftar sebagai terancam punah di AS pada tahun 1970. Dengan adanya pembatasan penggunaan DDT di AS sejak tahun 1972, populasinya telah pulih, dan spesies ini dihapus dari daftar tersebut pada tahun 2009.[85][87]
Pelikan peru terdaftar sebagai hampir terancam karena, meskipun populasinya diperkirakan oleh BirdLife International melebihi 500.000 individu dewasa, dan kemungkinan terus meningkat, jumlahnya jauh lebih tinggi pada masa lalu. Populasi menurun secara drastis selama peristiwa El Niño tahun 1998 dan dapat mengalami penurunan serupa pada masa depan. Kebutuhan konservasi mencakup pemantauan rutin di seluruh wilayah persebaran untuk menentukan tren populasi, terutama setelah tahun-tahun El Niño, membatasi akses manusia ke koloni sarang yang penting, dan menilai interaksi dengan perikanan.[88]
Pelikan paruh totol memiliki perkiraan populasi antara 13.000 dan 18.000 ekor dan dianggap hampir terancam dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN. Jumlahnya menurun secara substansial selama abad ke-20, salah satu faktor krusialnya adalah hilangnya koloni sarang penting di lembah Sittaung di Burma akibat deforestasi dan hilangnya tempat mencari makan.[89] Ancaman utama yang dihadapinya berasal dari hilangnya habitat dan gangguan manusia, tetapi populasi sebagian besar telah stabil menyusul peningkatan perlindungan di India dan Kamboja.[49]
Pelikan punggung merah muda memiliki populasi besar yang tersebar di sebagian besar Afrika sub-Sahara. Karena tidak adanya ancaman substansial atau bukti penurunan di seluruh jangkauannya, status konservasinya dinilai sebagai risiko rendah. Ancaman regional meliputi pengeringan lahan basah dan meningkatnya gangguan di Afrika bagian selatan. Spesies ini rentan terhadap bioakumulasi racun dan kerusakan pohon sarang akibat penebangan kayu.[90]
Jumlah pelikan putih amerika telah meningkat,[5] dengan perkiraan populasi lebih dari 157.000 ekor pada tahun 2005, menjadi lebih banyak di sebelah timur pembagi benua, sementara menurun di bagian barat.[91] Namun, belum jelas apakah jumlahnya terpengaruh oleh paparan pestisida, karena spesies ini juga kehilangan habitat akibat pengeringan lahan basah dan persaingan dengan penggunaan rekreasi di danau dan sungai.[5]

Pelikan putih besar tersebar di wilayah yang luas di Afrika dan Asia selatan. Tren jumlah keseluruhan tidak pasti, dengan campuran populasi regional yang meningkat, menurun, stabil, atau tidak diketahui, tetapi tidak ditemukan bukti penurunan keseluruhan yang cepat, dan status spesies ini dinilai sebagai risiko rendah. Ancaman meliputi pengeringan lahan basah, persekusi dan perburuan olahraga, gangguan di koloni sarang, serta kontaminasi oleh pestisida dan logam berat.[92]
Pelikan dalmasia memiliki perkiraan populasi antara 10.000 dan 20.000 ekor setelah penurunan besar-besaran pada abad ke-19 dan ke-20. Ancaman utama yang sedang berlangsung meliputi perburuan, terutama di Asia timur, gangguan, pembangunan pesisir, tabrakan dengan kabel listrik udara, dan eksploitasi stok ikan yang berlebihan.[93] Spesies ini terdaftar sebagai hampir terancam oleh Daftar Merah Spesies Terancam IUCN karena tren populasi yang menurun, terutama di Mongolia, di mana spesies ini hampir punah. Namun, beberapa koloni di Eropa ukurannya makin bertambah dan koloni terbesar untuk spesies ini, di Danau Prespa Kecil di Yunani, telah mencapai sekitar 1.400 pasangan berbiak menyusul langkah-langkah konservasi.[47]
Tersebar luas di seluruh Australia,[5] pelikan australia memiliki populasi yang secara umum diperkirakan antara 300.000 dan 500.000 individu.[94] Jumlah populasi keseluruhan berfluktuasi secara luas dan tidak menentu bergantung pada kondisi lahan basah dan keberhasilan pembiakan di seluruh benua tersebut. Spesies ini dinilai sebagai risiko rendah.[95]
Pemusnahan selektif dan gangguan
Pelikan telah dipersekusi oleh manusia karena dianggap bersaing untuk mendapatkan ikan, padahal faktanya mangsa mereka hanya sedikit tumpang tindih dengan ikan yang ditangkap manusia.[5] Bermula pada tahun 1880-an, pelikan putih amerika dipukuli dan ditembaki, telur dan anakan mereka sengaja dihancurkan, serta situs mencari makan dan bersarang mereka terdegradasi oleh skema pengelolaan air dan pengeringan lahan basah.[5] Bahkan pada abad ke-21, peningkatan populasi pelikan putih amerika di tenggara Idaho, Amerika Serikat, dianggap mengancam perikanan rekreasi trout cutthroat di sana, yang berujung pada upaya resmi untuk mengurangi jumlah pelikan melalui gangguan sistematis dan pemusnahan.[96]
Pelikan putih besar di Pulau Dyer, di wilayah Western Cape, Afrika Selatan, dimusnahkan selama abad ke-19 karena pemangsaan mereka terhadap telur dan anakan burung laut penghasil guano dipandang mengancam mata pencaharian para pengumpul guano.[79] Baru-baru ini, pemangsaan semacam itu di koloni burung laut Afrika Selatan telah berdampak pada konservasi populasi burung laut yang terancam, terutama pecuk mahkota, pecuk tanjung, dan pecuk bank. Hal ini memunculkan saran bahwa jumlah pelikan harus dikendalikan di koloni-koloni yang rentan.[79]
Terlepas dari kerusakan habitat serta persekusi yang disengaja dan ditargetkan, pelikan rentan terhadap gangguan di koloni berbiak mereka oleh pengamat burung, fotografer, dan pengunjung lain yang penasaran. Kehadiran manusia saja dapat menyebabkan burung secara tidak sengaja memindahkan atau menghancurkan telur mereka, membiarkan anakan yang baru menetas terpapar pada predator dan cuaca buruk, atau bahkan menelantarkan koloni mereka sepenuhnya.[97][98][99]
Keracunan dan polusi
Pencemaran DDT di lingkungan menjadi penyebab utama penurunan populasi pelikan cokelat di Amerika Utara pada tahun 1950-an dan 1960-an. Zat ini memasuki jaring-jaring makanan samudra, mengontaminasi dan terakumulasi dalam beberapa spesies, termasuk salah satu ikan makanan utama pelikan – teri utara. Metabolitnya, DDE, merupakan racun reproduksi pada pelikan dan banyak burung lainnya, yang menyebabkan penipisan dan pelemahan cangkang telur, serta kegagalan berbiak sebagai akibatnya karena telur secara tidak sengaja remuk oleh burung yang sedang mengeram. Sejak larangan efektif penggunaan DDT diterapkan di AS pada tahun 1972, cangkang telur pelikan cokelat yang berbiak di sana telah menebal dan populasinya sebagian besar telah pulih.[75][100]
