Ikan patin yang berukuran besar, panjang tubuh dapat mencapai 80 cm.[5]:137 Rekor tangkapan ikan ini adalah dengan panjang 80cm dengan berat sekitar 9kg, sementara catatan lain menyebut rekor berat sekitar 15kg.[6]
Sisi atas kepala halus. Gigi-gigi pada langit-langit mulut bagian tengah (vomerine teeth) tersusun rapat pada petak persegi besar. Panjang sungut lebih pendek daripada panjang kepala. Panjang kepala, 5⅕-6⅖ kalinya sebanding, dan panjang sirip anal lk. 3 kalinya sebanding dengan panjang standar (standard length, SL; dari moncong hingga akhir batang ekor, tanpa sirip ekor). Rumus sirip anal IV (jari-jari keras), dan 31-36 (jari-jari lunak/bercabang); sirip pektoral (dada) I, 13-14. Duri pada sirip dorsal (punggung), 1-1¼ kalinya sebanding dengan panjang kepala (HL, head length)[7]:181
Tubuhnya memanjang, dengan jarak predorsal (predorsal length) yang pendek, 25,2-29,2 %SL; kepala yang pendek, 16,1-20,1 %SL; sungut rahang bawah yang amat pendek, 11.7-42.2 %HL; serta batang ekor yang panjang, 17,2-21,8 %SL.[3]:251 Sementara itu, diameter matanya relatif besar, 16-30,3 %HL; dan jari-jari pada sirip anal 33-42.[8]:87
Di Sungai Musi, Palembang, patin juaro diduga memijah pada bulan Juni-Agustus. Juaro betina memiliki fekunditas antara 616-7.059 butir telur, dengan pola pemijahannya total spawner. Indeks kematangan gonad ikan betina lebih besar dibandingkan dengan ikan jantan.[10]
Manfaat
Patin juaro merupakan ikan konsumsi yang digemari orang, dan biasa tersedia dalam keadaan segar di pasar-pasar setempat, terutama di sekitar sungai-sungai besar di Sumatra dan Kalimantan. Ikan ini ditangkap dengan jaring insang, dan juga dengan pancing.
↑Bleeker, P. 1852. "Zesde bijdrage tot de kennis der ichthyologische fauna van Borneo. Visschen van Pamangkat, Bandjermassing, Praboekarta en Sampit." Natuurkundig tijdschrift voor Nederlandsch Indië / uitgegeven door de Natuurkundige Vereeniging in Nederlandsch Indië. Deel III: 407-42. Batavia:Lange &co, 1852.
1234Pouyaud, L., R. Gustiano,, & GG. Teugels. 2002. "Systematic revision of Pangasius polyuranodon (Siluriformes, Pangasiidae) with description of two new species". Cybium26(4): 243-52. (abstrak)
↑Bleeker, P. 1852. "Diagnostische beschrijvingen van nieuwe of weinig bekende de Vischsoorten van Sumatra". Tientaal I-V. Natuurkundig tijdschrift voor Nederlandsch Indië / uitgegeven door de Natuurkundige Vereeniging in Nederlandsch Indië. Deel III: 569-608. Batavia:Lange &co, 1852.
12Roberts TR. & C. Vidthayanon. 1991. "Systematic revision of the Asian catfish family Pangasiidae, with biological observation and descriptions of three new species". Proceedings of the Academy of Natural Sciences of Philadelphia, 143: 97-144. (abstrak)
↑Machacek, H. 2017. World Records Freshwater Fishing: Pangasius polyuranodon. Diakses 12/IV/2017
↑Bleeker, P. 1858. Ichthyologiae Archipelagi Indici Prodromus vol I Siluri. Bataviae: Typis Langei &soc. (terj. Ingg.: 160)
12Gustiano, R. & L. Pouyaud. 2006. "Diversity of Pangasiid Catfishes From Sumatra". Buletin Plasma Nutfah, 12(2): 83-8, 2006.
↑Ma’suf, A. 2008. Biologi Reproduksi Ikan Juaro (Pangasiuspolyuranodon) di Perairan Sungai Musi, Sumatera Selatan. Skripsi pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor. (tidak diterbitkan) (abstrak)