PayPal MafiaPayPal Mafia adalah sebutan untuk kelompok mantan pendiri dan karyawan awal PayPal yang kemudian menjadi tokoh penting di dunia teknologi dan bisnis digital.
Beberapa anggota terkenalnya:
Elon Musk — mendirikan Tesla, SpaceX, dan memimpin berbagai perusahaan teknologi.
Peter Thiel — investor awal Facebook dan pendiri Palantir.
Reid Hoffman — pendiri LinkedIn.
Chad Hurley — pendiri YouTube.
Steve Chen — pendiri YouTube.
Kelompok ini dikenal karena keberhasilannya membangun berbagai perusahaan teknologi besar setelah PayPal diakuisisi oleh eBay pada tahun 2002. Mereka memiliki pengaruh besar dalam perkembangan industri startup, investasi teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan di dunia digital modern.
Pada awalnya, PayPal merupakan layanan transfer uang milik Confinity. Perusahaan tersebut diakuisisi oleh X.com pada tahun 1999. X.com kemudian berganti nama menjadi PayPal dan diakuisisi oleh eBay pada tahun 2002.[3][4] Karyawan-karyawan pertama PayPal tidak mampu menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan eBay yang lebih tradisional. Dalam kurun empat tahun, semua kecuali 12 dari 50 karyawan pertama PayPal mengundurkan diri.[5] Mereka masih menjalin hubungan sosial dan bisnis.[5] Beberapa di antaranya lalu bekerja sama untuk mendirikan sejumlah perusahaan baru. Para alumni PayPal ini sangat mahir sampai-sampai muncul istilah "PayPal Mafia".[3] Istilah ini[4][6] semakin dikenal luas setelah Fortune Magazine mencantumkannya di salah satu judul artikelnya pada tahun 2007; artikel tersebut menampilkan foto mantan karyawan PayPal berpakaian gangster.[4][7][8][9]
Warisan
PayPal Mafia masih diakui sebagai orang-orang yang membangkitkan kembali perusahaan Internet berorientasi konsumen setelah gelembung dot com pecah tahun 2001.[10] Fenomena PayPal Mafia mirip dengan Intel yang didirikan tahun 1960-an oleh sejumlah teknisi yang sebelumnya mendirikan Fairchild Semiconductor setelah keluar dari Shockley Semiconductor.[3] PayPal Mafia menjadi topik buku Once You're Lucky, Twice You're Good karya wartawati Sarah Lacy. Menurut Lacy, proses seleksi dan pendidikan teknis di PayPal memainkan peran penting, tetapi faktor utama di balik kesuksesan mereka adalah kepercayaan diri yang mereka dapatkan semasa bekerja di PayPal. Kesuksesan mereka didorong oleh usia muda; sarana fisik, budaya, dan ekonomi di Silicon Valley; dan keragaman keahlian mereka.[3] Para pendiri PayPal mengutamakan ikatan sosial yang erat antarkaryawan, dan banyak di antara mereka yang masih percaya dan mendukung satu sama lain setelah keluar dari PayPal.[3] Lingkungan yang penuh persaingan serta perjuangan untuk mempertahankan perusahaan ini meski terus mengalami kemunduran menciptakan persahabatan erat di kalangan karyawan PayPal.[3][11]
Anggota
Berikut adalah daftar orang yang disebut-sebut sebagai anggota PayPal Mafia:
Peter Thiel, pendiri dan mantan CEO PayPal yang kadang dijuluki "bos geng" PayPal Mafia[5]
Max Levchin, pendiri dan CTO PayPal yang kadang dijuluki "penasihat" PayPal Mafia[4][12]
Rod D. Martin, mantan penasihat khusus untuk CEO Peter Thiel yang berhasil mengakuisisi Galectin Therapeutics lewat perusahaannya, 10X Capital, pada tahun 2009. Ia mendirikan Advanced Search Laboratories pada tahun 2012.[22]
Dave McClure, mantan direktur pemasaran PayPal, investor super malaikat untuk perusahaan rintisan[23] dan pendiri 500 Startups yang telah berinvestasi di lebih dari 500 perusahaan.[24]
Keith Rabois, mantan eksekutif PayPal yang kemudian bekerja di LinkedIn, Slide, Square, dan Khosla Ventures, dan menanamkan modal di Tokbox, Xoom, Slide, LinkedIn, Geni, Room 9 Entertainment, YouTube, dan Yelp.[15]
Jack Selby, mantan wakil presiden perusahaan dan pengembangan internasional PayPal yang mendirikan Clarium Capital bersama Peter Thiel, kelak menjadi direktur pelaksana Grandmaster Capital Management.[27]
Premal Shah, mantan manajer produk PayPal yang kemudian menjadi presiden pendiri Kiva.org.[4]