Pada akhir tahun 1960-an, menyusul penurunan besar jumlah pelikan cokelat di Louisiana akibat keracunan DDT, 500 ekor pelikan didatangkan dari Florida untuk menambah dan memulihkan populasi; lebih dari 300 ekor kemudian mati pada bulan April dan Mei 1975 akibat keracunan pestisida endrin.[101] Sekitar 14.000 pelikan, termasuk 7.500 pelikan putih amerika, binasa akibat botulisme setelah memakan ikan dari Laut Salton pada tahun 1990.[5] Pada tahun 1991, sejumlah pelikan cokelat dan pecuk brandt mati dalam jumlah yang tidak normal di Santa Cruz, California, ketika ikan makanan mereka (ikan teri) terkontaminasi oleh asam domoat yang bersifat neurotoksik, yang diproduksi oleh diatom Pseudo-nitzschia.[102]
Sebagai burung air yang memakan ikan, pelikan sangat rentan terhadap tumpahan minyak, baik secara langsung karena terkena minyak maupun akibat dampak pada sumber makanan mereka. Sebuah laporan tahun 2007 kepada Komisi Ikan dan Hewan Liar California memperkirakan bahwa selama 20 tahun sebelumnya, sekitar 500–1.000 pelikan cokelat telah terdampak oleh tumpahan minyak di California.[99] Sebuah laporan tahun 2011 oleh Center for Biological Diversity, setahun setelah tumpahan minyak Deepwater Horizon April 2010, menyatakan bahwa 932 pelikan cokelat telah dikumpulkan setelah terdampak oleh minyak dan memperkirakan bahwa sepuluh kali lipat dari jumlah tersebut telah dirugikan sebagai akibat dari tumpahan itu.[103]
Di tempat pelikan berinteraksi dengan nelayan, baik melalui berbagi perairan yang sama atau mencari sisa-sisa buangan ikan, mereka sangat rentan tersangkut kail dan terjerat tali pancing, baik yang sedang dipakai maupun yang dibuang. Kail ikan tertelan atau tersangkut di kulit kantung atau kaki berselaput, dan senar pancing monofilamen yang kuat dapat melilit paruh, sayap, atau kaki, yang mengakibatkan cacat, kelaparan, dan sering kali kematian. Organisasi penyelamatan lokal telah didirikan di Amerika Utara dan Australia oleh para sukarelawan untuk merawat dan merehabilitasi pelikan dan satwa liar lainnya yang terluka.[104][105][106]
Parasit dan penyakit
Sebagaimana famili burung lainnya, pelikan rentan terhadap berbagai parasit. Malaria unggas dibawa oleh nyamuk Culex pipiens, dan kepadatan tinggi serangga penggigit ini dapat memaksa koloni pelikan untuk ditinggalkan. Lintah dapat menempel pada kloaka atau terkadang di bagian dalam kantung.[107] Sebuah studi tentang parasit pelikan putih amerika menemukan 75 spesies berbeda, termasuk cacing pita, cacing hisap, lalat, kutu, caplak, dan nematoda.
Pelikan cokelat memiliki kisaran parasit yang sama luasnya. Nematoda Contracaecum multipapillatum dan C. mexicanum serta trematoda Ribeiroia ondatrae telah menyebabkan penyakit dan kematian pada populasi Puerto Riko, yang kemungkinan membahayakan pelikan di pulau tersebut.[108]
Banyak parasit pelikan ditemukan pada kelompok burung lain, tetapi beberapa kutu sangat spesifik inang.[109] Pelikan yang sehat biasanya dapat mengatasi kutu mereka, tetapi burung yang sakit mungkin membawa ratusan individu kutu, yang mempercepat kematian burung yang sakit tersebut. Kutu kantung Piagetiella peralis terdapat di dalam kantung sehingga tidak dapat dihilangkan dengan cara bersolek. Meskipun hal ini biasanya bukan masalah serius bahkan ketika hadir dalam jumlah yang menutupi seluruh bagian dalam kantung, terkadang peradangan dan pendarahan dapat terjadi karenanya dan membahayakan inangnya.[109]
Pada bulan Mei 2012, ratusan pelikan peru dilaporkan mati di Peru akibat kombinasi kelaparan dan infestasi cacing gilig.[110]
Simbolisme dan signifikansi budaya
Pelikan telah memainkan peran simbolis yang menonjol dalam budaya manusia melintasi waktu dan geografi. Dari Mesir kuno hingga Pribumi Australia, dan dari alegori Kristen hingga logo dan maskot modern, pelikan telah ditafsirkan sebagai lambang perlindungan, pengorbanan, kepedulian, dan transformasi.[8][111][112][113][114] Penampilan dan perilaku mereka yang khas telah mengilhami mitos, simbolisme religius, perangkat heraldik, lambang institusi, dan bahkan penamaan spesies hewan lain.[4][115][116][117][118] Bagian ini mengeksplorasi cara-cara yang kaya dan bervariasi di mana pelikan telah dianyam ke dalam narasi spiritual, nasional, artistik, dan populer di seluruh dunia.

Kepercayaan kuno dan pribumi
Pelikan (henet dalam bahasa Mesir) dikaitkan di Mesir Kuno dengan kematian dan akhirat. Burung ini digambarkan dalam seni di dinding-dinding makam, dan ditampilkan dalam teks pemakaman, sebagai simbol pelindung terhadap ular. Henet juga disebut dalam Teks Piramida sebagai "ibu raja" dan dengan demikian dipandang sebagai seorang dewi. Referensi dalam papirus pemakaman non-kerajaan menunjukkan bahwa pelikan diyakini memiliki kemampuan untuk menubuatkan perjalanan yang aman di dunia bawah bagi seseorang yang telah meninggal.[113]
Dalam hukum diet Yahudi, pelikan tidak dianggap kosher (layak untuk dikonsumsi), karena merupakan jenis burung laut dan oleh karena itu dianggap sebagai hewan yang tidak tahir.[119][120]
Sebuah mitos asal-usul dari suku Murri di Queensland, yang dikutip oleh Andrew Lang, menggambarkan bagaimana pelikan australia memperoleh bulu hitam dan putihnya. Kisah tersebut menceritakan bahwa pelikan dulunya adalah burung berwarna hitam. Selama banjir, ia membuat sampan untuk menyelamatkan orang-orang yang tenggelam. Ia jatuh cinta pada seorang wanita dan memutuskan untuk menyelamatkannya, tetapi wanita itu dan teman-temannya menipunya dan melarikan diri. Akibatnya, pelikan mulai bersiap untuk pergi berperang melawan mereka dengan memoles dirinya menggunakan tanah liat putih sebagai cat perang. Sebelum ia selesai, pelikan lain, ketika melihat makhluk belang yang aneh seperti itu, membunuhnya dengan paruhnya, dan semua pelikan semacam itu menjadi hitam dan putih sejak saat itu.[112]
Orang-orang Moche dari Peru kuno memuja alam.[116] Mereka menekankan pada hewan dan sering menggambarkan pelikan dalam seni mereka.[121]
Simbolisme Kristen

Mitos pengorbanan diri
Physiologus, sebuah teks Kristen didaktik dari abad ke-3 atau ke-4, mengklaim bahwa pelikan membunuh anak-anak mereka ketika anak-anak itu tumbuh besar dan memukul wajah orang tua mereka, tetapi kemudian sang ibu meratapi mereka selama tiga hari, setelah itu ia memukul sisinya sendiri dan menghidupkan kembali anak-anaknya dengan darahnya.[111] Physiologus menjelaskan hal ini sebagai cerminan rasa sakit yang ditimpakan kepada Allah oleh pemujaan berhala manusia, dan pengorbanan diri Yesus di kayu salib yang menebus orang-orang berdosa (lihat darah dan air yang memancar dari luka di lambung-Nya).[111] Teks ini disalin secara luas, diterjemahkan, dan terkadang diparafrasekan secara dekat selama Abad Pertengahan, misalnya oleh penulis abad ke-13 William sang Juru Tulis dari Normandia dan Bartholomaeus Anglicus.[111]
Karakterisasi pengorbanan diri pelikan diperkuat oleh bestiarium abad pertengahan yang banyak dibaca. Perangkat "pelikan dalam kesalehannya" (pelican in her piety) atau "pelikan yang melukai diri sendiri" (pelican vulning, dari bahasa Latin vulnerō, "aku melukai, aku mencederai, aku menyakiti") digunakan dalam ikonografi religius dan heraldik.[4]
Legenda melukai diri sendiri dan pemberian darah muncul di berbagai budaya.[4] Sebagai contoh, sebuah cerita rakyat India menggambarkan seekor pelikan yang membunuh anak-anaknya dengan perlakuan kasar, tetapi kemudian merasa sangat menyesal sehingga ia membangkitkan mereka dengan darahnya sendiri.[4] Legenda semacam itu mungkin muncul karena kesan yang terkadang diberikan oleh pelikan yang seolah-olah sedang menikam dirinya sendiri dengan paruhnya. Pada kenyataannya, ia sering menekan paruhnya ke dada untuk mengosongkan kantungnya sepenuhnya. Kemungkinan asal-usul lainnya adalah kecenderungan burung ini untuk beristirahat dengan paruh di dadanya; pelikan dalmasia memiliki kantung berwarna merah darah di awal musim berbiak dan hal ini mungkin berkontribusi pada mitos tersebut.[4]
Seni dan sastra religius
Dalam versi mitos Eropa yang lebih baru dan juga dari abad pertengahan, pelikan dianggap sangat perhatian pada anak-anaknya, sampai-sampai memberi mereka darah dengan melukai dadanya sendiri ketika tidak ada makanan lain yang tersedia. Akibatnya, pelikan menjadi lambang Sengsara Yesus dan Ekaristi,[122][123] melengkapi citra anak domba dan bendera.[124] Karakteristik mitos ini dirujuk dalam himne "Adoro te devote" ("Kusujud kepada-Mu"), di mana pada bait kedua dari terakhir, Santo Thomas Aquinas menggambarkan Kristus sebagai pelikan ilahi yang penuh kasih, yang setetes darah-Nya dapat menyelamatkan dunia.[125] Demikian pula, novel alegori Kristen tahun 1678 Perjalanan Seorang Musafir menggambarkan bagaimana "pelikan menusuk dadanya sendiri dengan paruhnya... untuk memberi makan anak-anaknya dengan darahnya, dan dengan demikian menunjukkan bahwa Kristus yang terberkati begitu mengasihi anak-anak-Nya, umat-Nya, sehingga menyelamatkan mereka dari kematian dengan darah-Nya."[126]
Pelikan ditampilkan dalam banyak karya seni Kristen, terutama di Eropa. Sebagai contoh, edisi pertama (1611) dari Alkitab Versi Raja James memuat penggambaran seekor pelikan yang sedang memberi makan anak-anaknya dalam sebuah panel oval di bagian bawah halaman judul.[124] "Pelikan dalam kesalehannya" muncul di Reredos tahun 1686 karya Grinling Gibbons di gereja St Mary Abchurch di Kota London. Contoh motif abad pertengahan yang lebih awal muncul dalam lukisan mural, misalnya, mural di gereja paroki Belchamp Walter, Essex (c. 1350).[127]

Elizabeth I dan Gereja
Elizabeth I dari Inggris mengadopsi simbol tersebut, menggambarkan dirinya sebagai "ibu dari Gereja Inggris". Sebuah potret dirinya yang disebut Potret Pelikan dilukis sekitar tahun 1573, kemungkinan oleh Nicholas Hilliard.[128]
Heraldik dan simbolisme

Citra heraldik
Pelikan telah banyak ditampilkan dalam heraldik, umumnya menggunakan simbolisme Kristen tentang pelikan sebagai orang tua yang penuh perhatian dan rela berkorban.[114] Gambar heraldik yang menampilkan "pelikan yang melukai diri sendiri" (pelican vulning) merujuk pada pelikan yang mencederai dirinya sendiri, sedangkan "pelikan dalam kesalehannya" (pelican in her piety) merujuk pada pelikan betina yang memberi makan anak-anaknya dengan darahnya sendiri.[129] Raja Portugal João II mengadopsi pelikan sebagai sigil (segel) pribadinya saat ia masih bergelar Infante, membangkitkan simbologi Kristen untuk menyamakan pengorbanan darahnya demi memberi makan bangsa. Pelikan sebagai simbol juga menjadi identik dengan meningkatnya upaya amal Santas Casas da Misericórdia selama masa pemerintahannya dan rekonstruksi Rumah Sakit Caldas da Rainha serta Hospital Real de Todos-os-Santos, yang sebagian besar dinaungi oleh istrinya, D. Leonor.[118]
Simbol publik
Pelikan heraldik juga akhirnya digunakan sebagai nama dan citra pub, meskipun terkadang dengan gambar kapal Golden Hind.[130] Kapal terkenal Sir Francis Drake pada awalnya bernama Pelican, dan menghiasi uang logam setengah penny Britania.[131]
Lambang dan logo di institusi
Institusi pendidikan
Pelikan digunakan secara luas sebagai lambang oleh institusi pendidikan, terutama universitas. Di Louisiana, burung ini menghiasi segel Louisiana State University, Tulane University, Louisiana Tech University, University of Louisiana at Lafayette, Loyola University New Orleans, Southeastern Louisiana University, dan Southern University. Segel Packer Collegiate Institute, yang menggambarkan seekor pelikan yang sedang memberi makan anak-anaknya, telah digunakan sejak tahun 1885.[132] Fakultas kedokteran Universitas Charles di Praha juga memiliki pelikan sebagai lambang mereka, yang memanggil kembali asosiasi burung tersebut yang telah lama berdiri dengan pengorbanan diri dalam simbolisme Kristen.[133]
Citra tersebut juga menjadi terkait dengan hari raya keagamaan abad pertengahan Corpus Christi. Universitas Oxford dan Cambridge masing-masing memiliki kolese yang dinamai berdasarkan festival keagamaan tersebut yang terdekat dengan tanggal pendirian mereka,[124] dan baik Corpus Christi College, Cambridge,[134] maupun Corpus Christi College, Oxford, menampilkan pelikan pada lambang kebesaran mereka.[135]
Tim olahraga
Dalam olahraga, pelikan berfungsi sebagai maskot dan logo bagi berbagai tim dan atletik universitas. Pelikan adalah maskot bagi tim NBA New Orleans Pelicans, tim hoki es Lahti Pelicans, Tulane University, dan University of the West Indies.[136]
Organisasi komersial dan nirlaba

Pelikan juga telah digunakan sebagai lambang perusahaan. Logo perusahaan alat tulis Jerman yang ternama, Pelikan, terinspirasi oleh lambang kebesaran keluarga Günther Wagner, mantan pemilik perusahaan tersebut.[117] Ia mendasarkan merek dagang tersebut pada gambar heraldik dari lambang kebesaran miliknya, yang awalnya menggambarkan seekor pelikan yang sedang memberi makan tiga ekor anak di sarang—yang kemudian diubah menjadi empat setelah kelahiran anak keempatnya.[117] Meskipun Wagner memodifikasi bentuk perisai aslinya,[117] motif pelikan yang mengasuh tetap menjadi pusat identitas visual merek tersebut.
Secara komersial, pelikan telah diadopsi sebagai simbol korporat dalam bidang perbankan, penerbitan, dan perawatan kesehatan. Logo pelikan putih digunakan oleh bank Portugis Montepio Geral,[137] Nama dan gambar tersebut juga digunakan oleh Pelican Books, sebuah imprint judul nonfiksi yang diterbitkan oleh Penguin Books.[8] Dalam konteks donor darah, di mana simbolisme pelikan tentang pemberian diri sangatlah bergema, Irish Blood Transfusion Service menampilkan pelikan dalam logonya dan beroperasi selama bertahun-tahun dari Pelican House di Dublin.[138] Demikian pula, Sanquin, organisasi nirlaba yang bertanggung jawab atas pasokan darah di Belanda, menggunakan pelikan yang digayakan dalam logonya, melanjutkan asosiasi kemanusiaan ini.[139]


Simbol nasional dan regional
Sebagai simbol budaya bangsa dan negara, pelikan menempati kedudukan yang terkemuka. Pelikan putih besar adalah burung nasional Rumania.[140] Pelikan cokelat merupakan burung nasional dari tiga negara Karibia—Saint Kitts dan Nevis, Barbados, dan Sint Maarten—serta ditampilkan pada lambang kebesaran mereka.[141][142][143] Seekor pelikan dalmasia juga digambarkan pada bagian belakang uang logam 1 lek Albania, yang diterbitkan pada tahun 1996.[144] Di Amerika Serikat, burung ini adalah burung negara bagian Louisiana, yang secara bahasa sehari-hari dikenal sebagai Negara Bagian Pelikan; burung ini muncul baik pada bendera maupun segel negara bagian tersebut.[8] Pulau Alcatraz diberi nama demikian oleh orang Spanyol karena banyaknya pelikan cokelat yang bersarang di sana. Kata alcatraz itu sendiri berasal dari bahasa Arab al-caduos, sebuah istilah yang digunakan untuk wadah pengangkut air dan diibaratkan dengan kantung pelikan. Nama Inggris untuk albatros, yaitu albatross, juga diturunkan dari perubahan kata Spanyol tersebut.[145][146]

Kesamaan nama di alam
Archaeidae, suatu famili laba-laba, dikenal sebagai laba-laba pelikan.[115] Nama tersebut merujuk pada rahang dan leher mereka yang memanjang secara tidak lazim yang digunakan untuk menangkap mangsa, yang memberi mereka profil yang mirip dengan pelikan. Mereka ditemukan di Madagaskar, Afrika Selatan, dan Australia.
Sastra dan humor
Pelikan menjadi subjek dari limerick populer yang aslinya digubah oleh Dixon Lanier Merritt pada tahun 1910 dengan beberapa variasi oleh penulis lain.[147] Versi aslinya berbunyi:[148]
A wonderful bird is the pelican, (Burung yang menakjubkan sang pelikan,)
His bill will hold more than his belican, (Paruhnya menampung lebih dari yang perutnya,)
He can take in his beak (Dia bisa mengangkut di paruhnya)
Food enough for a week, (Makanan cukup untuk seminggu,)
But I'm damned if I see how the helican. (Tapi terkutuklah aku jika tahu bagaimana dia melakukannya.)
Catatan
Referensi
- 1 2 3 4 5 El Adli, Joseph J.; Wilson Mantilla, Jeffrey A.; Antar, Mohammed Sameh M.; Gingerich, Philip D. (2021-01-02). "The earliest recorded fossil pelican, recovered from the late Eocene of Wadi Al-Hitan, Egypt". Journal of Vertebrate Paleontology. 41 (1) e1903910. Bibcode:2021JVPal..41E3910E. doi:10.1080/02724634.2021.1903910. ISSN 0272-4634. S2CID 236269386.
- ↑ Kuhl., H.; Frankl-Vilches, C.; Bakker, A.; Mayr, G.; Nikolaus, G.; Boerno, S. T.; Klages, S.; Timmermann, B.; Gahr, M. (2020). "An unbiased molecular approach using 3'UTRs resolves the avian family-level tree of life". Molecular Biology and Evolution. 38: 108–127. doi:10.1093/molbev/msaa191. PMC 7783168. PMID 32781465.
- 1 2 3 4 Kennedy, Martyn; Taylor, Scott A.; Nádvorník, Petr; Spencer, Hamish G. (2013). "The phylogenetic relationships of the extant pelicans inferred from DNA sequence data" (PDF). Molecular Phylogenetics and Evolution. 66 (1): 215–22. Bibcode:2013MolPE..66..215K. doi:10.1016/j.ympev.2012.09.034. PMID 23059726.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nelson, J. Bryan; Schreiber, Elizabeth Anne; Schreiber, Ralph W. (2003). "Pelicans". Dalam Perrins, Christopher (ed.). Firefly Encyclopedia of Birds. Richmond Hill, Ontario: Firefly Books. hlm. 78–81. ISBN 1-55297-777-3.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Keith, James O. (2005). "An Overview of the American White Pelican". Waterbirds. 28 (Special Publication 1: The Biology and Conservation of the American White Pelican): 9–17. doi:10.1675/1524-4695(2005)28[9:aootaw]2.0.co;2. JSTOR 4132643. S2CID 85813418.
- ↑ Jobling, James A. (2010). The Helm Dictionary of Scientific Bird Names. London, United Kingdom: Christopher Helm. hlm. 296. ISBN 978-1-4081-2501-4.
- ↑ Partridge, Eric (1983). Origins: a Short Etymological Dictionary of Modern English. New York, New York: Greenwich House. hlm. 479. ISBN 0-517-414252.
- 1 2 3 4 Simpson, J.; Weiner, E., ed. (1989). "Pelican". Oxford English Dictionary (Edisi 2nd). Oxford, United Kingdom: Clarendon Press. hlm. 1299. ISBN 0-19-861186-2.
- ↑ Linnaeus, C. (1758). Systema Naturae per Regna Tria Naturae Editio Decima (dalam bahasa Latin). Vol. 1. Stockholm: Lars Salvius. hlm. 132–34.
Rostrum edentulum, rectum: apice adunco, unguiculato. Nares lineares. Facies nuda. Pedes digitís omnibus palmatis.
- ↑ Rafinesque, Constantine Samuel (1815). Analyse de la nature ou, Tableau de l'univers et des corps organisés (dalam bahasa Prancis). Vol. 1815. Palermo: Self-published. hlm. 72.
- ↑ Bock, Walter J. (1994). History and Nomenclature of Avian Family-Group Names. Bulletin of the American Museum of Natural History. Vol. 222. New York: American Museum of Natural History. hlm. 131, 252. hdl:2246/830.
- 1 2 Hackett, S.J.; Kimball, R.T.; Reddy, S.; Bowie, R.C.K.; Braun, E.L.; Braun, M.J.; Chojnowski, J.L.; Cox, W.A.; Han, K.-L.; Harshman, J.; Huddleston, C.J.; Marks, B.D.; Miglia, K.J.; Moore, W.A.; Sheldon, F.H.; Steadman, D.W.; Witt, C.C.; Yuri, T. (2008). "A Phylogenomic Study of Birds Reveals Their Evolutionary History". Science. 320 (5884): 1763–68. Bibcode:2008Sci...320.1763H. doi:10.1126/science.1157704. PMID 18583609. S2CID 6472805.
- ↑ Smith, N.D. (2010). Desalle, Robert (ed.). "Phylogenetic Analysis of Pelecaniformes (Aves) Based on Osteological Data: Implications for Waterbird Phylogeny and Fossil Calibration Studies". PLOS ONE. 5 (10) e13354. Bibcode:2010PLoSO...513354S. doi:10.1371/journal.pone.0013354. PMC 2954798. PMID 20976229.
- ↑ Mayr, G. (2007). "Avian higher-level phylogeny: Well-supported clades and what we can learn from a phylogenetic analysis of 2954 morphological characters". Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research. 46: 63–72. doi:10.1111/j.1439-0469.2007.00433.x.
- 1 2 3 4 5 Louchart, Antoine; Tourment, Nicolas; Carrier, Julie (2011). "The Earliest Known Pelican Reveals 30 Million Years of Evolutionary Stasis in Beak Morphology". Journal of Ornithology. 150 (1): 15–20. Bibcode:2011JOrni.152...15L. doi:10.1007/s10336-010-0537-5. S2CID 21016885.
- 1 2 3 Lydekker, Richard (1891). Catalogue of the Fossil Birds in the British Museum (Natural History). London, United Kingdom: British Museum. hlm. 37–45. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ Widhalm, J. (1886). "Die Fossilen Vogel-Knochen der Odessaer-Steppen-Kalk-Steinbrüche an der Neuen Slobodka bei Odessa". Schriften der Neurussische Gesellschaft der Naturforscher zu Odessa (dalam bahasa Jerman). 10: 3–9.
- ↑ Wetmore, A. (1933). "Pliocene Bird Remains from Idaho". Smithsonian Miscellaneous Collections. 87 (20): 1–12.
- ↑ Olson, Storrs L. (1999). "A New Species of Pelican (Aves: Pelecanidae) from the Lower Pliocene of North Carolina and Florida" (PDF). Proceedings of the Biological Society of Washington. 112 (3): 503–09. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 19 July 2012. Diakses tanggal 27 April 2012.
- ↑ Noriega, Jorge I.; Cenizo, Marcos; Brandoni, Diego; Pérez, Leandro M.; Tineo, David E.; Diederle, Juan M.; Bona, Paula (2023-05-09). "A new pelican (Aves: Pelecanidae) from the Upper Miocene of Argentina: new clues about the origin of the New World lineages". Journal of Vertebrate Paleontology. 42 (5) e2202702. doi:10.1080/02724634.2023.2202702. ISSN 0272-4634. S2CID 258605013.
- ↑ Rich, P.V.; van Tets, J. (1981). "The Fossil Pelicans of Australia". Records of the South Australian Museum (Adelaide). 18 (12): 235–64.
- ↑ Miller, A.H. (1966). "The Fossil Pelicans of Australia". Memoirs of the Queensland Museum. 14: 181–90.
- ↑ Mlikovsky, Jiri (1995). "Nomenclatural and Taxonomic Status of Fossil Birds Described by H. G. L. Reichenbach in 1852" (PDF). Courier Forschungsinstitut Senckenberg. 181: 311–16. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 October 2013. Diakses tanggal 29 April 2012.
- ↑ Olson, Storrs L. (1985). "Faunal Turnover in South American Fossil Avifaunas: the Insufficiencies of the Fossil Record". Evolution. 39 (5): 1174–77. doi:10.2307/2408747. JSTOR 2408747. PMID 28561505.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Handbook of Australian, New Zealand and Antarctic Birds. Volume 1, Ratites to Ducks. Marchant, S.; Higgins, P.J. (Coordinators). Melbourne, Victoria: Oxford University Press. 1990. hlm. 737–38. ISBN 0-19-553068-3. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
- ↑ "Zoological Nomenclature Resource: Pelecaniformes (Version 2.003)". zoonomen.net. 14 December 2011. Diakses tanggal 21 May 2012.
- ↑ Nellis, David W. (2001). Common Coastal Birds of Florida & the Caribbean. Sarasota, Florida: Pineapple Press. hlm. 11. ISBN 1-56164-191-X. Diakses tanggal 29 June 2012.
- 1 2 BirdLife International (2016). "Pelecanus erythrorhynchos". 2016 e.T22697611A93624242. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22697611A93624242.en. ;
- ↑ Elliott (1992), hal. 310
- ↑ "Brown Pelican" (PDF). Endangered Species Program information sheet. US Fish & Wildlife Service. November 2009. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 11 November 2012. Diakses tanggal 9 June 2012.
- ↑ Ridgely, Robert S.; Gwynne, John A. (1992). A Guide to the Birds of Panama: With Costa Rica, Nicaragua, and Honduras. Princeton, New Jersey: Princeton University Press. hlm. 63. ISBN 0-691-02512-6. Diakses tanggal 29 June 2012.
- 1 2 3 4 5 6 7 Sibley, Charles Gald; Monroe, Burt Leavelle (1990). Distribution and Taxonomy of Birds of the World. Yale University Press. hlm. 314–15. ISBN 0-300-04969-2. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ BirdLife International (2018). "Pelecanus occidentalis". 2018 e.T22733989A132663224. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22733989A132663224.en. ;
- ↑ Chester, Sharon R. (2008). A Wildlife Guide to Chile: Continental Chile, Chilean Antarctica, Easter Island, Juan Fernández Archipelago. Princeton, New Jersey: Princeton University Press. hlm. 174–75. ISBN 978-0-691-12976-1. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ Austermühle, Stefan (17 October 2010). "Peruvian Pelican". Mundo Azul. Diarsipkan dari asli tanggal 4 June 2012. Diakses tanggal 9 June 2012.
- ↑ BirdLife International (2018). "Pelecanus thagus". 2018 e.T22697619A132596827. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22697619A132596827.en. ;
- 1 2 Snow, David; Perrins, Christopher M, ed. (1998). The Birds of the Western Palearctic concise edition (2 volumes). Oxford, United Kingdom: Oxford University Press. hlm. 93–98. ISBN 0-19-854099-X.
- 1 2 Mullarney, Killian; Svensson, Lars; Zetterström, Dan; Grant, Peter (1999). Collins Bird Guide. Collins. hlm. 76. ISBN 0-00-219728-6.
- ↑ BirdLife International (2018). "Pelecanus onocrotalus". 2018 e.T22697590A132595920. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22697590A132595920.en. ;
- ↑ "Australian Pelican". Unique Australian Animals. January 2000. Diakses tanggal 10 June 2012.
- ↑ BirdLife International (2016). "Pelecanus conspicillatus". 2016 e.T22697608A93623945. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22697608A93623945.en. ;
- 1 2 3 4 5 Beaman, Mark; Madge, Steve (2010). The Handbook of Bird Identification: For Europe and the Western Palearctic. London, United Kingdom: A&C Black. hlm. 83–85. ISBN 978-1-4081-3494-8. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ Elliott (1992), hal. 309
- ↑ Langrand, Olivier (1990). Guide to the Birds of Madagascar. New Haven, Connecticut: Yale University Press. hlm. 96. ISBN 0-300-04310-4. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ BirdLife International (2017). "Pelecanus rufescens". 2017 e.T22697595A111822418. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-1.RLTS.T22697595A111822418.en. ;
- ↑ Bruch, Carl Friedrich (1832). "Ornithologische Mittheilungen". Isis von Oken. 10: 1105–1111.
- 1 2 BirdLife International (2017). "Pelecanus crispus". 2017 e.T22697599A119401118. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T22697599A119401118.en.
- 1 2 3 Brazil, Mark (2009). Birds of East Asia. London, United Kingdom: A&C Black. hlm. 110. ISBN 978-0-7136-7040-0. Diakses tanggal 29 June 2012.
- 1 2 BirdLife International (2017). "Pelecanus philippensis". 2017 e.T22697604A117970266. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T22697604A117970266.en. ;
- ↑ "Brown Pelican breeding and nesting habits". Florida Wildlife Viewing. M. Timothy O'Keefe. Diakses tanggal 5 August 2012.
- ↑ Beebe, C. William (1965). The Bird, its Form and Function. New York, New York: Dover Publications.
- ↑ Elliott (1992), hal. 290.
- ↑ Perrins, Christopher M. (2009). The Princeton Encyclopedia of Birds. Princeton University. hlm. 78. ISBN 978-0-691-14070-4.
- ↑ Handbook of Australian, New Zealand and Antarctic Birds. Volume 1, Ratites to Ducks. Marchant, S.; Higgins, P.J. (Coordinators). Melbourne, Victoria: Oxford University Press. 1990. hlm. 746. ISBN 0-19-553068-3. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
- 1 2 3 Steele, John H.; Thorpe, Steve A.; Turekian, Karl K. (2010). Marine Biology: A Derivative of the Encyclopedia of Ocean Sciences. London, United Kingdom: Academic Press. hlm. 524–30. ISBN 978-0-08-096480-5.
- 1 2 3 4 5 Perrins, Christopher M.; Middleton, Alex L.A, ed. (1998) [1985]. Encyclopedia of Birds. New York, New York: Facts on File. hlm. 53–54. ISBN 0-8160-1150-8.
- 1 2 Campbell, Bruce; Lack, Elizabeth, ed. (1985). A Dictionary of Birds. Calton, United Kingdom: Poyser. hlm. 443. ISBN 0-85661-039-9.
- 1 2 3 4 Richardson, Frank (1939). "Functional Aspects of the Pneumatic System of the California Brown Pelican" (PDF). The Condor. 41 (1): 13–17. doi:10.2307/1364267. JSTOR 1364267. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 November 2018. Diakses tanggal 22 February 2013.
- ↑ Bumstead, Pat (2001). Canadian Feathers: a Loon-atics Guide to Anting, Mimicry and Dump-nesting. Calgary, Alberta: Simply Wild Publications. hlm. 129. ISBN 0-9689278-0-7.
- ↑ Gill, Brian James (1991). New Zealand's Extinct Birds. London, United Kingdom: Random Century. hlm. 46. ISBN 1-86941-125-0.
- ↑ Gill, B.J.; Tennyson, A.J.D. (2002). "New fossil records of pelicans (Aves: Pelecanidae) from New Zealand" (PDF). Tuhinga: Records of the Museum of New Zealand te PapaTongarewa. 13: 39–44. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2 February 2017. Diakses tanggal 25 January 2017.
- 1 2 Reid, Julian (28 April 2010). "Mysteries of the Australian pelican". Australian Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal 14 June 2012. Diakses tanggal 18 June 2012.
- ↑ Thomas, Bob (2 June 2011). "Bird Flight Over Water". College of Social Sciences Intranet. New Orleans, Louisiana: Center for Environmental Communication, Loyola University. Diarsipkan dari asli tanggal 12 April 2016. Diakses tanggal 1 August 2012.
- ↑ Hainsworth, F. Reed (1988). "Induced Drag Savings From Ground Effect and Formation Flight in Brown Pelicans". Journal of Experimental Biology. 135 (1): 431–44. Bibcode:1988JExpB.135..431H. doi:10.1242/jeb.135.1.431.
- 1 2 Khanna, D.R. (2005). Biology of Birds. New Delhi, India: Discovery Publishing House. hlm. 315–16. ISBN 81-7141-933-X. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ Terrill, Ceiridwen (2007). Unnatural Landscapes: Tracking Invasive Species. Tucson, Arizona: University of Arizona Press. hlm. 36. ISBN 978-0-8165-2523-2.
- ↑ Dunne, Pete (2006). Pete Dunne's Essential Field Guide Companion. New York, New York: Houghton Mifflin Harcourt. hlm. 118–19. ISBN 0-618-23648-1.
- ↑ Davidson, Ian; Sinclair, Ian (2006). Southern African Birds: A Photographic Guide (Edisi 2nd). Cape Town, South Africa: Struik. hlm. 22. ISBN 1-77007-244-6.
- ↑ Vestjens, W. J. M. (1977). "Breeding Behaviour and Ecology of the Australian Pelican, Pelecanus Conspicillatus, in New South Wales". Wildlife Research. 4 (1): 37–58. Bibcode:1977WildR...4...37V. doi:10.1071/WR9770037.
- ↑ "Pelican Swallows Pigeon in Park". BBC News. 25 October 2006. Diakses tanggal 25 October 2006.
- 1 2 Clarke, James (30 October 2006). "Pelican's Pigeon Meal not so Rare". BBC News. Diakses tanggal 5 July 2007.
- 1 2 3 4 5 6 7 Elliott (1992), hal. 295-298, 309–311
- 1 2 "Pelican Pelecanus". Factsheet. National Geographic. 11 November 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 24 January 2010. Diakses tanggal 28 April 2012.
- ↑ Freeman, Shanna (24 November 2008). "Does a Pelican's Bill Hold More Than its Belly Can?". HowStuffWorks, Inc.
- 1 2 Anon (1980). National accomplishments in pollution control, 1970–1980: some case histories. U.S. Environmental Protection Agency, Office of Planning and Evaluation. hlm. 183–184. ISBN 1-236-27453-9.
- ↑ Jaramillo, A. (2009). "Humboldt Current seabirding in Chile". Neotropical Birding. 4: 27–39.
- 1 2 Handbook of Australian, New Zealand and Antarctic Birds. Volume 1, Ratites to Ducks. Marchant, S.; Higgins, P.J. (Coordinators). Melbourne, Victoria: Oxford University Press. 1990. hlm. 742. ISBN 0-19-553068-3. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
- ↑ Walker, Matt (5 November 2009). "Pelicans Filmed Gobbling Gannets". BBC. Diakses tanggal 5 November 2009.
- 1 2 3 Mwema, Martin M.; de Ponte Machado, Marta; Ryan, Peter G. (2010). "Breeding Seabirds at Dassen Island, South Africa: Chances of Surviving Great White Pelican Predation" (PDF). Endangered Species Research. 9: 125–31. doi:10.3354/esr00243.
- 1 2 Smith, A.C.M.; U. Munro (2008). "Cannibalism in the Australian Pelican (Pelecanus conspicillatus) and Australian White Ibis (Threskiornis molucca)". Waterbirds: The International Journal of Waterbird Biology. 31 (4): 632–635.
- 1 2 Mora, Miguel A. (1989). "Predation by a Brown Pelican at a Mixed Species Heronry" (PDF). Condor. 91 (3): 742–43. doi:10.2307/1368134. JSTOR 1368134.
- ↑ Cursach, J.A.; J.R. Rau; J. Vilugrón (2016). "Presence of the Peruvian Pelican Pelicanus thagus in seabird colonies of Chilean Patagonia". Marine Ornithology. 44: 27–30.
- 1 2 Daigre, M.; P. Arce; A. Simeone (2012). "Fledgling Peruvian Pelicans (Pelecanus thagus) attack and consume younger unrelated conspecifics". Wilson Journal of Ornithology. 124 (3): 603–607. doi:10.1676/12-011.1. S2CID 84928683.
- ↑ Crivelli, Alain J.; Schreiber, Ralph W. (1984). "Status of the Pelecanidae". Biological Conservation. 30 (2): 147–56. Bibcode:1984BCons..30..147C. doi:10.1016/0006-3207(84)90063-6.
- 1 2 Fish and Wildlife Service, Department of the Interior (17 November 2009). "Endangered and Threatened Wildlife and Plants; Removal of the Brown Pelican (Pelecanus occidentalis) From the Federal List of Endangered and Threatened Wildlife" (PDF). Federal Register. 74 (220): 59444–72.
- ↑ "Brown Pelican". Species profile. National Audubon Society. Diarsipkan dari asli tanggal 5 November 2013. Diakses tanggal 9 August 2012.
- ↑ Cappiello, Dina (12 November 2009). "Brown pelicans off endangered species list". San Francisco Chronicle. Diarsipkan dari asli tanggal 29 June 2011. Diakses tanggal 13 June 2012.
- ↑ "Peruvian Pelican". BirdLife species factsheet. BirdLife International. Diakses tanggal 7 August 2012.
- ↑ "Spot-billed Pelican". Species factsheet. BirdLife International. Diakses tanggal 11 August 2012.
- ↑ "Pink-backed Pelican". BirdLife species factsheet. BirdLife International. Diakses tanggal 7 August 2012.
- ↑ King, D. Tommy; Anderson, Daniel W (2005). "Recent Population Status of the American White Pelican: A Continental Perspective". USDA National Wildlife Research Center – Staff Publications. (Paper 40): 48–54.
- ↑ "Great White Pelican". BirdLife species factsheet. BirdLife International. Diakses tanggal 7 August 2012.
- ↑ "Dalmatian Pelican". Species factsheet. BirdLife International. Diakses tanggal 9 August 2012.
- ↑ Robin, Libby; Joseph, Leo; Heinsohn, Robert (2009). Boom & Bust: Bird Stories for a Dry Country. Collingwood, Victoria: CSIRO Publishing. hlm. 97. ISBN 978-0-643-09606-6.
- ↑ "Australian Pelican". BirdLife species factsheet. BirdLife International. Diakses tanggal 7 August 2012.
- ↑ Wackenhut, M. (17 August 2009). Management of American White Pelicans in Idaho. A Five-year Plan (2009–2013) to Balance American White Pelican and Native Cutthroat Trout Conservation Needs and Manage Impacts to Recreational Fisheries in Southeast Idaho (PDF). Idaho Fish & Game. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 August 2012. Diakses tanggal 21 July 2012.
- ↑ "Code of Practice for the Protection of the Dalmatian Pelican" (PDF). Information leaflet. Life Natura Program. Diakses tanggal 3 August 2012.
- ↑ Gunderson, Dan (16 May 2012). "Loving 'em to death". Statewide. MPR News. Diakses tanggal 14 February 2017.
- 1 2 Burkett, Esther; Logsdon, Randi J.; Fien, Kristi M. (2007). Status Review of California Brown Pelican (PDF). California Fish and Game Commission Reports. U.S. Environmental Protection Agency, Office of Planning and Evaluation. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 December 2011.
- ↑ Ehrlich, Paul R.; Dobkin, David S.; Wheye, Darryl (1988). "DDT and Birds". Stanford University. Diakses tanggal 6 August 2012.
- ↑ Ermis, Julius (29 April 1982). "Bird species regroup with residue decline". The Victoria Advocate: Julius Ermis' Outdoors. Diakses tanggal 8 August 2012.
- ↑ Work, Thierry M.; Barr, Bradd; Beale, Allison M.; Fritz, Lawrence; Quilliam, Michael A.; Wright, Jeffrey L.C. (1993). "Epidemiology of domoic acid poisoning in Brown Pelicans (Pelecanus occidentalis) and Brandt's Cormorants (Phalacrocorax penicillatus) in California". Journal of Zoo and Wildlife Medicine. 24 (1): 54–62. JSTOR 20460314.
- ↑ "A Deadly Toll" (PDF). Report. Center for Biological Diversity. April 2011. Diakses tanggal 6 August 2012.
- ↑ "The Brown Pelican Crisis". News and Events. Santa Barbara Wildlife Care Network. Diakses tanggal 5 August 2012.
- ↑ "Quick Reference for Rescuing Hooked Pelicans" (PDF). University of Florida. Diakses tanggal 5 August 2012.
- ↑ Ferris, Lance; Ferris, Rochelle (2004). The Impact of Recreational Fishing on Estuarine Birdlife on the Far North Coast of New South Wales. Ballina, New South Wales: Australian Seabird Rescue.
- ↑ Rothschild, Miriam; Clay, Theresa (1953). Fleas, Flukes and Cuckoos. A Study of Bird Parasites. London: Collins. hlm. 32, 121, 147, 215. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ Dyer, William G.; Williams, Ernest H. Jr; Mignucci-Giannoni, Antonio A.; Jimenez-Marrero, Nilda M.; Bunkley-Williams, Lucy; Moore, Debra P.; Pence Danny B. (2002). "Helminth and Arthropod Parasites of the Brown Pelican, Pelecanus occidentalis, in Puerto Rico, with a Compilation of all Metazoan Parasites Reported from this Host in the Western Hemisphere". Avian Pathology. 31 (5): 441–48. doi:10.1080/0307945021000005815. PMID 12427338. S2CID 21351183.
- 1 2 Overstreet, Robin M.; Curran, Stephen S. (2005). "Parasites of the American White Pelican" (PDF). Gulf and Caribbean Research. 17: 31–48. Bibcode:2005GCRes..17....4O. doi:10.18785/gcr.1701.04.
- ↑ "Pelícanos en La Libertad murieron por desnutrición y parasitosis" (dalam bahasa Spanyol). Peru.com, 4 May 2012. 4 May 2012. Diakses tanggal 29 June 2012.
- 1 2 3 4 Stracke, Richard (2018). "The Pelican Symbol". ChristianIconography.Info. Diakses tanggal 6 June 2022.
- 1 2 Lang, Andrew (2005) [1887]. Myth, Ritual & Religion, Volume 1. New York, New York: Cosimo Inc. hlm. 140–41. ISBN 978-1-59605-204-8.
- 1 2 Hart, George (2005). The Routledge Dictionary of Egyptian Gods And Goddesses. Routledge Dictionaries. Abingdon, United Kingdom: Routledge. hlm. 125. ISBN 978-0-415-34495-1.
- 1 2 Saunders, Rev. William (24 November 2003). "The Symbolism of the Pelican". Arlington Catholic Herald (dalam bahasa Inggris (Britania)).
- 1 2 Wood, Hannah M.; Scharff, Nikolaj (2018-01-11). "A review of the Madagascan pelican spiders of the genera Eriauchenius O. Pickard-Cambridge, 1881 and Madagascarchaea gen. n. (Araneae, Archaeidae)". ZooKeys (dalam bahasa Inggris) (727): 1–96. Bibcode:2018ZooK..727....1W. doi:10.3897/zookeys.727.20222. ISSN 1313-2970. PMC 5799789. PMID 29416388.
- 1 2 Benson, Elizabeth (1972) The Mochica: A Culture of Peru New York: Praeger Press.
- 1 2 3 4 5 "The Brand Pelikan". Pelikan (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-04-13.
- 1 2 Silva, Priscilla (2007). Entre Príncipe Perfeito e Rei Pelicano - os Caminhos da Memória e da propaganda política através do estudo da imagem de D. João II (século XV) (PDF). Universidade Federal Flaminense.
- ↑ Old Testament (King James Version) – Book of Leviticus (also included in Jewish Torah). Bible Gateway. hlm. 11.
- ↑ Old Testament (King James Version) – Book of Deuteronomy (also included in Jewish Torah). Bible Gateway. hlm. 14.
- ↑ Berrin, Kathleen; Larco Museum (1997). The Spirit of Ancient Peru:Treasures from the Larco Museum. New York, New York: Thames and Hudson. ISBN 0-500-01802-2.
- ↑ Gauding, Madonna (2009). The Signs and Symbols Bible: The Definitive Guide to Mysterious Markings. New York, NY: Sterling Publishing Company. hlm. 263. ISBN 978-1-4027-7004-3. Diakses tanggal 20 September 2019.
- ↑ F. L. Cross; E. A. Livingstone, ed. (2005). "pelican". The Oxford Dictionary of the Christian Church (Edisi 3rd). Oxford University Press. ISBN 978-0-19-956671-6. Diakses tanggal 6 June 2022 – via oxfordreference.com.
- 1 2 3 McGrath, Alister E. (2012) [2002]. In the beginning: the story of the King James Bible and how it changed a nation, a language and a culture. New York: Anchor Books, a Division of Random House, Inc. ISBN 978-1-4447-4526-9. Diakses tanggal 20 September 2019.
- ↑ Konferensi Waligereja Amerika Serikat (2007). Catholic Household Blessings & Prayers. USCCB. hlm. 12. ISBN 978-1-57455-645-2. Diakses tanggal 20 September 2019.
- ↑ Bunyan, John (1678). The Pilgrim's Progress from This World, to That Which Is to Come. New York: Pocket Books (dipublikasikan 1957). hlm. 227.
- ↑ "The Pelican in its Piety at Painted Churches online catalog. Anne Marschall". Diarsipkan dari asli tanggal 12 April 2016.
- ↑ "'Queen Elizabeth I: The Pelican Portrait', called Nicholas Hilliard (c. 1573)". Walker Art Gallery. Liverpool, United Kingdom: National Museums Liverpool. 1998. Diarsipkan dari asli tanggal 16 April 2014. Diakses tanggal 29 July 2012.
- ↑ Gough, Henry (1894). A Glossary of Terms Used in Heraldry (dalam bahasa Inggris). J. Parker. hlm. 451. Diakses tanggal 19 August 2017.
- ↑ Rothwell, David (2006). Dictionary of Pub Names. London, United Kingdom: Wordsworth Editions. hlm. 295. ISBN 1-84022-266-2. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ Sugden, John (2012) [1990]. Sir Francis Drake. London, United Kingdom: Random House. hlm. 99. ISBN 978-1-4481-2950-8. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ "Middle School Handbook". packer.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 17 February 2013.
- ↑ "First Faculty of Medicine". Prague, Czech Republic: Charles University in Prague. 2012. Diakses tanggal 2 May 2012.
- ↑ "College Crest". Cambridge, United Kingdom: Corpus Christi College, Cambridge University. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 19 July 2012. Diakses tanggal 2 May 2012.
- ↑ "Corpus Christi". Corpus Christi College, Oxford. Diakses tanggal 2 May 2012.
- ↑ "The Pelican (the UWI Mascot)". Alumni Online Community (dalam bahasa Inggris). 2010-07-10. Diakses tanggal 2025-04-13.
- ↑ "Montepio institutional". Montepio Bank website (dalam bahasa Portugis). Montepio. Diakses tanggal 29 June 2012.
- ↑ "Irish Blood Transfusion Service". IBTS. Diakses tanggal 13 June 2012.
- ↑ "The Story of Sanquin". www.sanquin.nl/ (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-04-13.
- ↑ "National Birds". List of national birds and flowers or plants of European countries. Eupedia. Diakses tanggal 20 July 2012.
- ↑ "Pelican Craft Centre: Overview". Barbados Investment and Development Corporation. Diarsipkan dari asli tanggal 10 August 2014. Diakses tanggal 21 July 2012.
- ↑ "National Symbols: The Coat of Arms". Historic Heritage. St Christopher National Trust. Diarsipkan dari asli tanggal 13 July 2012. Diakses tanggal 20 July 2012.
- ↑ United States Central Intelligence Agency, ed. (2016). The World Factbook 2016–17. Washington, DC: Government Printing Office. hlm. 668. ISBN 978-0-16-093327-1.
- ↑ "Albanian coins in issue in 1995, 1996 and 2000". Bank of Albania. 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 6 March 2009. Diakses tanggal 23 March 2009.
- ↑ Skeat, Walter W. (1888). An etymological dictionary of the English Language (Edisi 2nd). Oxford University Press. hlm. 14.
- ↑ Grant, Martin L. (1951). "The Origin of the Common Names of Birds". BIOS. 22 (2): 116–119.
- ↑ Laney, Rex (1958). "The case of the pelican limerick". Louisiana Conservationist. 1 (10): 6–7, 22.
- ↑ Knowles, Elizabeth (1999) [1981]. The Oxford Dictionary of Quotations. Oxford, United Kingdom: Oxford University Press. hlm. 506. ISBN 0-19-860173-5.
Teks yang dikutip
- Elliott, Andrew (1992). "Family Pelecanidae (Pelicans)". Dalam del Hoyo, Josep; Elliott, Andrew; Sargatal, Jordi (ed.). Handbook of the Birds of the World, Volume 1: Ostrich to Ducks. Barcelona: Lynx Edicions. hlm. 290–311. ISBN 978-84-87334-10-8.
Pranala luar
| Cari tahu mengenai Pelikan pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: | |
| Definisi dan terjemahan dari Wiktionary | |
| Gambar dan media dari Commons | |
| Berita dari Wikinews | |
| Kutipan dari Wikiquote | |
| Teks sumber dari Wikisource | |
| Buku dari Wikibuku | |
Newton, Alfred (1875–1889). "Pelican" . Encyclopaedia Britannica. Vol. XVIII (Edisi 9th). hlm. 474–475. - Pelican videos on the Internet Bird Collection
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |





